Saturday, July 28, 2018

Berwisata ke kota rusa di utara China


Kota Baotou, yang merupakan antara lokasi jalur Sungai Kuning, adalah tempat manusia primitif pada zaman dahulu melakukan berbagai kegiatan.

Dalam bahasa Mongol, "Baotao" berarti "habitat rusa". Maka, kota tersebut juga dikenal dengan nama "kota rusa".

Di situ, ada banyak warisan budaya kuno, bahkan sudah ada lebih 10 situs peninggalan sejarah telah ditemukan.

Di Gexigai yang terletak di Ashangoumen, 15 kilometer dari arah timur daerah Donghe, ada situs daerah perkampungan di Zaman Neolitik dan beberapa artefak lainnya.

Dataran Tinggi Mongolia terletak 1.000 kilometer dari arah utara Gunung Yinshan.

Pada zaman kuno China, daerah tersebut dihuni oleh kaum nomaden di bagian utara.

Kegiatan pertukaran antara kaum nomaden tersebut dengan warga di sepanjang aliran Sungai Kuning telah mendorong integrasi berbagai etnis, di samping mendorong perubahan sosial dan pembangunan peradaban.

Di situ, tidak ada kebisingan dan gangguan, yang ada hanyalah kehidupan di padang rumput yang serba indah, makanan enak serta lagu dan tarian Mongolia yang penuh keceriaan.

Udaranya segar, sedangkan padang rumputnya sejauh mata memandang dan sungguh mempesona.

Pada lebih 5.000 tahun yang lalu, ada pemukiman manusia di Baotou.

Pada zaman pemerintahan Kaisar Qianlong Dinasti Qing, Baotou menjadi sebuah perkampungan yang memiliki dua jalur.

Sungai Kuning mengalir di pinggiran selatan kota itu.

Baotou memiliki iklim benua dan kaya dengan sumber mineral.

Ada lebih 40 jenis mineral telah ditemukan di sana.

Selain itu, kota Baotou juga memiliki banyak kuil yang terkenal, diantaranya termasuk Kuil Guangjue yang dibangun pada zaman pemerintahan Kaisar Qianlong Dinasti Qing.

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih atas Komentar anda.
Thanks for your Comments.