Translate This Blog - 翻译此博客

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Vietnam menjadi basis strategis untuk ekspansi raksasa tekstil Korea Hyosung dengan menginvestasikan hingga $ 6 miliar di negara Asia Tenggara itu.

Sejak 2007, perusahaan tersebut telah menginvestasikan $ 1,5 miliar untuk mengoperasikan unit spandex dan ban di Dongnai, sebuah kota industri dekat Ho Chi Minh. Dengan rencana investasi baru tersebut, Hyosung berencana untuk memulai bisnis industri kimia dan industri berat di negara ini dan juga bisnis tekstilnya di negara ini, kantor perusahaan Vietnam mengatakan.

Rencana tersebut diresmikan dalam sebuah pertemuan antara kepala Hyosung dan Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc.

"Hyosung yang mengekspor ke 70 negara di seluruh dunia adalah investor terbesar (Korea selatan) yang melakukan berbagai bisnis di bagian utara, tengah dan selatan Vietnam dan Hyosung Vietnam adalah basis ekspansi perusahaan global," Cho Hyun-joon, chairman and CEO dari Hyosung Corporation seperti dikutip oleh pejabat yang hadir dalam pertemuan tersebut.

"Tidak hanya kabel spandex dan ban, kami juga berencana mengembangkan bisnis di sektor kimia dan industri berat."

Hyosung sedang mempertimbangkan untuk membangun lini produksi baru di Provinsi Quang Nam, Vietnam tengah, kata perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan, tanpa menjelaskan lebih jauh mengenai bidang usaha spesifik yang akan diinvestasikan.










Pasukan penjaga perdamaian batch ke-5 asal China yang bertugas di Liberia melakukan kegiatan patroli. Kontingen tersebut menyelesaikan patroli bersenjata terakhirnya di Liberia minggu lalu dan segera akan kembali ke China dalam dua atau tiga minggu ke depan. Tim Pasukan penjaga perdamaian China adalah bagian dari Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Liberia (UNMIL), yang didirikan pada bulan September 2003 dan akan secara resmi selesai bertugas tanggal 30 Maret 2018

Lebih dari 20 penembak jitu elit menjalani latihan tempur selama 10 hari yang diselenggarakan oleh Korps Polisi Bersenjata Guangxi. Pelatihan tersebut meliputi penembakan konfrontasi, investigasi dan latihan ketrampilan fisik lainnya, seperti measukan lidi kedalam sedotan sambil mata di tutup.





Berbicara tentang sistem operasi, YunOS dari Alibaba, saat ini telah membuat kemajuan yang baik. Dan sistem ini secara resmi berganti nama menjadi AliOS tahun lalu, Sistem operasi otomasi alibaba telah berhasil digunakan pada 400.000 mobil di China yang dilengkapi dengan sistem operasi cerdas Alibaba.






Robot buatan China yang digunakan untuk eksplorasi kutub di Antartika telah mengambil bagian dalam penggalian di Lapisan Es Amery.

Dikembangkan oleh Institut Otomasi Shenyang dengan Akademi Ilmu Pengetahuan China, robot mirip tank ini dirancang untuk mendeteksi rute teraman melalui area tertutup salju yang mungkin bisa di lalui robot. Robot ini menggunakan radar udara dan fotografi penginderaan jarak jauh.

Robot bisa meluncur melintasi es dengan kecepatan 20 kilometer per jam. Ini bisa berjalan selama 30 kilometer, dan memiliki kemampuan untuk mendeteksi formasi sedalam 100 meter di bawah es.

Institut Otomasi Shenyang mengatakan robot tersebut mampu menempuh jarak sekitar 200 kilometer di Amery Ice Shelf selama 25 hari. "Ini melewati semua tes dan menunjukkan bahwa itu bisa beradaptasi dengan lingkungan kutub dengan sangat baik," kata seorang peneliti di SIA.

;;

Others Post

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...