Translate This Blog - 翻译此博客

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Mengapa orang Tionghoa suka warna merah? Tidak diragukan lagi warna merah ini identik dengan komunitas Tionghoa dalam kehidupan mereka. Warna juga mencerminkan keunikan dan kepercayaan dari sebuah ras atau negara.

Sangat penting untuk mengetahui sedikit tentang warna dari ras tertentu sehingga kita lebih peka terhadap tradisi mereka.

Dalam beberapa budaya merah melambangkan kemarahan, warna putih mewakili kemurnian dan warna hitam mengacu pada warna buruk atau negatif.

Merah melambangkan api dan merupakan warna yang paling populer di China. Ini juga merupakan warna nasional yang mewakili kebahagiaan, kecantikan, gaya hidup, keberuntungan, kesuksesan dan keberuntungan.

Merah di masyarakat Tionghoa berarti pertanda baik dan sukacita. Karena itu, untuk memberi hadiah, lebih baik membungkus kado dengan kertas merah. Warna ini sering menjadi pilihan orang Tionghoa untuk menggambarkan keberuntungan sekaligus menghindari hal buruk yang tidak diinginkan yang terjadi.

Yang lebih menarik lagi, menurut kepercayaan orang Tionghoa, lilin berukir menyerupai naga merah dan burung phoenix adalah untuk mewakili kesatuan keluarga baru. Lilin ini sering digunakan pada hari nikah untuk menangkal roh jahat. Warna terang ini digunakan untuk mengusir roh atau roh jahat daripada mendekati mereka dan keluarga mereka.

Anda akan melihat sebuah lentera yang digantung di luar kediaman, terutama pada perayaan Tahun Baru Imlek. Ini juga berarti festival akan dirayakan dengan sukacita.

warna merah adalah warna keberuntungan bagi masyarakat Tioanghoa, yang bisa membawa stabilitas dan kebahagiaan bagi manusia.

Warnanya akan terus menjadi kemegahan, tidak hanya digunakan sebagai warna favorit, tapi juga simbol kekuatan. Ini bisa dilihat pada logo, bendera, lencana dan perangko.

Berbeda dengan warna putih yang sering dikaitkan dengan kemurnian di beberapa negara, warna putih untuk masyarakat Tionghoa, terutama di zaman kuno, melambangkan kematian atau berkabung. Menurut tradisi mereka, warna ini juga sering dikaitkan dengan kegagalan dan kesedihan. Jika terjadi kematian, kerabat dan anggota keluarga akan mengenakan pakaian putih ke pemakaman.

0 Comments:

Post a Comment



Others Post

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...