Friday, February 26, 2016

Kemlu China : AS Jalankan Hegemoni Maritim

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying dalam jumpa pers kemarin di Beijing mengatakan, AS menjalankan hegemoni mutlak di laut dengan alasan "kebebasan pelayaran".

Hua Chunying mengatakan, sebagai negara perdagangan terbesar di dunia dan negara pantai terbesar di Laut China Selatan, China lebih menaruh perhatian terhadap kebebasan pelayaran. Kenyataan menunjukkan, tak pernah terjadi persoalan dalam kebebasan pelayaran di Laut China Selatan, bukanlah China yang mempengaruhi kebebasan pelayaran di Laut China Selatan.

Juru bicara tersebut mengatakan, kebebasan pelayaran yang tercantum dalam hukum internasional bukan kebebasan yang disebut oleh AS untuk memperagakan kekuatan militer di atas laut. Pihak China mengharapkan pihak AS untuk menghentikan provokasi, menghentikan perbuatan yang dengan sengaja memicu ketegangan situasi, menghentikan perbuatan dan pernyataan yang tidak bermanfaat bagi perdamaian dan kestabilan di Laut China Selatan.

Panglima Armada Ke-7 Angkatan Laut Amerika baru-baru ini mengatakan, Australia dan negara-negara lainnya hendaknya mengikuti langka Amerika untuk berlayar di dalam perairan laut 12 mil laut dari pulau-pulau yang dipersengketakan di Laut China Selatan, sebagai bentuk deklarasi hak pelayaran bebas. Mengenai hal tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying dalam jumpa pers di Beijing menyatakan, "Fakta membuktikan, pelayaran bebas di Laut China Selatan sama sekali tidak ada masalah. Karenanya AS tidak dapat melemparkan tuduhan mengganggu kebebasan pelayaran di Laut China Selatan kepada China. Sejumlah pejabat dari pihak Amerika berkali-kali mengangkat isu kebebasan pelayaran, tindakan itu hanya menunjukkan ketakutan yang tak semestinya dan niat AS untuk menebarkan perselisihan. Akan tetapi, saya harus menunjukkan bahwa kebebasan pelayaran yang diberikan oleh Hukum Internasional sama sekali bukan kebebasan bagi kapal dan pesawat Amerika untuk memamerkan kekuatannya. Kebebasan pelayaran yang dibicarakan Amerika itu, sebenarnya mungkin adalah hegemoni militer mutlak di atas laut. Kami berharap Amerika berhenti menebarkan perselisihan, berhenti menciptakan ketegangan dengan sengaja, serta menghentikan segala tindakan yang tidak menguntungkan perdamaian dan kestabilan di Laut China  Selatan."

CRI

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih atas Komentar anda.
Thanks for your Comments.