Chindo News

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China.

Chindonews.blogspot.com

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China. .

China-Indonesian Information

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China..

Pameran Mobile

Pameran Mobil Internasional.

Pertukaran Budaya

Kebudayaan adalah sesuatu hal yang baru yang menghasilkan nilai budaya.

Thursday, May 27, 2010

KUIL/Rumah Berhala

Sebagaimana yang diketahui umum, taman yang dibangun pada zaman kuno di bagian selatan Tiongkok sangat terkenal, sedangkan di bagian utara Tiongkok juga ada taman yang dibangun pada zaman kuno yang amat masyhur, yaitu Kuil/rumah Berhala Jinci. Rumah berhala ini terletak di pinggir Kota Taiyuan, ibu kota Provinsi Shanxi Tiongkok.

Rumah Berhala Jinci terletak di kaki Gunung Xuanweng dan dekat dengan sumber Sungai Jin, di luar daerah sebelah selatan Kota Taiyun. Rumah Berhala Jinci merupakan tempat memuja Shu Yu, adik Kaisar Cheng dari Dinasti Zhou. Ia terdiri dari kira-kira seratus buah bangunan, di antaranya dewan, gedung, panggung, jembatan dan lain-lain.









Wednesday, May 26, 2010

Pengunjung Paviliun Indonesia di EXPO Shanghai 2010


Berdasar data Paviliun Indonesia Ekspo Shanghai, sampai 23 Mei 2010, Paviliun Indonesia sudah menerima sekitar 600 ribu pengunjung. Mereka tidak saja berbelanja berbagai komoditas berkarakter khas Indonesia, seperti batik, para pengunjung juga dapat mencicip masakan tradisional seperti nasi kuning dan soto. Pengunjung juga dihibur pertunjukan musik Indonesia seperti angklung, diajak menghayati keanekaragaman ekologi Indonesia. Paviliun Indonesia juga menampilkan patung Laksamana Cheng Ho berukuran besar.

Menteri Perdagangan Indonesia Mari Elka Pangestu menyatakan kepada wartawan di Gedung DPR di Jakarta, jumlah pengunjung Paviliun Indonesia dipastikan dapat melampui target 3 juta dan bahkan mungkin mencapai 4,5 juta orang.

Paviliun Indonesia tidak saja menampilkan perkembangan ekonomi Indonesia. Pameran ini juga menunjukkan perhatian besar pemerintah Indonesia yang berkesinambungan di bidang pelestarian lingkungan.

Tuesday, May 25, 2010

Pesawat Tempur Generasi kelima China


China sedang membangun sebuah pesawat jet tempur canggih yang dapat menyaingi dalam waktu delapan tahun Lockheed Martin Corp's F-22 Raptor, pesawat tempur utama AS, seorang pejabat intelijen AS mengatakan.

Tanggal yang dikutip untuk penyebaran Informasi diharapkan tahun depan adalah perkiraan umum Pentagon sebelumnya dan mungkin merupakan tanda bahwa militer China yang pesat membangun-pesawat tempur generasi terbaru '.

"Kami mengantisipasi China akan memiliki pesawat tempur generasi kelima ... dan akan beroperasi sekitar tahun 2018," hal tsb dikatakan oleh Wayne Ulman dari Udara dan Antariksa Nasional Intelijen Pusat kemarin ke kongres mengamanatkan bahwa implikasi keamanan nasional dalam konteks hubungan Ekonomi dan Militer AS-China.

"Pesawat Generasi Kelima" memiliki kemampuan fitur mutakhir, termasuk bentuk, bahan dan sistem propulsi yang dirancang untuk membuat mereka terlihat sekecil mungkin pada layar radar musuh.

Menteri Pertahanan Robert Gates telah mengatakan tahun lalu bahwa China "diproyeksikan tidak memiliki pesawat generasi kelima tahun 2020" dan hanya segelintir "" pada tahun 2025.

Dia membuat komentar pada tanggal 16 Juli ke Klub Ekonomi Chicago sementara mendorong Kongres untuk menyetujui F-22 di produksi 187 pesawat dalam upaya menghemat miliaran dolar dalam dekade berikutnya.

Lockheed Martin, adalah pemasok utama penjualan senjata ke Pentagon, pada tahap awal produksi pesawat tempur generasi kelima, F-35. Dikembangkan dengan delapan negara mitra dalam tiga model dan tidak akan terbang secepat atau setinggi F-22.

Presiden Indonesia SBY Temui Jendral Guo Boxiong dari Tiongkok

CHINDONEWS : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin (20/5) sore di Jakarta mengadakan pertemuan dengan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Tiongkok Jendral Guo Boxiong yang sedang berkunjung di Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Presiden Susilo menyatakan, sejak tergalangnya kemiteraan strategis antara Indonesia dan Tiongkok, hubungan kedua negara mencapai kemajuan pesat, dan telah dilakukan kerjasama yang produktif di bidang-bidang politik, ekonomi, ilmu dan teknologi, kebudayaan, pertanian, energi dan infrastruktur. Indonesia menaruh perhatian besar pada peningkatan kerjasama dengan Tiongkok termasuk di bidang pertahanan dan keamanan. Dinyatakan pula keinginan mengunjungi Ekspo Shanghai untuk menyaksikan keberhasilan dan kecemerlangan ekspo tersebut.

Jendral Guo Boxiong menyatakan, Tiongkok dan Indonesia adalah sesama negara besar berkembang yang padat penduduknya, dan sama-sama berada pada masa krusial perkembangan, Tiongkok membutuhkan Indonesia, begitu sebaliknya, Indonesia juga membutuhkan Tiongkok. Perdamaian, kestabilan dan perkembangan bersama kawasan ini lebih-lebih membutuhkan kedua negara mengambil peran positif. Guo Boxiong menyatakan kesediaan Tiongkok untuk bersama Indonesia memperpadat konotasi strategis, meningkatkan kerjasama saling menguntungkan di berbagai bidang, dan mendorong kemiteraan strategis kedua negara terus menerus mencapai kemajuan baru.

Friday, May 21, 2010

ChindoNews : Kuil Famen

ChindoNews : Kuil Famen

Kuil Famen yang terletak di kabupaten Fufeng, Provinsi Shanxi di barat laut Cina terkenal di seluruh Tiongkok dan dunia karena abu dan tulang Sakyamuni berbentuk biji-biji setelah mayatnya dibakar disimpan di sana. Pada April 1987, Arkeologi Tiongkok menemukan satu istana bawah tanah ketika membangun kembali Kuil Famen. Abu dan tulang Sakyamuni dan artefak yang berharga dalam istana bawah tanah tersebut telah menggemparkan dunia dan digelar sebagai penemuan arkeologi terpenting setelah patung tanah liat berupa perwira dan kuda yang ditemukan di Kota Xian, Provinsi Shanxi Tiongkok.





Thursday, May 20, 2010

ChindoNews : Dinasti Song

Pada tahun 960 Masehi, Zhao Kuangyin yang disebut sebagai Kaisar Songtaizu setelah naik tkhta mendirikan Dinasti Song melalui suatu kudeta dan berakhirlah situasi terpecah belahnya Tiongkok. Dinasti Song berkuasa selama 319 tahun dalam sejarah sebelum diruntuhkan oleh Dinasti Yuan pada tahun 1279 Masehi. Dinasti Song terbagi menjadi Song Utara dan Song Selatan. Pada masa berkuasanya Dinasti Song Utara, Etnis Qidan di bagian utara Tiongkok mendirikan Negara Liao yang berkuasa antara tahun 947 dan tahun 1125 Masehi. Sedangkan Etnis Dangxiang mendirikan Negara Xixia (1038-1227) di bagian barat laut Tiongkok. Pada tahun 1115 Masehi, Etnis Nuzhen di bagian utara Tiongkok mendirikan negara Jin yang berkuasa antara tahun 1115 dan 1234 Masehi. Negara Jin yang didirikan Etnis Nuzhen membasmi Negara Liao Etnis Qidan pada tahun 1125 dan pada tahun 1127 menginvasi ke Kaifeng, ibu kota Dinasti Song dengan membajak dua kaisar Dinasti Song, yaitu Kaisar Songhui dan Kaisar Songqin. Invasi pasukan Negara Jin itu menandaskan berakhirnya Dinasti Song Utara. Setelah itu, Kaisar Song Gaozong naik takhta di Yingtianfu (Shangqiu, Propinsi Henan, Tiongkok Tengah sekarang). Kemudian ia melarikan diri ke Lin'an (Hangzhou sekarang) untuk mendirikan Dinasti Song Selatan. Zaman Dinasti Song Utara adalah masa berkonfrontasi melawan Negara Liao, Xia dan Jin, tiga pemerintahan etnis minoritas di bagian utara; sedangkan Dinasti Song Selatan merupakan masa melesat dan dinasti tersebut setelah berpindah ibu kota ke bagian selatan Tiongkok.

Setelah Dinasti Song Utara menyatukan bagian utara, Tiongkok mengalami perkembangan sangat besar di bidang sosial, ekonomi dan kebudayaan. Perdagangan Tiongkok dengan luar negeri pada waktu itu juga sangat makmur. Pada Dinasti Song Utara diadakan reformasi politik oleh sebagian pejabat, namun reformasi itu gagal membantu pemerintah Dinasti Song Utara memelihara kemakmuran dalam jangka panjang biarpun berhasil menyelesaikan sejumlah kontradiksi yang terdapat pada masa itu. Pemberontakan kaum tani yang dipimpin oleh Fang La dan Song Jiang sempat menggoyahkan kekuasaan bobrok pemerintah Kaisar Song Huizong. Setelah Negara Jin Etnis Nuzhen menggulingkan pemerintah Dinasti Song Utara, pemerintah Dinasti Song yang berkuasa di bagian selatan Tiongkok sudah kehilangan ambisi untuk menyatukan kembali bagian utara. Bersamaan itu, orang Qidan di bagian utara Tiongkok mendirikan Negara Liao (947-1125 Masehi); Etnis Dangxiang mendirikan Negara Xixia (1038-1227 Masehi) di bagian barat laut Dinasti Song. Dengan demikian, terbentuklah konfigurasi berkonfrontasi antara tiga negara, yaitu Dinasti Song, Negara Liao dan Negara Xixia. Pada tahun 1115, Etnis Nuzhen mendirikan Negara Jin di bagian utara Tiongkok. Negara Jin membasmi Negara Liao pada tahun 125 dan pada tahun 1127 menyerbu masuk ke Kaifeng, ibu kota Dinasti Song dengan membajak Kaisar Song Huizong dan Kaisar Song Qin, berakhirlah pemerintah Dinasti Song Utara. Setelah itu Kaisar Song Gaozu bernama Zhao Gou naik takhta di Yingtianfu, Nanjing (Shangqiu, Propinsi Henan sekarang), kemudian melarikan diri ke Ling'an (Hangzhou sekarang). Aksi militer melawan pasukan Negara Jin yang dipimpin oleh jenderal terkenal Yue Fei dalam pandangan mata pihak penguasa hanya merupakan aksi untuk mempertahankan kekuasaannya.

Pada masa itu berkuasanya Dinasti Song, Tiongkok mencapai banyak prestasi di bidang iptek. Teknologi kompas dan cetak serta pembuatan mesiu yang merupakan tiga penemuan besar dalam sejarah diwarisi dan dikembangkan terus pada zaman itu. Di antaranya, penemuan teknologi cetak dengan huruf lepas yang diciptakan oleh Bi Sheng 400 tahun lebih awal daripada penemuan teknologi cetak huruf lepas Eropa. Su Song telah menciptakan jam astronomi yang pertama di dunia. Buku "Mengxibitan" karya Shen Kuo mempunyai kedudukan tinggi dalam sejarah iptek dunia. Kegiatan kebudayaan pada waktu itu juga sangat makmur. Agama Dao, agama Budha dan agama lainnya yang berasal dari luar negeri sangat populer pada masa itu. Sedangkan kitab sejarah "Xintangshu" yang disunting oleh Ouyang Xiu pada Zaman Dinasti Song Utara memberikan sumbangan sangat besar terhadap catatan sejarah Dinasti Tang. Kitab "Zizhi Tongjian" yang disusun oleh Sima Guang lebih-lebih adalah teladan buku kronologi. Di bidang kesusasteraan, pada masa itu muncul pengarang prosa yang terkemuka, antara lain, Ouyang Xiu dan Sushi. Sajak Songci yang muncul pada waktu itu merupakan masa emas perkembangan kesusasteraan zaman tersebut, di mana muncul banyak penyair terkenal, antara lain, Yan Shu, Liu Yong, Li Qingzhao dan Xin Qiji. Pada Zaman Dinasti Song dan Dinasti Jin kemudian, opera juga mengalami perkembangan yang sangat besar. Masa itu juga terkenal dengan lukisan yang mengutamakan isi pemandangan alam, burung dan bunga. Lukisan Qingming Shanghetu yang dari Zhang Zeduan adalah karya lukisan abadi dalam sejarah lukisan Tiongkok.

Wednesday, May 19, 2010

ChindoNews : Dinasti Yuan

Timuzhen dari Mongolia atau Temudjin mendirikan negaranya pada tahun 1206, dan pada tahun 1271, Kublai-Khan menetapkan nama negaranya sebagai Yuan, dan pada tahun 1279, menetapkan ibu kotanya di Dadu ( Beijing sekarang ) setelah mengalahkan Dinasti Song.

Bangsa Mongol semula menetap di sebelah barat Gurun Pasir, Tiemuzhen mengalahkan berbagai marga, menyatukan Mongol dan mendirikan Negara Mongol, menamakan dirinya sebagai Genghis Khan.

Tiongkok pada masa Dinasti Tang ( 618-907) dan Dinasti Song ( 960-1279) adalah negara yang paling maju di dunia, memiliki daya tarik bagi negara-negara tetangga baik di bidang ekonomi maupun kebudayaan. Pada Dinasti Yuan ( 1206-1368 ), utusan, pedagang yang timbal balik antara Timur dan Barat lebih banyak dari pada masa sebelumnya. Dinasti Yuan kerap berhubungan dengan Jepang dan berbagai negara Asia Tenggara. Pada tahun 1275, anak pedagang Venezia, Marco Polo mengikuti ayahnya berkunjung ke Tiongkok dan menetap selama 17 tahun. Marco Polo meninggalkan karyanya " Perjalanan ", salah satu dokumen penting bagi orang Barat untuk mengenal Tiongkok dan Asia.

Di bidang budaya, Melodi Yuan paling mengagumkan, tokoh representatif, antara lain Guan Hanqin dan Wang Shifu, dan karya representatif, antara lain " Dou E Yuan " dan " Xi Xiang Ji ".

Pada tahun 1333, pemberontakan kaum tani dengan agama dan persekutuan rahasia sebagai ikatan menyebar luas ke seluruh negeri. Pada tahun 1351, kaum tani buruh yang membenahi Sungai Kuning memicu pemberontakan dengan " kain merah " sebagai tandanya. Pada tahun 1341, Kepala Tentara " Kain Merah " Zhu Yuanzhang berhasil menggulingkan Dinasti Yuan dan mendirikan Dinasti Ming.

Tuesday, May 18, 2010

ChindoNews : Dapu, "Shangri-La Orang Hakka"

Dapu adalah sebuah kabupaten di bawah kota Meizhou, provinsi Guangdong, selatan China. Dapu juga dikenal sebagai "Wanchuan", yang berarti "di tengah ribuan gunung". Jumlah penduduk kabupaten ini lebih 500.000 orang, dan kebanyakan orang Hakka. Pada masa dahulu, orang Hakka meninggalkan kampung halaman mereka untuk mencari rezeki di luar negeri. Menurut cerita keturunan orang Hakka (Dapu), yang kini berdomisili di luar negeri berjumlah sekitar 500.000 orang.

Ketika berjalan-jalan di Dapu, kita dapat melihat rumah orang lokal yang wajah aslinya terpelihara dengan baik sejak zaman Dinasti Qing. Rumah yang dindingnya berwarna putih serta gentingnya hitam, dengan hutan bambu dan pohon pisang di sekitarnya, membentuk satu lukisan tinta yang sangat cantik.





Monday, May 17, 2010

ChindoNews : Stadion Asian-Games GuangZhou

Komite Pelaksana Asian Games di Guangzhou memberitahukan bahwa persiapan untuk turnamen berbagai acara Asian Games di Guangzhou sudah siap, kini pihaknya mulai melakukan tes operasi berbagai stadion. Sejauh ini, semua stadion yang baru dibangun untuk Asian Games 2010 telah siap dibangun bagian atapnya, sementara proyek pembaikan stadion lama juga berjalan lancar.

Asian Games di Guangzhou ini melibatkan 53 buah stadion, termasuk 12 Stadion yang baru dibangun.



Thursday, May 13, 2010

Chindonews : Adat Istiadat Etnik Tajik di Tiongkok

Chindonews : Adat Istiadat Etnik Tajik di Tiongkok

Etnik Tajik, merupakan Salah Satu dari Sepuluh etnik minoriti beragama Islam Di Cina. Mereka kebanyakannya tinggal Di Dataran Tinggi Pamir Wilayah Autonomi Uygur Xinjiang. Budaya etnik Tajik mempunyai adat istiadat Yang Unik Dan menarik walaupun mereka tinggal Di dataran Tinggi Dan mereka dikenali sebagai Orang Yang tinggal Di Atas Awan. Lima Macam adat istiadat penduduk etnik Tajik Dan Yang amat dinamik telah memperlihatkan ciri-ciri Budaya etnik tersebut. Budaya penduduk etnik Tajik Yang tinggal Di Dataran Tinggi Pamir Wilayah Autonomi Uygur Xinjiang mempunyai ciri-ciri Unik antara lain :

Pemberian Hadiah untuk meluapkan perasaan cinta





Pertama, Pemberian Hadiah merupakan adat yang masih terpelihara Di kalangan penduduk etnik Tajik terutamanya muda Mudi untuk meluapkan perasaan cinta. Misalnya sigadis menyerahkan sulaman kepada sang kekasih demikian pula sebaliknya

Kedua, pertandingan merebut bangkai kambing untuk mengatakan cinta. Pemuda yang menang dalam pertandingan tersebut akan menyerahkan bangkai kambing itu ke seorang gadis yang dikasihinya. Gadis itu akan meminta seorang wanita yang sudah berusia untuk mengikatkan sapu tangan sulaman ke seekor kuda yang ditunggang oleh Pemuda yang dikasihinya. Ada juga gadis yang mengekspresikan rasa cintanya dengan cara ini.

Ketiga mengadakan tarian perayaan untuk mengungkapkan perasaan cinta. Penduduk etnis Tajik gemar menyanyi dan menari. Biasanya siPemuda akan terus menarikan tarian segi suku bangsa saja untuk memikat sigadis. Jika ada gadis yang meletakkan tudung berwarna merah di bahu kiri siPemuda ini berarti sigadis meluahkan perasaan cintanya kepada siPemuda itu.

Seruling elang




Seruling elang adalah alat musik khusus diwarisi oleh etnis Tajik yang tidak bisa terpisah dengan persembahan tarian. Sejak dahulu kala, seruling elang dikuasai dengan baik, menghasilkan melodi yang sangat merdu dan istimewa. Lazimnya, penduduk etnis Tajik yang tinggal di Dataran Tinggi pamer memainkan Seruling Elang untuk meluahkan hasrat dan harapan mereka sendiri.

Topi Wanita etnis Tajik

Wanita etnis Tajik gemar memakai topi yang dihiasi dengan berbagai hiasan. Topi sulaman yang halus buatannya, memiliki keunikan lokal yang istimewa yang menggabungkan fitur berbagai etnis.

Tajik berarti mahkota kerajaan. Kepala suku etnis Tajik suka memakai topi yang halus dan lebih menarik pada zaman dahulu kala. Raja merasa gembira dan mengizinkan anak buahnya memakai topi yang mirip dan topi itu diberikan nama. Sulaman topi yang halus buatannya dipakai oleh kaum wanita etnis Tajik dan sesuai dipakai di kawasan dataran tinggi.

Mencium tangan dengan sopan santun

Mencium tangan merupakan sopan santun yang ditunjukkan oleh penduduk etnis Tajik yang luar biasa. Biasanya, dua orang etnis Tajik terlebih dahulu berjabat tangan, dan serentak dengan itu saling mencium tangan untuk memperlihatkan keakraban mereka. Biasanya orang tua mencium dahi orang yang lebih muda, sedangkan orang muda mencium tangan orang tua itu. Ini memperlihatkan generasi muda sangat menghormati orang tua.

Wednesday, May 12, 2010

Chindonews : Pakaian Tradisional suku bangsa Han di Tiongkok

Pakaian Tradisional suku bangsa Han di Tiongkok



Pakaian Tradisional Bangsa Han China

Tuesday, May 11, 2010

Kapal Selam Nuklir China

CHINDONEWS MILITARY



India dan Amerika Serikat telah terlibat dalam pembicaraan tentang kekuatan Militer China dengan 2,25 juta personil angkatan bersenjatanya dan manuver strategisnya di kawasan Asia-Pasifik.

Waspada niat China jangka panjang, Perdana Menteri India Manmohan Singh dan Presiden AS Barack Obama bersama memberikan penilaian sendiri apa yang telah digambarkan sebagai kemampuan trans-perbatasan militer China dan keberadaannya tumbuh di Wilayah Samudra Hindia.

Cina juga menjalin hubungan maritim yang luas dengan negara-negara regional seperti Myanmar, Bangladesh, Sri Lanka, Maladewa, Seychelles, Mauritius, dan Madagaskar, The Times of India melaporkan Senin.

dan Ambisius China untuk memiliki Kapal Induk. carrier Ship utk pertempuran jarak jauh,
Saat ini, armada China terdiri dari sekitar 62 kapal selam, dengan 10 yang bertenaga nuklir dan tiga dipersenjatai dengan rudal balistik jarak jauh, dan 75 kapal perang besar.
salah satunya terlihat pada gambar diatas.

Monday, May 10, 2010

Pakaian Etnik Bai dan Uygur

Pakaian Etnik Bai

Orang etnis Bai sangat suka pada warna putih. Kebanyakan pakaian mereka terbuat dari kain putih.

Lelaki etnis Bai biasanya memakai baju putih dengan kerah hitam dan celana yang berwarna hitam atau biru. Di luar baju itu, mereka memakai weskot. Mereka juga suka membawa tas yang berwarna-warni dengan menggantungkannya di belakang. Kini, pria etnis Bai hanya memakai pakaian tradisi mereka pada masa menyambut perayaan. Wanita etnis Bai di area yang dekat dengan Dali, biasanya memakai baju putih yang bagian depannya lebih pendek dari bagian belakangnya. Di luar baju ini mereka memakai weskot dengan perhiasan dari perak di bagian depannya. Mereka memakai celana yang berwarna biru atau hijau dan sepatu kain yang dihias dengan bunga sulaman. Apron yang pendek pula diikat di pinggang mereka.


Topi Bunga Etnik Uygurs




Orang etnis Uygur sebagian besar tinggal di Daerah Otonomi Uygur Xinjiang. Mereka pandai menyanyi dan menari. Kata "Uygur" berarti persatuan.

Topi bunga yang dipakai oleh orang Uygur dan tocang gadis yang begitu panjang meninggalkan kesan kepada wisatawan yang pernah mengunjungi Xinjiang. Topi bunga merupakan bagian yang penting dalam pakaian orang etnis Uygur. Pada zaman Dinasti Tang (618-907) China,

penduduk di bagian barat laut China biasanya memakai topi kulit yang lonjong. Pada zaman Dinasti Ming pada (1368-1644), dengan pengaruh budaya Arab, lelaki etnis Uygur mulai mencukur rambut mereka dan memakai topi kecil yang dihias dengan bunga sulaman. Pada awal zaman Dinasti Qing (1616-1911), topi wanita etnis ini juga mengalami perubahan. Mereka menggunakan kulit untuk membuat topi pada musim dingin dan menggunakan kain sutera di musim panas. Di bagian depan topi mereka dihias dengan bulu burung. Topi mereka juga disulam dengan benang emas dan perak. Topi berbunga bersegi empat dari kawasan Gashagan berangsur-angsur menjadi populer dan menjadi yang paling banyak digunakan oleh orang etnis Uygur sekarang.

Friday, May 7, 2010

Shenyang in Chindonews

Shenyang dan Dalian, kota-kota penting di Tiongkok Timur Laut

Shenyang, ibukota Provinsi Liaoning dengan jumlah penduduk lebih 5.000.000 jiwa adalah kota industri terbesar sekaligus pusat perhubungan dan ekonomi di daerah Tiongkok Timur Laut. Dalam sejarah, Kota Shenyang pernah menjadi ibukota pendamping Dinasti Qing (1644-1911), dinasti terakhir di Tiongkok. Istana Kuno yang terletak di pusat kota masih terpelihara baik sampai sekarang. Musoleum Timur dan Musoleum Utara yang merupakan makam Nurhachi, pendiri Dinasti Qing dan Huang Taiji juga patilasan sejarah yang terkenal di Kota Shenyang.





Kota Shenyang bertetangga dengan Anshan dan Benxi yang kaya akan besi dan baja, dan tidak jauh pula dari Fushun yang kaya akan batu bara. Antara Shenyang dan Dalian di sebelah selatannya yang merupakan kota pelabuhan terdapat jalan kereta api dan jalan bebas hambatan. Shenyang dengan hasil bumi yang melimpah dan perhubungan yang leluasa memiliki syarat yang menguntungkan untuk dikembangkan menjadi kota industri berat. Shenyang adalah pangkalan produsen mesin perkakas yang terbesar di seluruh negeri, juga tempat produksi penting pompa air dan transformator ukuran besar.








Hari Peh Cun dalam artikel Chindonews



Hari Peh Cun yang di Tiongkok disebut hari Duanwu jatuh pada setiap tanggal 5 bulan ke-5 Imlek. Bersama dengan Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek dan Festival Tiongciu atau Festival Pertengahan Musim Rontok, merupakan tiga hari raya tradisional yang paling besar di Tiongkok.

Tentang asal usul Festival Peh Cun, penjelasannya bermacam-macam. Ada yang menganggap bahwa hari raya ini berasal dari kebiasaan rakyat merayakan Festival Xiazhi (Pada hari itu, siang hari di belahan utara bumi paling panjang dan malam paling pendek karena sinar matahari pada hari Xiazhi justru tepat di atas garis balik utara.)

Tapi ada juga orang yang menganggap bahwa hari raya Peh Cun berasal dari kebiasaan pemujaan totem rakyat yang bermukim di daerah aliran Sungai Yangtze. Namun umumnya orang Tionghoa menganggap bahwa Hari Peh Cun adalah satu festival yang diadakan untuk memperingati Qu Yuan, seorang pujangga Tiongkok yang patriotik. Qu Yuan pernah menjadi pejabat tinggi Negara Chu pada Zaman Negara-negara Berperang dari tahun 475 sampai 221 Sebelum Masehi. Pada zaman itu, Tiongkok terpecah belah menjadi 7 negara yang saling berperang. Berangsur-angsur, Negara Qin di bagian barat laut Tiongkok, kira-kira di Propinsi Shaanxi sekarang semakin kuat dan mengancam keamanan ke-6 negara yang lain. Qu Yuan yang patriotik mengusulkan kepada Raja Negara Chu, yang kira-kira terletak di Propinsi Hunan Tiongkok Selatan sekarang, agar bersekutu dengan Negara Qi dan bersama-sama melawan Negara Qin, namun gara-gara adu domba beberapa pejabat lain yang memihak Negara Qin, Qu Yuan dipecat dari jabatannya oleh Raja Negara Chu dan hidup dalam pembuangan. Pada tahun 278 Sebelum Masehi, Negara Chu ditaklukkan oleh Negara Qin. Pada tanggal 5 bulan ke-5 Imlek tahun itu, Qu Yuan bunuh diri dengan menceburkan diri ke Sungai Mi Luo. Konon setelah Qu Yuan bunuh diri, penduduk setempat berdatangan ke sungai itu untuk mencari jenazahnya seraya membuang bacang ke sungai itu agar ikan di sungai itu tidak menggerogoti jenazahnya. Lama-kelamaan kegiatan itu menjadi suatu tradisi dan setiap tanggal 5 bulan ke-5 Imlek penduduk setempat pasti mengadakan lomba dayung untuk memperingati Qu Yuan. Kegiatan ini sekarang juga diikuti oleh para peserta dari negara-negara lain. Pada hari Pehcun pasti disajikan bacang.

Selain bacang, pada hari Peh Cun disajikan pula telur bebek asin dan arak. Kedua makanan itu dianggap rakyat berperan sebagai penangkal malapetaka.


Selain makanan, pada hari Peh Cun rakyat Tiongkok mempunyai kebiasaan untuk mendekorasi rumahnya secara khusus. Misalnya setiap rumah akan memasang rumput Aicao dan rumput Caopu, dua tumbuhan obat yang dipercaya bisa berfungsi menangkal malapetaka, dan juga dapat menghalau gangguan nyamuk dan serangga berbisa lainnya yang banyak muncul pada awal musim panas ketika sering turun hujan. Selain itu, pada hari Peh Cun, orangtua akan membuat bungkus bumbu harum yang berbentuk harimau, labu kendi dan sebagainya untuk diberikan kepada anak-anak, dengan harapan anaknya dapat hidup tenteram dan bahagia.

Lomba perahu naga adalah salah satu kebiasaan penting pada hari Peh Cun di daerah sebelah selatan Sungai Yangtze. Konon kebiasaan itu juga berkatian dengan Qu Yuan. Menurut cerita, setelah Qu Yuan terjun ke dalam Sungai Miluo, rakyat setempat dengan mendayung perahu berusaha menolongnya. Lama-kelamaan mendayung perahu menjadi adat istiadat pada hari Peh Cun.

Thursday, May 6, 2010

Serba-serbi tentang Anjing pada Tahun Anjing



Tanggal 29 Januari adalah Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek, hari raya tradisional yang paling meriah di Tiongkok. Menurut kebiasaan rakyat Tiongkok untuk menandai tahun dengan nama binatang dengan 12 tahun sebagai satu siklus, mulai hari itu Tiongkok memasuki tahun anjing. Anak yang dilahirkan pada tahun anjing akan menjadikan anjing sebagai Shio atau lambang tahun kelahirannya. Berikut kami sampaikan cerita tentang anjing dan hubungannya dengan shio.

Orang zaman kuno di Tiongkok menggunakan 12 binatang untuk menandai tahun, setiap 12 tahun satu siklus, dan tahun ini adalah tahun anjing. Kebiasaan menandai tahun dengan nama 12 binatang ini sudah berlangsung selama 2.000 tahun lebih di Tiongkok. Ke-12 binatang yang dijadikan lambang untuk menandai tahun dan tahun kelahiran seseorang itu menurut urutannya adalah tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing dan babi. Tentang asal usul shio itu, kini tersebar banyak cerita. Salah satu di antaranya menganggap urutan 12 binatang itu ditetapkan menurut kebiasaan 12 binatang itu, misalnya tikus yang paling aktif kegiatannya pada larut malam ditempatkan pada kedudukan pertama, disusul binatang-binatang lainnya. Di antaranya anjing yang menempati urutan ke-11 karena dianggap bertugas menjaga rumah antara pukul 7 dan 9 malam, yakni waktu yang sudah malam suatu hari. Berkenaan dengan tahun anjing setelah tanggal 29 Januari nanti, marilah kita bicarakan anjing dalam kebudayaan Tiongkok.



Anjing adalah sahabat manusia. Di Tiongkok topik tentang anjing banyak sekali, dan banyak di antaranya berisi hal-hal yang lucu dan menarik.

Anjing dianggap sebagai binatang yang dapat bertukar pikiran dengan manusia. Cerita tentang anjing menyelamatkan tuan atau lebih baik mati daripada hidup setelah tuannya meninggal tersebar di mana-mana, baik di Tiongkok maupun di negeri lainnya, dan baik sekarang maupun pada masa lampau. Rakyat etnis Manchu yang hidup di bagian utara Tiongkok berhubungan erat dengan anjing dan konon itu berkaitan dengan nenek moyangnya yang bernama Nurhach.

Nurhach hidup antara akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17 Masehi, dan merupakan pendiri Dinasti Qing, dinasti feodal terakhir dalam sejarah Tiongkok. Sebelum berdirinya Dinasti Qing, pemerintah yang berkuasa di Tiongkok adalah Dinasti Ming. Konon Nurhach suatu peristiwa dikejar oleh pasukan Dinasti Ming. Pada saat itu, Nurhach melarikan diri dengan menunggang kuda dan didampingi seekor anjing berwarna coklat. Ketika ia sampai ke sebuah ngarai, ia lantas melompat ke dalam ngarai bersama kudanya. Akan tetapi Nurhach terselamatkan karena terbanting di atas tubuh kuda kesayangannya, tapi ia sempat koma. Pasukan Dinasti Ming yang melihat sekawanan gagak di atas tubuh Nurhach masih belum bisa memastikan apakah dia sudah mati, maka menyalakan kayu dan ranting untuk dilemparkan ke ngarai, agar dapat membakarnya menjadi abu. Anjing coklat milik Nurhach setelah melihat pasukan Dinasti Ming mundur, segera menjatuhkan diri ke dalam sungai untuk menyiram atau merendamkan tubuh dengan air, kemudian anjing berguling-guling di sekitar tubuh Nurhach untuk memadamkan api supaya tuannya tidak dilalap api. Akhirnya Nurhach terselamatkan, namun anjing coklat itu mati karena terlalu capek.



Kemudian Nurhach berhasil mendirikan Negara Jin, yang kemudian berkembang menjadi Dinasti Qing yang berkuasa di seluruh Tiongkok. Berkat peranan penting yang pernah dimainkannya, anjing secara wajar menjadi sahabat akrab rakyat etnis Manchuria. Selama bertahun-tahun, rakyat etnis Manchuria terus memelihara tradisi tidak membunuh anjing, tidak makan daging anjing dan tidak memakai topi kulit anjing. Anjing yang dipelihara oleh etnis Manchuria biarpun sudah terlalu tua untuk menjaga rumah akan diperlakukan dengan baik, setelah mati anjing juga dimakamkan dengan upacara tertentu. Tradisi serupa juga terdapat di masyarakat etnis Pumi, Lagu dan Tibet.

Anjing sangat loyal kepada tuan. Konon pada abad ke-3 Sebelum Masehi ketika Dinasti Han didirikan, Kaisar Hangaozu yaitu Liu Bang memuji para menteri yang berjasa sebagai "anjing yang berjasa".
Jengis Khan, pendiri Dinasti Yuan pada abad ke-13 Masehi bahkan menyebut empat jenderal paling berani di bawah pimpinannya sebagai "empat anjing". Di Tiongkok ada juga pepatah yang berbunyi Quanmazhilao, yang berarti secara sukarela membantu orang lain seperti anjing dan kuda. Ada juga pepatah yang berbunyi: anjing tidak menjauhi rumah karena miskin, yang menunjukkan sifat loyal anjing terhadap tuan yang memeliharanya.

Anjing memberi pesan kepada manusia sebagai binatang yang jinak, loyal dan gagah berani. Apalagi dalam lafal bahasa Tionghoa, gonggong seekor anjing berarti makmur, maka di Tiongkok ada pepatah yang berbunyi ada anjing, ada kemakmuran. Apabila seekor anjing secara mendadak mendatangi rumah, tuan rumah akan merasa sangat senang untuk memeliharanya, karena itu menandakan datangnya kemakmuran dan kekayaan. Banyak kitab kuno mencatat bahwa, anjing juga berperan menangkal malapetaka, dan oleh karena itu anjing sering dipakai sebagai korban dalam upacara ritual. Pada Dinasti Zhou kira-kira 3.000 tahun yang lalu, dalam pemerintah didirikan jabatan khusus untuk menangani urusan anjing. Dalam dongeng Tiongkok, jenderal langit bernama Dewa Erlangshen juga didampingi seekor anjing yang berjasa besar dalam menaklukkan iblis.

Pada pergantian tahun 2005 dan 2006, banyak negara daerah mengedarkan perangko tahun baru untuk memperingati "tahun anjing Tiongkok". Perangko anjing yang diedarkan Tiongkok bergambar seekor anjing hitam yang memakai baju tebal berwarna merah, yang penuh dengan nuansa kerajinan tangan tradisional Tiongkok. Sementara itu, menjelang datangnya tahun baru anjing, barang-barang kerajinan tangan yang aneka ragam juga menjadi sangat laris. Barang-barang itu tidak hanya sangat laku, tapi juga mempunyai nama yang bagus, misalnya "anjing makmur", "anjing jaga rumah" dan sebagainya. Nama-nama itu di samping kedengaran lucu, tapi juga memanifestasikan suasana riang gembira perayaan Tahun Baru Imlek.

Tuesday, May 4, 2010

Upacara Pembukaan Expo Dunia Shanghai 2010

Presiden Tiongkok, Hu Jintao mengumumkan pembukaan Ekspo Dunia Shanghai tahun 2010.

Ucapan selamat Ketua Biro Pameran Internasional, Lan Feng

Wakil Perdana Menteri Tiongkok merangkap Ketua Panitia Penyelenggara Ekspo Shanghai Tiongkok 2010, Wang Qishan menyampaikan Sambutan di Depan Upacara Pembukaan Ekspo Shanghai 2010

Anak Yatim akibat gempa bumi yang terjadi di daerah Yushu, Propinsi Qinghai Bersama Penyanyi.

Penyanyi USA Nyanyi Lagu Better City Better Life.

Kepala Negara dan Pemerintah Berbagai Negara Hadiri Upacara Pembukaan Ekspo Dunia Shanghai.

Lagu <>

Pertunjukan Seni Upacara Pembukaan Ekspo Dunia Shanghai Tahun 2010 Digelar.

Pertunjukan Seni Upacara Pembukaan Ekspo Dunia Shanghai Tahun 2010 Diselenggarkan

Paviliun Tiongkok Menyalakan Lampu Menjelang Pembukaan Ekspo Dunia Shanghai.

Presiden Tiongkok Hu Jintao dan isterinya Liu Yongqing bersama-sama memasuki ruang upacara pembukaan.

Bendara Biro Pameran Internasional

Naikkan Bendara Kebangsaan Republik Rakyat Tiongkok.

Upacara Pembukaan Ekspo Dunia Shanghai Tahun 2010 Dibuka di Pusat Kebudayaan Ekspo Dunia Taman Ekspo Dunia Shanghai Malam Ini.
Pertunjukan seni sebelum Dibukanya Ekspo Dunia Shanghai tahun 2010

Pertunjukan seni sebelum Dibukanya Ekspo Dunia Shanghai tahun 2010

Pertunjukan seni sebelum Dibukanya Ekspo Dunia Shanghai tahun 2010