Monday, February 26, 2018

E-commerce berkembang pesat di pedesaan China


Sebagai salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di China, sektor e-commerce semakin memperluas jangkauannya ke daerah pedesaan, mengubah ekonomi lokal dan cara hidup pedesaan. Pada saat yang sama, e-commerce pedesaan menjadi tanah subur bagi kewirausahaan dan medan pertempuran baru bagi raksasa e-retail di negara tersebut.

Liang Kai adalah seorang petani muda dan wiraswasta di Helan, sebuah daerah kecil di wilayah Otonomi Ningxia Hui, China barat laut. Dia adalah salah satu pengusaha paling awal menggunakan  e-commerce, menjual produk peternakan khusus lokal di platform online.

Dengan dukungan dari pemerintah daerah untuk mendorong kewiraswastaan ​​pedesaan, ratusan perusahaan kecil serupa bekerja sama untuk melatih personil dan menciptakan sistem pengemasan, pengiriman, dan purna jual terpadu.

Pada saat yang sama, beberapa perusahaan jasa Internet melakukan pemasaran ke pasar pedesaan,
Cuncunle, sebuah platform online yang menghubungkan penduduk lokal di 640.000 desa, menggunakan jaringan administrator lokal yang berpendidikan dan berpengaruh di komunitas mereka. Mereka memasangkan perusahaan dengan tenaga kerja dan konsumen lokal, dan membantu petani menjual produk mereka di platform Cuncunle.

Platform ini memanfaatkan jaringan lokalnya untuk membantu perusahaan terhubung dengan konsumen yang sulit dijangkau di pedesaan. Cuncunle telah berhasil masuk ke kurikulum EMBA Harvard Business School sebagai studi kasus untuk pemberdayaan pedesaan.

China meningkatkan upayanya untuk meningkatkan pembangunan di daerah pedesaan yang kurang berkembang, dan menopang e-commerce pedesaan telah menjadi strategi kunci untuk mencapai ambisi ini.

China telah menetapkan target 800 miliar yuan atau sekitar 120 miliar dolar AS, dalam e-commerce pedesaan pada tahun 2020.

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih atas Komentar anda.
Thanks for your Comments.