Chindo News

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China.

Chindonews.blogspot.com

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China. .

China-Indonesian Information

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China..

Pameran Mobile

Pameran Mobil Internasional.

Pertukaran Budaya

Kebudayaan adalah sesuatu hal yang baru yang menghasilkan nilai budaya.

Tuesday, March 30, 2010

Perusahaan Automotif Tiongkok Geely Beli Volvo

Menurut Kantor Berita Xinhua, Perusahaan Terbatas Geely Zhejiang Tiongkok kemarin ( 28/03 ) di Goteborg, kota kedua terbesar Swedia menandatangani Persetujuan Pemblian Saham Dengan Perusahaan Otomotif Ford, Geely memperoleh 100% hak saham Perusahaan Otomotif Volvo serta aset terkait.

Presiden Grup Geely, Li Shufu dan Komisaris Keuangan Pertama Ford, Lewis Booth kemarin sore di markas besar Volvo di Goteborg menandatangani persetujuan, Grup Geely dengan 1,8 milyar dolar AS membeli Volvo, suatu rekor harga tertinggi bagi perusahaan Tiongkok untuk membeli aset mobil di luar negeri.

Li Shufu dalam upacara penandatanganan persetujuan mengatakan, sebagai pasar otomotif terbesar di dunia, Tiongkok akan menjadi pasar lokal kedua mobil Volvo, mobil Volvo akan mengembangkan potensi besar di pasar Tiongkok yang berkembang pesat.

Friday, March 26, 2010

Danau Namtso di Tibet

Danau Namtso, yang mempunyai arti danau surga atau danau dewa, merupakan tempat suci terkenal Agama Buddha Tibet, danau asin terbesar kedua menyusul Danau Qinghai, danau besar dan tertinggi dari permukaan laut di dunia.

Thursday, March 25, 2010

60 Tahun Tiongkok-RI: Saling Belajar, Saling Membangun

Enam puluh tahun sudah hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Indonesia, namun berbagai pasang surut mewarnai. Banyak masalah yang muncul dalam hubungan dua negara besar Asia Timur ini, namun juga banyak prospek yang dapat diraih di masa mendatang. Hal ini dibahas dalam seminar Memperingati 60 Tahun Hubungan Tiongkok-RI yang diselenggarakan bersama oleh lembaga non-pemerintah CSIS (Pusat Kajian Strategi dan Internasional) dari Indonesia dan China's People Institute of Foreign Affairs dari Tiongkok, kemarin (22/3) di Hotel Beijing International.

Saudara pendengar, Mantan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia Chen Shiqiu dalam sambutannya menyatakan,

"Dua puluh hari lagi, kita akan memperingati dimulainya hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Indonesia. 13 April 1950 adalah hari yang istimewa. Indonesia adalah negara non-sosialis kedua yang memberikan pengakuan terhadap pemerintah Republik Rakyat Tiongkok."

Duta Besar Chen menambahkan, hubungan kedua negara bertambah mesra setelah Indonesia menyelenggarakan KAA di Bandung, yang hasil deklarasinya membawa semangat dan inspirasi bagi negeri-negeri terjajah di Asia dan Afrika.

Namun, pada akhir 60'an, hubungan itu mengalami kemunduran. Baru pada 8 Agustus 1990 kedua pihak melakukan normalisasi hubungan, sehingga kerja sama antara Tiongkok dan Indonesia mengalami peningkatan sejak saat itu.

Mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid menjadikan Tiongkok sebagai negara pertama yang dikunjungi begitu beliau menduduki kursi kepresidenan. Dari pihak Tiongkok, presiden Hu Jintao juga melakukan kunjungan ke Indonesia tahun 2005 dan menandatangani kesepakatan kemitraan strategis.

"Masa depan yang cerah," Duta Besar Chen menegaskan, "kunjungan tingkat tinggi kedua negara memperdalam pengertian, mengurangi kesalahpahaman dan kecurigaan, memajukan persahabatan." Kini kedua negara sedang memfokuskan diri untuk meningkatkan volume perdagangan dari 30 miliar dolar AS menjadi 50 miliar dolar.

Senada dengan hal itu, Wakil Ketua Dewan Pengawas sekaligus salah satu pendiri CSIS, Jusuf Wanandi, dalam sambutannya menyatakan:

"Dalam kunjungan kenegaraan Presiden Tiongkok Hu Jintao ke Indonesia tahun 2005, bersama dengan Presiden Yudhoyono, menandatangani deklarasi kemitraan strategis, di mana kedua negara sepakat untuk mengembangkan kerjasama strategis jangka panjang berlandaskan pada kepentingan dan aspirasi bersama, juga saling menghormati perbedaan."

Menurut Jusuf, deklarasi kemitraan ini adalah salah satu titik penting dalam hubungan kedua negara. Indonesia selalu mendukung Kebijakan Satu Tiongkok, dan Tiongkok juga menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Indonesia.

Namun tidak dapat dipungkiri, hubungan kedua negara juga sempat mengalami gejolak dan menghadapi permasalahan yang disebabkan oleh sejarah masa lalu, kesalahpahaman, dan kurangnya informasi. Rizal Sukma, Direktur Eksekutif CSIS, menyatakan bahwa masalah memori masa lalu dan kekosongan yang terjadi akibat pemutusan hubungan diplomatik pada era '60an adalah faktor penghambat bertumbuhnya hubungan kedua negara. Banyak orang Tiongkok yang masih menganggap bahwa Indonesia adalah negara yang anti Tionghoa, sehingga sekarang adalah kewajiban kedua negara untuk meluruskan persepsi ini.

Dalam perkembangan dewasa ini, permasalahan persepsi masyarakat yang mencuat adalah tentang pemberlakuan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-Tiongkok, CAFTA. Untuk itu dibutuhkan kerja sama yang lebih mendalam untuk meningkatkan dialog dan komunikasi, bukan hanya antar pemerintah, namun juga hubungan antar rakyat kedua negara.

Sementara itu, menilik hubungan dan peran kedua negara di masa depan, Hadi Soesastro dari CSIS mengajak kita menilik kembali potensi kepemimpinan Asia Timur di kancah dunia.

"Posisi Asia Timur di dunia telah meningkat dengan signifikan karena prestasi ekonomi regional sejak 20 tahun terakhir. Kekuatan ekonomi Asia Tengah diproyeksikan melampaui Eropa atau Amerika Utara hanya dalam kurun waktu 20 tahun ke depan. Krisis finansial global yang melanda baru-baru ini nampaknya justru mempercepat proses itu."

Hadi menekankan, Indonesia dan Tiongkok, sebagai sesama kekuatan terbesar di Asia Timur dan sebagai anggota G-20, punya tanggung jawab besar untuk membentuk tata dunia. Indonesia dan Tiongkok sama-sama punya pengaruh sistemik ke seluruh dunia. Demi kemajuan bersama, kedua negara harus menggunakan kerangka yang ada untuk meningkatkan kerja sama dan peran Asia Timur, misalnya melalui ASEAN, ASEAN+3, ASEAN+6, dan APEC.

Saudara pendengar, menurut ekonom dari Standard Chartered, Fauzi Ichsan, kekuatan Asia Timur ini tidak bisa diremehkan. Ketika seluruh dunia menghadapi krisis ekonomi global, Tiongkok, India, dan Indonesia masih mengalami pertumbuhan positif. Konsumsi di tiga negara yang dikenal dengan singkatan Chindonesia itu masih cukup tinggi, mata uang menguat, investasi meningkat, pasar saham bergairah, dan pertumbuhan ekonomi terbilang cukup pesat, sehingga Asia Timur justru menjadi kawasan kunci untuk pemulihan ekonomi dunia.

Fauzi menekankan, pemberlakuan pasar bebas CAFTA bermanfaat positif bagi perekonomian kedua negara. Namun dalam kerangka kerja sama ekonomi antara Tiongkok dengan Indonesia sebagai salah satu negara ASEAN, timbul polemik dalam pemberlakuan CAFTA ini.

Fauzi mengatakan, sebenarnya polemik ini tidak perlu, karena ekspor Indonesia tidak sedang bersaing dengan ekspor Tiongkok. Indonesia umumnya mengekspor komoditi mentah, sedangkan Tiongkok pada barang produksi.

Mengenai peranan yang dapat dilakukan Tiongkok untuk memajukan kawasan Asia Tenggara pada umumnya, dan Indonesia pada khusunya, Fauzi mengatakan, dengan cadangan devisa yang luar biasa, Tiongkok bisa mengembangkan infrastruktur di negara-negara ASEAN, juga menyediakan pinjaman untuk mengurangi ketergantungan pada ekonomi Amerika Serikat.

Pertumbuhan perdagangan Tiongkok dan Indonesia menjadi perhatian utama Mochtar, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perdagangan. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, volume perdagangan kedua negara bertumbuh dari 12 miliar dolar hingga menjadi 26 miliar dolar Amerika Serikat. Mochtar mengatakan,

"Dalam tiga tahun pertama, neraca perdagangan Indonesia selalu positif, tetapi dalam dua tahun terakhir, Indonesia selalu negatif. Sekarang Tiongkok menjadi mitra dagang terbesar ketiga terbesar Indonesia. Lima tahun lalu Tiongkok bahkan tidak termasuk dalam lima besar mitra Indonesia. Tentu saja, karena impor dari Tiongkok lebih besar daripada ekspor ke Tiongkok, maka ini menjadi perhatian besar dari banyak sektor."

Mochtar menekankan pentingnya mencari solusi untuk membuat neraca perdagangan kedua negara menjadi lebih seimbang.

Dalam wawancara khusus dengan CRI, Hadi Soesastro mengungkapkan, Tiongkok juga harus meningkatkan investasinya dan mulai memikirkan untuk mengolah barang-barang produksinya di Indonesia.

"Indonesia sendiri juga harus lebih aktif mengupayakan supaya itu terjadi. Seperti dikatakan oleh beberapa orang dari pihak China, mereka juga menanyakan Indonesia ini walaupun dianggap sebagai negara penting, tetapi apakah Indonesia ini cukup aman untuk investasi, apakah aturan-aturannya itu cukup stabil. Itu perlu ada upaya yang lebih besar dari pihak Indonesianya."

Hadi menambahkan, justru Indonesia lebih diuntungkan dalam CAFTA, karena titik tolak perjanjian adalah waktu diputuskan, tarif masuk barang masuk Indonesia sudah sangat rendah, sementara tarif barang masuk ke Tiongkok jauh lebih tinggi.

Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Indonesia, Imron Cotan memproyeksikan volume perdagangan Indonesia dan Tiongkok akan mencapai 50 miliar dolar pada tahun 2015. Menanggapi hal ini, Sofjan Wanandi, ketua umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), mengatakan,

"Saya tetap optimis selama kita mengerjakan itu secara benar, dan juga harus betul bisa win-win, menguntungkan dua belah pihak. Jadi kita mengharapkan China jangan hanya membeli yang namanya bahan-bahan mentah dari Indonesia. Dia perlu membeli barang-barang jadi, perlu berinvestasi di Indonesia untuk membuat barang jadi di Indonesia, sudah itu dia beli barang jadi itu."

Berbagai potensi dan masalah dibahas dalam seminar memperingati enam puluh tahun hubungan diplomatik Tiongkok dan Indonesia ini. Setelah melalui pasang surut dan naik-turun, kedua negara sudah semakin dewasa dalam membina hubungan ini. Semua pihak yang terlibat dalam seminar ini setuju bahwa komunikasi yang lebih mendalam dibutuhkan untuk memajukan kerjasama, meningkatkan pengertian, dan mengurangi kesalahan persepsi yang bakal menghambat hubungan kedua negara.

Tuesday, March 23, 2010

Seminar Peringatan HUT Ke-60 Penggalangan Hubungan Diplomatik Tiongkok-Indonesia Digelar



Seminar peringatan genap 60 tahun penggalangan hubungan diplomatik Tiongkok-Indonesai digelar di Beijing hari ini (22/3). Wakil Ketua Dewan Penyantun Yayasan Pusat Studi Strategis dan Internasional Indonesia (CSIS), Jusuf Wanandi selaku Ketua Delegasi Indonesia dan Ketua Dewan Diplomatik Universitas Rakyat Tiongkok, Yang Wenchang selaku Ketua Delegasi Tiongkok tampak hadir dalam upacara pembukaan dan menyampaikan pidato.

Yang Wenchang menyatakan, hubungan persahabatan antara Tiongkok dan Indonesia bersejarah lama. Tiongkok dan Indonesia bertetangga secara bersahabat dan bekerja sama erat tidak hanya menguntungkan kedua negara, tapi juga menguntungkan perdamaian dan kemakmuran kawasan ini. Jusuf Wanandi menyatakan, sebagai negara besar regional, adalah sangat penting bagi Tiongkok dan Indonesia untuk melakukan kerja sama dalam pembinaan tata baru ekonomi internasional, perkembangan strategis Asia Timur dan pembangunan mekanisme regional.

Dalam seminar itu, para wakil kedua pihak melakukan diskusi mendalam mengenai hubungan Tiongkok-Indonesia, situasi Asia Timur dan kerja sama regional, serta perkembangan politik dan ekonomi Tiongkok dan Indonesia.

Seminar kali ini disponsori bersama oleh Dewan Diplomatik Universitas Rakyat Tiongkok dan CSIS.

Danau Langit Gunuang Changbai

Gunung Changbai terletak di di Cagar Alam Gunung Changbai, bagian tenggara Propinsi Jilin, Tiongkok timur laut. Pada zaman kuno, Gunung Changbai adalah sebuah gunung api. Menurut catatan sejarah, sejak abad ke-16, Gunung Changbai pernah meletus 3 kali. Setelah itu, mulut gunung api membentuk seperti mangkok dan menampung air, dan lama kelamaan menjadi danau. Sedang materi lahar menumpuk di sekitar mulut gunung menjadi 16 buah puncak, 9 di antaranya di wilayah Tiongkok dan 7 lainnya di Korea Utara.

Monday, March 22, 2010

Bangunan Mesjid Benxi Propinsi Liaoning China

Kota Benxi,kota dengan populasi sebanyak 1,56 juta jiwa dan luas sebesar 8.511,4 kilometer persegi ini terletak di bagian timur propinsi Liaoning. Di antara 34 etnis yang tinggal di kota yang memiliki 7 bangunan mesjid ini, populasi kaum Muslim dilaporkan sebanyak 253.000 jiwa.

Mesjid Benxi yang baru dibangun terletak di Jalan Dongsheng, Distrik Mingshan. Di sebelah utara mesjid seluas 5.000 meter persegi ini terdapat sebuah taman bernama Taman Zidan. Bangunan utama Mesjid Benxi mempunyai tiga lapisan bergaya Arab dengan menara Azan setinggi 40 meter. Semua kompleks bangunan memiliki fasilitas lengkap dan lingkungan yang ditata indah.

Bangunan Mesjid Benxi terdiri dari empat bagian. Pertama, tempat ibadah dan ruangan mandi yang terletak di sebelah barat daya bangunan tersebut. Bagian pertama bangunan ini memiliki tiga lantai, yakni lantai pertama ialah ruang mandi wanita dan pria dan ruang rapat. Lantai kedua ialah balai ibadah sebagai pusat bangunan tersebut dan lantai ketiga ialah ruang ibadah khusus wanita. Mesjid tersebut dapat menampung 1000 orang lebih untuk beribadah.

Sementara itu, bagian kedua ialah ruang kantor yang terletak di bagian selatan dan tengah bangunan tersebut. Di dalam Mesjid Benxi terdapat ruang-ruang kantor dan administrasi, serta ruang perpustakaan. Dan bangunan bagian ketiga ialah tempat pusat layanan yang terletak di bagian tenggara bangunan tersebut. Pusat layanan ini melayani urusan pemakaman. Selain itu, di kompleks ini juga terdapat restoran Muslim.

Dan bagian keempat ialah pusat pelatihan yang sedang dibangun. Pusat pelatihan ini dibuka untuk memberikan latihan keterampilan khusus kepada kaum Muslim. Selain itu terdapat pula sebuah ruangan khusus bagi kaum lanjut usia Etnis Hui di kompleks keempat ini.

Menara azan setinggi 40 meter merupakan bagian yang paling menonjol dari bangunan mesjid tesebut. Kaum Muslim dapat naik ke puncak menara tersebut untuk menyaksikan dan menikmati keindahan pemandangan Kota Benxi.

Friday, March 19, 2010

Dinasti pertama di China (Dinasti Xia)

Dinasti Xia sebagai dinasti pertama dalam sejarah Tiongkok berlangsung hampir 500 tahun antara abad ke-21 dan ke-16 sebelum masehi. Wilayah sentral kekuasaannya terletak di sekitar bagian selatan Provinsi Shanxi Tiongkok Utara dan bagian barat Provinsi Henan Tiongkok Tengah. Pendiri Dinasti Xia, Da Yu adalah tokoh pahlawan sejarah yang berhasil menjinakkan banjir dan memberi kehidupan tenteram kepada rakyat. Konon, Da Yu berhasil menjinakkan Sungai Kuning yang hampir setiap tahun meluap sehingga mendapat dukungan rakyat marga dan pada akhirnya mendirikan Dinasti Xia. Berdirinya Dinasti Xia menandakan masyarakat primitif yang panjang telah digantikan oleh masyarakat sistem milik pribadi, sejak itu Tiongkok telah memasuki masyarakat sistem perbudakan. Pada masa akhir Dinasti Xia, kekacauan politik berkecamuk dalam Keluarga Kerajaan Xia dan kontrdiksi klas semakin meruncing. Khususnya Raja Xia Jie, raja terakhir Dinasti Xia setelah naik takhta hanya tahu berfoya-foya tanpa memikirkan perbaikan pemerintahan. Setiap hari ia cuma tahu minum arak dan main-main dengan selirnya tanpa peduli akan penderitaan rakyat. Menteri yang berani mengajukan nasihat segera dibunuhnya. Maka, negara-negara kepangeranan dari Dinasti Xia beramai-ramai melakukan pemberontakan. Pada saat itulah, salah satu negara kepangeranan bernama Shang mengambil kesempatan untuk menyerang pasukan Raja Xia Jie dan akhirnya berhasil mengalahkannya. Xia Jie kemudian meninggal dalam perajalanan pelariannya di Nan Cao dan tamatlah sejarah Dinasti Xia. Oleh karena bahan-bahan sejarah tentang Dinasti Xia yang tersiar sampai sekarang sangat sedikit, maka keberadaan Dinasti Xia dalam sejarah masih kontroversial sampai sekarang ini. Akan tetapi, genealogi Dinasti Xia tercatat dengan jelas dalam Catatan Sejarah, sebuah buku sejarah terkenal di Tiongkok. Para arkeolog juga ingin menggunakan instrumen arkeologi untuk menemukan peninggalan materi dan budaya Dinasti Xia, untuk seterusnya mengembalikan sejarah dinasti itu sebagai mana adanya

Sejak tahun 1959, kalangan arkeologi Tiongkok mulai melakukan penyelidikan terhadap "patilasan Dinasti Xia" untuk mencoba menguak budaya dinasti tersebut. Kini, sebagian besar ilmuwan berpendapat bahwa "Kebudayaan Erlitou" yang mendapat namanya dari patilasan Erlitou, Yanshi, Provinsi Henan Tiongkok Tengah merupakan sasaran utama penjajakan budaya Dinasti Xia. Menurut hasil pengetesan, masa keberadaan patilasan budaya itu kira-kira 1.900 tahun sebelum Masehi termasuk dalam lingkup kronologi Dinasti Xia. Walaupun sekarang masih belum ada cukup bukti langsung untuk memastikannya sebagai budaya Dinasti Xia, namun bahan arkeologi yang kaya hasil penyelidikan tersebut dengan kuat telah mendorong penjajakan budaya Dinasti Xia. Alat-alat produksi yang tergali dari patilasan budaya Erlitou terutama adalah alat-alat dari batu, alat-alat dari tulang dan kulit kerang juga masih digunakan. Di dasar sejumlah rumah, lubang abu dan dinding kubur terdapat bekas penggalian tanah dengan alat dari kayu. Dengan menggunakan alat-alat yang masih primitif itu, rakyat pekerja pada waktu itu mengembangkan kerajinan dan kecerdasannya untuk menjinakkan sungai, menggarap tanah dan mengembangkan produksi. Walaupun sampai sekarang masih belum ditemukan alat-alat perunggu yang besar di patilasan Dinasti Xia, namun di Patilasan Kebudayaan Erlitou terdapat alat-alat seperti pisau, tusuk, pahat serta senjata dan bejana dari perunggu. Sementara itu ditemukan pula bekas tempat pengecoran perunggu dan digali sisa tembikar dan perunggu serta keping ketel pengecoran. Selain itu, di Petilasan Kebudayaan Erlitou ditemukan pula banyak benda jade atau giok yang taraf seni pembuatannya cukup tinggi antara lain barang hiasan bertatahkan batu permata dan alata musik dari batu, menunjukkan teknik kerajinan tangan dan pembagian kerja intern telah mengalami kemajuan tertentu. Dalam catatan dokumen kuno, yang paling patut diperhatikan ialah tentang penanggalan Dinasti Xia. Menurut dokumen penting tentang penanggalan Dinasti Xia yang kini masih ada, terbukti orang ketika itu sudah bisa memastikan bulan menurut posisi yang ditunjukkan oleh gagang bintang kejora, itulah penanggalan paling awal di Tiongkok. Sesuai dengan urutan 12 bulan penanggalan Dinasti Xia, masing-masing tercatat astrologi, meteorologi dan lain-lain serta hal-hal yang berkaitan dengan pertanian dan pemerintahan yang perlu dikerjakan. Ini pada taraf tertentu telah mencerminkan taraf perkembangan produksi pertanian Dinasti Xia dan telah menyimpan pengetahuan ilmu yang relatif bernilai dan paling tua di Tiongkok.

The Bund Baru Shanghai Nyalakan Lampu Panorama

The Bund Baru Shanghai kemarin (10/3) malam menyalakan lampu panorama untuk percobaan sebelum diresmikan akhir bulan ini. The Bund adalah landmark baru Kota Shanghai.

Pekerja sedang sibuk menguji lampu panorama di The Bund Baru.

Thursday, March 18, 2010

Paviliun Selandia baru

"hidup antara langit dengan bumi". Barangkali hanya Selandia baru saja yang mempunyai pemandangan alam yang indah dan landskap tanah yang luas terbentang dan rakyatnya boleh bangga berkata mereka hidup antara langit dengan bumi.

Orang Selandia baru yakin, hanya dengan memelihara alam sekitar, dapat mewujudkan kehidupan yang baik kualitasnya. Sementara itu, pemandangan alam yang indah juga membolehkan rakyat Selandia baru bersahabat dan suka menerima tamu untuk berkunjung ke Selandia baru.


Wednesday, March 17, 2010

Pernyataan PM Tiongkok Tentang Kurs Mata Uang

Menurut laporan Kantor Berita Xinhua, sidang ke-3 Kongres Rakyat Nasional (KRN) Tiongkok kemarin (14/03) ditutup dengan sukses di Beijing. Media asing yang meliput penutupan sidang KRN menaruh perhatian lebih terhadap pernyataan Perdana Menteri Wen Jiabao.

Agence France-Presse (AFP) melaporkan, dalam upacara penutupan sidang KRN Tiongkok kemarin, setelah melalui pemungutan suara, sidang menyetujui rancangan anggaran belanja tahun 2010, yang menitik-beratkan alokasi dana di bidang layanan kesehatan, akses pendidikan, dan jaminan perumahan untuk kelompok yang rendah penghasilannya.

Kantor berita The Associated Press (AP) mengutip pernyataan PM Wen Jiabao dalam jumpa pers yang diadakan pada sidang ke-3 KRN ke-11, sehubungan dengan angka pengangguran di beberapa kekuatan ekonomi utama tidak juga mengalami penurunan, risiko moneter tetap ada, dan ekonomi global masih mungkin mencapai titik terendah untuk yang kedua kalinya. Menyinggung keadaan ekonomi Tiongkok, Wen Jiabao menyatakan, kondisi operasional banyak perusahaan Tiongkok belum sepenuhnya pulih, masih harus mengandalkan kebijakan yang mendukung.

Deutsche Presse Agentur (DPA) menyebutkan, Wen Jiabao menentang penggunaan cara paksa menaikkan nilai tukar Yuan secara drastis. Menurut Wen Jiabao, mekanisme penetapan kurs mata uang suatu negara ditentukan oleh kondisi ekonomi negara itu sendiri. Tiongkok akan 'mendorong lebih lanjut reformasi penetapan kurs Yuan, memelihara stabilitas nilai tukar pada level yang rasional dan seimbang'.

Kantor Berita Kyodo Jepang melaporkan, Wen Jiabao menentang anggapan rendahnya nilai tukar Yuan, menekankan bahwa tindakan saling menyalahkan tidak sejalan dengan kepentingan negara mana pun. Wen Jiabao juga mengingatkan, ekonomi global masih mungkin kembali jatuh ke titik terendah.

Reuters mengutip penekanan PM Wen Jiabao bahwa Tiongkok akan terus mempertahankan proses reformasi mandiri dalam mekanisme penetapan kurs Yuan. Tekanan dunia luar terhadap masalah tersebut tidak bermanfaat bagi reformasi kurs RMB.

Wall Street Journal Amerika Serikat memberitakan pernyataan Wen Jiabao bahwa Tiongkok akan menggalakkan reformasi sistem ekonomi, politik, dan di berbagai bidang lainnya. Wen Jiabao juga menegaskan keadilan sosial adalah dasar stabilitas masyarakat.

Monday, March 15, 2010

Istana Potala di Lhasa (Bag 2)

Istana Potala


Istana Merah adalah bagian utama Istana Potala, di mana terdapat balai pagoda arwah Dalai Lama berbagai zaman dan berbagai ruang pemujaan Budha. Di antaranya, yang paling indah adalah balai pagoda arwah Dalai Lama V Losan Jiacuo. Tinggi pagoda 15 meter. Dasarnya berbentuk persegi dan atapnya bundar. Jenazah Dalai Lama V disimpan dalam pagoda tersebut setelah diawetkan dengan bahan pewangi dan bahan-bahan lain. Pagoda itu dilapisi emas sebanyak 3724 kilogram dan bertatahkan lebih 15 ribu intan, zamrud, mutiara, giok dan batu akik yang mahal. Pada alas pagoda diletakkan berbagai alat untuk upacara sembahyang. Balairung Barat adalah ruang pagoda arwah Dalai Lama V, merupakan balairung yang terbesar di Istana Merah, di dalamnya terdapat 48 tiang kayu yang besar setinggi 6 meter. Di Balairung Barat itu terdapat patung-patung Buddha, serta binatang-binatang seperti singa dan gajah yang terbuat dari kayu.

Dalam pembangunan Istana Potala pada abad ke-17 dan perluasan setelah itu, didatangkan pelukis-pelukis terbaik di daerah Tibet untuk membuat lukisan dinding yang indah sebanyak puluhan ribu, semua ruang istana, ruang depan, koridor dan beranda dihias dengan lukisan dinding yang beragam temanya, ada yang menceritakan tokoh dan kisah sejarah, kisah kitab agama Buddha, ada juga yang mencerminkan bangunan, adat istiadat, olahraga dan rekreasi. Lukisan-lukisan itu merupakan karya seni yang bernilai sangat tinggi dalam Istana Potala. Selain itu, di Istana Potala tersimpan pula banyak gambar sepul, ukiran batu dan kayu, patung tanah dan lain-lain serta permadani Tibet, keramik, giok dan sejumlah besar benda kerajinan tradisional sejak abad ke-17. Benda-benda itu tidak hanya mempunyai nilai seni yang tinggi, tapi juga mencerminkan sejarah kontak dan pertukaran kebudayaan antara etnis Tibet dan etnis Han serta etnis-etnis lain selama seribu tahun lebih.

Sebagai "mutiara di atap dunia", tata ruang dan bangunan sipil, serta teknik peleburan logam, seni lukis dan ukir Istana Potala terkenal di dunia dan mencerminkan teknik tinggi para tukang berbagai etnis, terutama etnis Tibet serta prestasi besar arsitektur etnis Tibet. Tahun 1994, Istana Potala secara resmi dicantumkan oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB UNESCO ke dalam daftar warisan budaya dunia.

Saturday, March 13, 2010

Istana Potala di Lhasa

Istana Potala - (bag 1)

Istana Potala terletak di Bukit Merah di pusat kota Lhasa Daerah Otonom Tibet Tiongkok. Istana yang besar dan megah itu dibangun mengikuti topografi bukit dan dijuluki sebagai "mutiara di atap dunia". Istana Potala adalah karya representatif arsitektur etnis Tibet yang brilian, juga salah satu bangunan zaman kuno yang paling terkenal di Tiongkok.

Istana Potala adalah tempat kegiatan politik, agama dan tempat tinggal Dalai Lama Tibet dari masa ke masa. Istana tersebut juga merupakan bangunan bertingkat paling besar yang ada di Tibet sekarang ini. Menurut catatan dokumen, Istana Potala mulai dibangun pada masa berkuasa Songtsan Gambo Dinasti Tibet abad ke-7 Masehi, merupakan pusat politik masa itu. Istana Potala pada waktu itu disebut sebagai Istana Bukit Merah. Skalanya sangat besar dengan dilingkari tiga lapis pagar tembok. Di dalam istana itu terdapat seribu balairung. Pada abad ke-9, Dinasti Tibet tercerai berai dan Tibet terjurumus dalam kekacauan perang waktu panjang. Istana Bukit Merah pun berangsur-angsur terbengkalai. Pada tahun 1645, Istana Potala dibangun kembali oleh Dalai Ke-5. Proyek utama pembangunan kembali istana itu memakan waktu kira-kira 50 tahun. Kemudian, pembangunan dilanjutkan dengan memakan waktu 300 tahun.

Istana Potala yang bertingkat 13 tingginya 110 meter, berstruktur batu dan kayu. Tembok istana terbuat dari batu granit, yang paling tebal mencapai 5 meter. Dasar tembok istana mencapai lapisan batu, di dalam tembok luar diisi cairan besi untuk meningkatkan keutuhan seluruh bangunan dan daya tahan terhadap gempa bumi, sedang di atasnya dilengkapi hiasan terbuat dari emas untuk penangkal petir. Selama ratusan tahun ini, Istana Potala telah mengalami berkali-kali sambaran petir dan gempa bumi, tapi bangunan itu tetap berdiri kukuh.

Istana Potala terutama terdiri dari Istana Putih di bagian timur sebagai tempat tinggal Dalai Lama, Istana Merah di bagian tengah yang merupakan balairung pemujaan Buddha dan pagoda persemayaman arwah Dalai Lama serta rumah biksu berwarna putih di bagian barat. Di depan Istana Merah terdapat sebuah tembok putih yang tinggi, tempat menggantungkan permadani besar bergambar Buddha pada hari raya agama. Walaupun bangunan-bangunan di Istana Potala dibangun pada masa yang berbeda, namun seluruh bangunan istana tampak sangat megah dan selaras karena dengan cerdik memanfaatkan topografi bukit, sehingga mencapai taraf sangat tinggi dalam estetika seni bangunan.

Bersambung

Friday, March 12, 2010

Paviliun Australia

Pusat Pameran Australia di Expo Shanghai bertema "imaginasi". Imaginasi individu dan imaginasi bersama merupakan kunci berbagai Negara di dunia untuk membuka pintu pembangunan yang berkelanjutan pada masa depan. Wakil pemerintah Australia, Peter Tesch menyatakan,

"Kami berharap Pusat pameran dapat memamerkan Australia yang sebenarnya kepada semua pengunjung. bersemangat, perlindungan alam sekitar; dan mempunyai udara dan sumber air yang bersih. Rakyatnya mempunyai imaginasi yang sangat banyak, bijak, mesra dan suka menerima tamu."




Wednesday, March 10, 2010

Presiden SBY Berkunjung ke Australia

Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pagi tadi (09/03) tiba di Canberra untuk memulai kunjungan selama tiga hari di Australia.

Selama kunjungan, Susilo Bambang Yudhoyono akan mengadakan pembicaraan bilateral dengan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd mengenai masalah-masalah yang menjadi perhatian bersama, antara lain, penyelundupan manusia dan pencabutan peringatan perjalanan ke Indonesia. Diprakiraakan, kedua pihak akan menandatagani persetujuan bilateral tentang pemberantasan penyelundupan manusia.

Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith hari ini menyatakan bahwa Indonesia adalah negara tetangga yang penting bagi Australia, hubungan bilateral kini berada pada masa terbaik dalam sejarah.

Dikabarkan, Yudhoyono juga akan mengadakan pertemuan dengan Gubernur Jenderal Australia Quentin Bryce, dan memberi pidato di depan Parlemen Federal Australia.

Monday, March 8, 2010

Paviliun Brazil

Tema Pusat pameran negara Brazil ialah "Kota dinamis, Brazil dinamis". Di pusat pameran ini, para pengunjung dapat menyaksikan berbagai budaya, kedinamisan Kota, ekonomi yang berkembang pesat, kehidupan di Negara Brazil, serta beberapa banyak keunggulan negara itu dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan, khususnya keunggulan dalam mengelola sumber yang dapat diperbaharui.





Friday, March 5, 2010

Dinasti Qin

Dinasti Qin merupakan dinasti kerajaan kesatuan feodal yang pertama dalam sejarah Tiongkok. Lahirnya Dinasti Qin mempunyai arti sangat penting dalam sejarah Tiongkok.

Masa antara tahun 255 dan tahun 222 sebelum Masehi adalah Zaman Negara-negara Berperang dalam sejarah Tiongkok, juga merupakan masa akhir sistem masyarakat perbudakan. Waktu itu di Tiongkok terdapat banyak negara merdeka yang saling menyerbu dan mencaplok sehingga pada akhirnya hanya terdapat 7 negara yang besar, yaitu Qin, Qi, Chu, Wei, Yan, Han dan Zhao. Di antara 7 negara itu, Negara Qin yang terletak di bagian barat laut paling kuat karena paling awal mengadakan reformasi di bidang militer dan pertanian. Pada tahun 247 Sebelum Masehi, Yingzheng yang baru berusia 13 tahun naik takhta menjadi Raja Negara Qin, tapi baru mulai menangani urusan pemerintahan pada usia 22 tahun. Dan sejak ia mulai menangani urusan pemerintahan, Raja Yingzheng mulai melaksanakan ambisinya untuk mencaplok 6 negara yang lain dan menyatukan Tiongkok. Untuk itu, ia berusaha keras merekrut tenaga ahli yang dapat dimanfaatkannya. Misalnya, ia pernah memberikan tugas penting kepada mata-mata Negara Han bernama Zheng Guo untuk membangun "Saluran Irigasi Zheng Guo". Berkat proyek tersebut, 40 ribu qing (satu qing kira-kira sama dengan 6,6667 hektar) tanah alkali Negara Qin menjadi tanah subur tanpa terpengaruh oleh bencana kemarau dan bencana banjir, sehingga menyediakan syarat material yang cukup bagi Negara Qin untuk menyatukan Tiongkok.

Selama hampir 10 tahun antara tahun 230 dan tahun 221 sebelum Masehi, Raja Ying Zheng berturut-turut membasmi 6 negara yang lain dan berhasil menyelesaikan usaha penyatuan Tiongkok. Dengan ini berakhirlah situasi terpecah-belahnya Tiongkok dan lahirlah Dinasti Qin yang bersatu dan bersifat monarki. Yingzheng dari Dinasti Qin juga menjadi kaisar pertama dalam sejarah Tiongkok, maka sering dipanggil "Kaisar Qinshihuang", artinya kaisar pertama Dinasti Qin.

Disatukannya Tiongkok oleh Dinasti Qin mempunyai arti sangat besar dalam sejarah Tiongkok. Pertama, secara politik, Kaisar Qinshihuang membatalkan sistem pembagian wilayah kepada pangeran dan mulai melaksanakan sistem jun dan kabupaten, yaitu seluruh negeri dibagi menjadi 36 jun yang terdiri dari beberapa kabupaten. Pejabat pemerintah pusat dan daerah semuanya dilantik dan dipecat oleh kaisar, jabatan tidak boleh diwarisi. Sistem jun dan kabupaten yang dirintis oleh Dinasti Qin berkembang menjadi sistem baku dalam sejarah dua ribu tahun Tiongkok kemudian. Sekarang banyak kabupaten di Tiongkok masih menggunakan namanya yang ditetapkan pada Dinasti Qin.

Sumbangan penting lain lagi setelah penyatuan Tiongkok ialah Dinasti Qin berhasil menyatukan huruf Han atau Kanji. Sebelumnya, berbagai negara mempunyai hurufnya sendiri. Walaupun huruf-huruf Kanji itu sama asal usulnya dan hampir sama dalam ejaannya, namun perbedaannya tetap mendatangkan rintangan bagi penyebarluasan dan pertukaran kebudayaan. Setelah menyatukan Tiongkok, Dinasti Qin memerintahkan agar Huruf Kanji yang dinamakan Xiaozhuan dijadikan huruf Kanji yang dipakai di seluruh negeri. Setelah itu, perubahan huruf Kanji Tiongkok berkembang secara teratur. Ini mempunyai arti yang tak terbilang bagi pembentukan sejarah dan pewarisan kebudayaan Tiongkok.

Selain itu, Dinasti Qin menyatukan pula ukuran panjang, isi dan berat nasional. Dibanding dengan huruf Kanji, masalah ukuran lebih serius karena sebelum penyatuan, ukuran panjang, isi dan berat di berbagai negara sangat berlainan dan ini sangat merintangi perkembangan ekonomi. Sementara itu, Kaisar Qinshihuang menyatukan pula mata uang dan hukum sehingga menciptakan syarat bagi perkembangan ekonomi, juga sangat meningkatkan kedudukan pemerintah pusat.

Untuk meningkatkan kekuasaan monarki di bidang pikiran, pada tahun 213 Sebelum Masehi, Kaisar Qinshihuang memerintahkan membakar semua buku sejarah negara lain dan kitab Aliran Ru kecuali Kitab Sejarah yang disimpan oleh pejabat sejarah. Mereka yang berani menyimpan buku-buku itu bahkan dibunuh. Sementara itu, untuk menghadapi agresi kekuasaan etnis minoritas di bagian utara Tiongkok, Kaisar Qinshihuang memerintahkan menyambung tembok-tembok besar yang dibangun oleh negara-negara Qin, Zhao dan Yan pada masa lampau sehingga terbentuklah Tembok Besar sepanjang 5 ribu kilometer dari ujung barat ke ujung timur Tiongkok. Selain itu, Kaisar Qinshihuang juga mengerahkan 700 ribu tenaga dan mengalokasi dana dalam jumlah sangat besar untuk membangun Makam Gunung Lishan yang sekarang lazim disebut sebagai Makam Kaisar Qin dan prajurit dan kuda terakota Kaisar Qinshihuang.

Dengan disatukannya Tiongkok oleh Kaisar Qinshihuang, berakhir pula situasi terpecah belah Tiongkok dalam sejarah yang lama dan berdirilah satu imperium feodal multi etnis dengan etnis Han sebagai intinya. Sejak itu, terbukalah satu lembaran baru dalam sejarah Tiongkok.

Thursday, March 4, 2010

Paviliun Malaysia

Paviliun Malaysia mula dibuka pada tgl 28 Agustus 2009 lalu.Pada tahun ini, Malaysia mengemukakan konsep baru yaitu "Malaysia harmoni, berorientasikan rakyat, bertindak dulu", untuk mendorong perpaduan dan kestabilan di Malaysia. Tema Paviliun Malaysia yang berbunyi "satu Malaysia - kehidupan Kota yang harmoni" berasal daripada konsep tersebut, dan sesuai dengan tema Ekspo Dunia di Shanghai ini, iaitu "Kota yang lebih baik berikan kehidupan yang lebih baik".


Tuesday, March 2, 2010

Danau Kanas di Xinjiang

Danau Kanas luasnya 5588 kilometer persegi, panorama ekologis alam dan humanioranya senantiasa memelihara wajah primitif, dijuluki "tanah suci bumi" dan danau yang paling indah di dunia. Seperti apa yang dikatakan oleh seorang pejabat PBB:"Disinilah sepotong tanah terakhir di bumi yang masih belum dikembangkan. Keberadaannya membuktikan bahwa umat manusia memiliki tempat tinggal yang berapa indah di masa lampau."