Thursday, February 18, 2016

China menentang pemberian nama Plaza di depan Kedubes China di Washington

Pemerintah China melontarkan ancaman terhadap pemerintah Amerika Serikat terkait nama sebuah plaza di depan Kedutaan Besar China di Washington, AS. Beijing mengancam akan ada konsekuensi serius jika plaza tersebut diberi nama sesuai nama seorang pembangkang China.

Dalam voting kemarin, Senat AS mendukung dengan suara bulat, rencana untuk menamai plaza tersebut dengan Liu Xiaobo, peraih Nobel Perdamaian yang divonis penjara 11 tahun pada tahun 2009 atas dakwaan subversi. Dakwaan itu dijeratkan pada aktivis pro-demokrasi tersebut karena mengorganisir petisi yang menyerukan berakhirnya aturan satu partai.

Selama ini pemerintah China menganggap Liu sebagai seorang penjahat. Tak ayal, rencana AS itu mengundang kemarahan Beijing.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hong Lei mengatakan seperti dilansir kantor berita Reuters,  langkah tersebut berlawanan dengan norma-norma dasar hubungan internasional, dan China dengan tegas menentangnya.

"Jika RUU bersangkutan diloloskan menjadi UU, itu akan menyebabkan konsekuensi serius. Kami menuntut Senat AS berhenti mempromosikan RUU tersebut dan berharap otoritas eksekutif AS menghentikan lelucon politik ini," cetus Hong saat briefing pers harian.

Namun Hong tidak menjelaskan lebih jauh mengenai konsekuensi yang dimaksud.

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih atas Komentar anda.
Thanks for your Comments.