Chindo News

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China.

Chindonews.blogspot.com

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China. .

China-Indonesian Information

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China..

Pameran Mobile

Pameran Mobil Internasional.

Pertukaran Budaya

Kebudayaan adalah sesuatu hal yang baru yang menghasilkan nilai budaya.

Wednesday, January 26, 2011

Gua Huanglong




Zhangjiajie merupakan kota pariwisata yang terkenal. Taman hutan tingkat nasional yang pertama di negeri China terletak di kota ini.

Bila menyebut nama kota ini, kebanyakan orang teringat gunungnya yang tinggi dan hutannya yang menghijau. Film Avatar juga telah dilakukan penggambarannya di area pegunungan di Zhangjiajie.

Gua Huanglong, yang berarti Gua Naga Kuning, terletak di dalam sebuah gunung dan tempat yang paling tinggi di dalam gua ini hanya 17 meter lebih rendah dibandingkan puncak gunung tersebut. Maka perjalanan dalam gua ini juga tidak kurang melelahkan dibanding memanjat gunung.

Gua ini dinamakan Gua Naga Kuning karena menurut legenda, seekor naga kuning tinggal di gua ini.

Pada tahun 1983, gua ini baru saja ditemukan oleh 8 orang pemuda setempat. Pada tahun 1984 pula, gua ini dibuka dan menjadi tujuan wisata.

Gua Huanglong ini juga dikenal sebagai "johan gua Karst" karena ia memiliki ruang yang luas, sungai bawah tanah, air terjun, kolam dan jenis stalaktit dan stalagmit yang paling banyak di dunia. Asosiasi Gua Karst Dunia mengirim sekelompok ekspedisi ke gua ini setiap tahun untuk melakukan penelitian.

Jalan Bangkok-Kunming (Jalan Raya Penghubung Tiongkok-ASEAN)

Para menteri luar negeri negara-negara anggota ASEAN dan Sekjen ASEAN, Surin kemarin (24/1) tiba di Mohan, provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya untuk melakukan inspeksi ke jalan Kunming-Bangkok di sela-sela pertemuan menteri luar negeri Tiongkok-ASEAN.

Para menteri luar negeri ASEAN mencapai Mohan melalui Laos setelah bertolak dari Chiang Rai, Thailand dengan mobil. Jarak perjalanannya mencapai 300 kilometer. Setelah tiba di Mohan, rombongan para menteri luar negeri melanjutkan perjalanan ke Jinghong, ibu kota keresidenan Xishuangbanna dengan mobil. Kunjungan para menteri luar negeri itu didampingi Hu Zhengyue, pembantu menteri Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Jalan Kunming-Bangkok ini berpangkal kota Kunming, Tiongkok di sebelah utara dan kota Bangkok di selatan. Jalan ini juga mencapai Malaysia dan Singapura. Jalan Kunming-Bangkok sepanjang 1.750 kilometer, di antaranya sektor di wialayah Tiongkok dari Kunming ke Mohan adalah 690 kilometer. Sebagian besar ruas jalan di wilayah Tiongkok adalah jalan bebas hambatan, sedangkan ruas jalan sepanjang 247 kilometer di wilayah Laos adalah jalan yang mencapai standar tingkat II ASEAN. Jalan sepanjang 813 kilometer di wilayah Thailand adalah jalan bebas hambatan atau jalan yang bermutu tinggi.

Jalan Kunming-Bangkok akan menyediakan dukungan kuat bagi terwujudnya saling penyambungan infrastruktur antar negara anggota ASEAN dan peningkatan kerja sama di kawasan sub-regional Sungai Mekong Besar (GMS). Diperkirakan jalan Kunming-Bangkok akan diresmikan setelah jembatan yang menyambung Thailand dan Laos di Sungai Mekong selesai dibangun pada tahun 2012. Sampai saat itu, dari Kunming ke Bangkok dengan mobil hanya membutuhkan 20 jam, jauh lebih pendek daripada 48 jam yang dibutuhkan sekarang. Diperkirakan lalu lintas barang melalui jalan Kunming-Bangkok akan melampaui US$ 400 miliar. Jalan Kunming-Bangkok yang melintasi obyek-obyek wisata, antara lain, Xishuangbanna, akan sangat mendorong perkembangan pariwisata manca negara.

Kunming sebagai pangkal jalan raya tersebut secara besar-besaran mengembangkan kerja sama dengan negara-negara ASEAN. Setelah peresmian CAFTA pada 1 Januari 2010, kota Kunming segera memainkan peranan sebagai "pembidas" dalam perdagangan Tiongkok dengan negara-negara Asia Tenggara dan Asia Selatan. Volume perdagangan antara Kunming dan negara-negara ASEAN dari Januari hingga September tahun 2010 mencapai US$ 1,54 miliar, meningkat 49,4 persen dibandingkan periode sama tahun 2009.

Dalam hal peningkatan perhubungan dengan negara-negara ASEAN, Kunming juga memainkan peranan sebagai "pembidas". Diperkenalkan, dewasa ini tengah dibangun jalur kereta api Tiongkok-Vietnam, Tiongkok-Myanmar serta jalan kereta api Tiongkok-Asia Selatan melalui Myanmar. Jalan-jalan kereta api itu semuanya berpangkal kota Kunming. Sementara itu, semua jalan raya yang mencapai Asia Tenggara dari provinsi Yunnan juga berpangkal kota Kunming. Selain itu, pelayaran kapal niaga di Sungai Lancang-Sungai Mekong yang menyambung Tiongkok, Laos, Myanmar dan Thailand sudah beroperasi selama 10 tahun. Situs web CAFTA sebagai situs portal Tiongkok-ASEAN juga sudah diresmikan.

Tuesday, January 25, 2011

Masjid Huaisheng di Guangzhou

Masjid Huaisheng yang dibangun pada tahun 627, yaitu pada zaman Dinasti Tang adalah salah satu masjid yang awal dibangun setelah agama Islam tersebar di Tiongkok Daratan.

"Huaisheng" berarti peringatan Nabi dalam bahasa Mandarin. Nama ini diberikan sebagai memperingati pendiri ajaran Islam, Nabi Muhammad SAW.

Masjid ini memiliki luas sekitar 3.200 meter persegi. Arsitektur bangunan masjid ini menggabungkan unsur klasik Tiongkok dan fitur Arab. Ketika memasuki pintu masjid ini, terdapat bangunan bernama Gedung Menikmati Bulan. Meskipun bangunan yang dibangun kembali pada tahun 1695 ini tidak berapa besar, tetapi ia terlihat begitu cantik jika dilihat dari jauh. Dua serambi yang panjang terletak di kedua sisi Bangunan Menikmati Bulan. Di dalamnya terdapat sekitar 10 buah prasasti yang mencatat sejarah Masjid Huaisheng.

Saturday, January 22, 2011

Pakaian Etnik Dongxiang

Orang etnis Dongxiang kebanyakan tinggal di Kabupaten Otonom Etnis Dongxiang di Provinsi Gansu, Tiongkok Barat.

Pria etnis Dongxiang biasanya memakai jubah yang agak longgar dan mengikat ikat pinggang yang lebar. Pisau, dompet, kotak tembakau sedutan dan kaca mata digantung di ikat pinggang itu. Mereka juga memakai topi yang berwarna putih atau hitam. Wanita etnis Dongxiang suka memakai weskot di luar baju mereka. Anak perempuan memakai topi yang berwarna biru atau hijau yang dihias dengan bunga merah dan manik-manik. Gadis yang belum menikah memakai jilbab yang dibuat dari sutra yang berwarna hijau, sedangkan mereka yang menikah, mengubah tudung yang berwarna hitam dan warga emas memakai jilbab yang berwarna putih.

Thursday, January 20, 2011

PHL03-Multiple Launch Rocket System


The PHL03 (Type 03, juga dikenal sebagai AR2 dalam nama ekspor) adalah peluncuran roket 300mm sistem 12-tabung ganda (MLRS) yang dikembangkan oleh NORINCO. PHL03 ini sangat menyerupai 9K58 Rusia Smerch sistem roket dalam penampilan. The PHL03 dibuat oleh China Akademi Kendaraan Peluncur (CALT) memperkenalkan A-100 10-tabung 300mm MLRS di akhir 1990-an, yang juga mungkin didasarkan pada teknologi Smerch. PHL03 ini diyakini telah memasuki layanan PLA di 2004/05 dan kemungkinan besar akan dipromosikan ke pasar ekspor.

Wednesday, January 19, 2011

PLL05-Mortar-Howitzer


The PLL05 (atau Tipe 05) adalah self-propelled howitzer mortar-sistem yang didasarkan pada chassis 6x6 WZ551 dan mengunakan roda. Sistem ini mengkombinasikan fitur mortar konvensional dan howitzer, proyektil dapat menembak pada jarak-pendek, dan dapat menembak pada posisi curam. The PLL05 telah dilengkapi oleh Light Mechanised 127 dan Divisi Infanteri ke-54 Tentara PLA telah menggunakan kendaraan tempur ini sejak tahun 2008. Versi melacak berbasis sistem saat ini sedang dalam pembangunan.

Pakaian Etnik Evenki

Orang etnis Evenki kebanyakan di daerah timur Mongglia Dalam, bersama beberapa etnis lainnya. Dulu, kehidupan mereka tergantung kepada penggembalaan dalam hutan, rusa yang dipelihara pernah merupakan satu-satunya alat transportasi untuk orang Evenki.

Orang Evenki suka memakai baju yang berwarna biru dan hitam dan celana yang dibuat dari kulit dan juga mengikat ikat pinggang yang agak cantik di luar baju. Baju dan celana mereka dilengkapi dengan bordiran bunga, agak cantik dan juga dapat menahan Udara dingin.



Sunday, January 16, 2011

Kuil Kumbum di Qinghai


Kuil Kumbum ini dibangun pada tahun 1379 dan memiliki sejarah lebih 600 tahun. Ia terletak di lembah gunung Bunga Teratai ke arah barat daya kota Lushaer, kabupaten Huangzhong, Provinsi Qinghai dan jauhnya 26 kilometer dari Xining, ibu kota Provinsi Qinghai.

Kuil Kumbum ini merupakan tempat lahir Sami Besar Tsongkhapa, pendiri kelompok Gulug Agama Buddha Tibet. Ia juga adalah dari enam buah kuil terbesar di area rumah etnis Tibet.

Saturday, January 15, 2011

Pakaian Etnik Jinuo

Orang etnis Jinuo kebanyakan tinggal di Xishuangbanna, Provinsi Yunnan Tiongkok. "Jinuo" dalam bahasa mereka berarti "menurut pak long". Jadi, etnis Jinuo adalah etnis yang sangat menghormati "pak long".

Pria dan perempuan etnis Jinuo semuanya suka memakai subang yang besar. Jadi, lubang yang ditindik pada telinga mereka bertahap menjadi semakin besar ketika umur mereka meningkat. Menurut tradisi mereka, orang yang lubang telinganya besar itu sangat rajin dan berani.

Pria etnis ini suka memakai celana yang longgar dan baju tanpa kerah. Wanitanya pula suka memakai topi berbentuk segitiga, baju tanpa kerah dan juga skirt yang berwarna hitam.

Friday, January 14, 2011

Pakaian Etnik Kazak

Orang etnis Kazak kebanyakan tinggal di Daerah Otonom Uigur Xinjiang, Provinsi Gansu dan Qinghai.

Pakaian etnis Kazak biasanya dibuat dari kulit kambing, rubah, rusa dan serigala. Pria etnis Kazak suka memakai jubah dan celana yang memudahkan menunggang kuda. Wanita etnis Kazak suka memakai gaun, dan hiasan kepala mereka agak istimewa. Gadis yang belum kawin memakai topi yang dilengkapi dengan bunga yang disulam dengan benang berwarna keemas-emasan. Di atas topi ini juga dilengkapi dengan bulu burung hantu yang menandakan keberanian. Setelah menikah, mereka akan memakai sejenis topi yang agak tinggi, dan satu tahun kemudian, topi ini berubah lagi menjadi tudung yang berwarna warni. Namun, tudung kepala mereka yang belum beranak dan yang sudah beranak dan warga emas pula agak berbeda.

Thursday, January 13, 2011

Taman Raja Bishushanzhuang



Taman Peranginan Diraja Bishushanzhuang dan kuil-kuil di sekitarnya di kota Chengde, provinsi Hebei di bagian utara Tiongkok telah terdaftar UNESCO PBB sebagai Warisan Dunia pada tahun 1994.

Taman Peranginan Diraja Bishushanzhuang di kota Chengde yang terletak sejauh lebih 200 kilometer di sebelah timur laut Beijing merupakan taman peranginan kaisar Dinasti Qing pada musim panas. Taman itu mulai dibangun pada tahun 1703 dan membutuhkan waktu 90 tahun untuk siap dibangun. Taman Peranginan Diraja Bishushanzhuang Chengde menggabungkan keistimewaan arsitektur bagian utara dan bagian selatan Tiongkok, yaitu kemegahan dari bagian utara Tiongkok dan kecantikan dari bagian selatan Tiongkok.

Tuesday, January 4, 2011

1 Tahun CAFTA (China-ASEAN Free Trade)

Pemberlakuan Zona Perdagangan Bebas Tiongkok-ASEAN atau CAFTA genap berusia setahun pada tanggal 1 Januari 2011. CAFTA merupakan kawasan perdagangan bebas tunggal pertama, baik bagi Tiongkok maupun ASEAN. Selama setahun ini, CAFTA telah mencatat permulaan yang cukup baik dengan hasil luar biasa, telah mendatangkan keuntungan kepada Tiongkok maupun ASEAN. Hal ini disepakati sejumlah pakar yang berbicara kepada CRI.

Setelah kerja keras selama sepuluh tahun, CAFTA diresmikan pada 1 Januari 2010. Zona perdagangan bebas ini melibatkan populasi sebanyak 1,9 miliar, Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar US$ 6 triliun dan nilai perdagangan sebesar US$ 4,5 triliun. Menurut pengamat, sebagai kawasan perdagangan bebas terbesar di dunia antar-negara berkembang bakal berpengaruh besar terhadap perekonomian maupun politik dunia pada paruh pertama abad ke-21.

Wakil Sekjen Pihak Tiongkok dari Dewan Pengurus Perdagangan Tiongkok-ASEAN Xu Ningning menjelaskan, nilai perdagangan Tiongkok dengan ASEAN tetap bertumbuh pesat walaupun ada krisis moneter global. Peningkatan nilai perdagangan ini adalah berkat penurunan bea masuk yang sejalan dengan pembentukan CAFTA. Antara Januari hingga November 2010, nilai perdagangan antara Tiongkok dengan ASEAN tercatat sebesar US$ 263 miliar, naik 41 persen dibanding periode yang sama satu tahun lalu.

Pembebasan bea masuk semakin menarik perusahaan Tiongkok untuk berinvestasi ke negara-negara ASEAN. Direktur Seksi Eskpor Perusahaan Automotif Liuzhou Dongfeng, Feng Jie menjelaskan, berkat CAFTA dan rehabilitasi ekonomi dunia, jumlah maupun nilai penjualan perusahaan mereka pada enam bulan pertama 2010 di Vietnam saja telah melebihi angka yang dicapai sepanjang tahun 2009.

CAFTA tentu saja juga mendatangkan "peluang Tiongkok" kepada negara-negara ASEAN. Pakar Thailand mengatakan, selama beberapa tahun terakhir ini, seiring dengan lonjakan pendapatan per kapita warga negara Tiongkok, maka permintaan dari warga Tiongkok terhadap produk berkualitas tinggi juga ikut meningkat. Pasar Tiongkok yang berkembang pesat merupakan kesempatan besar bagi produk luar negeri. Di sisi lain, produk-produk ASEAN tentu saja memiliki keunggulan kompetitif dibanding produk negara lain karena terbentuknya CAFTA.

Wakil Sekjen Pihak Tiongkok dari Dewan Pengurus Perdagangan Tiongkok-ASEAN Xu Ningning menjelaskan, sejalan dengan terbukanya pasar investasi, perbaikan lingkungan investasi, dan pengurangan rintangan investasi antara Tiongkok dan ASEAN, maka ruang pertumbuhan kerja sama dan investasi kedua pihak akan semakin besar.

Selain itu, karena negara-negara Barat menerapkan terlalu banyak rintangan perdagangan terhadap produk ekspor Tiongkok, maka perusahaan Tiongkok lebih berminat berinvestasi ke negara-negara ASEAN, sehingga secara tidak langsung merintis pasar di Jepang, Korea Selatan, Eropa maupun Amerika, karena ASEAN telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan Jepang dan Korea Selatan. Selain itu, semakin banyak perusahaan di luar kawasan ASEAN dan Tiongkok yang ingin berinvestasi di ASEAN, dengan tujuan merintis pasar Tiongkok, yang memanfaatkan fasilitas pembebasan bea masuk antara Tiongkok dengan ASEAN.

Meskipun awal yang dirintis CAFTA cukup baik, tetapi ada pula pakar yang berpendapat, sejumlah problem tetap perlu dipecahkan dalam proses pengintegrasian ekonomi Tiongkok-ASEAN, misalnya masalah ketidakseimbangan perdagangan serta kekurangan logistik dalam internal CAFTA.

"Kepentingan bersama" merupakan dasar demi meningkatkan kerja sama strategis Tiongkok-ASEAN. Meskipun menghadapi tantangan, CAFTA adalah satu mekanisme yang mendatangkan keuntungan bagi semua. Dengan mempertimbangkan tingkat pembangunan ekonomi dan kondisi pasar negara masing-masing, semua negara yang terlibat hendaknya memperluas akses pasar, menghilangkan rintangan perdagangan dan investasi, demi mengembangkan potensi CAFTA.