Tuesday, January 15, 2013

Wamenham Indonesia pidato di Universitas Pertahanan Nasional China

Wakil Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan pidato di Universitas Pertahanan Tentara Pembebasan Rakyat China hari Jumat lalu (11/1). Ia memaparkan kebijakan pertahanan Indonesia. Ia mengatakan, strategi pertahanan Indonesia adalah untuk membina kepercayaan, mencegah bentrokan, dan menghindari bentrokan ketika terjadi persengketaan. Sasaran kerja sama utama bagi Indonesia adalah negara ASEAN dan negara mitra ASEAN.

Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan, ASEAN bukan persekutuan militer. Indonesia dan China bekerja sama dengan berlandaskan prinsip saling menghormati, sama derajat, dan saling menguntungkan. Antara Indonesia dan China telah terjalin hubungan persahabatan layaknya saudara, tetapi ini bukan sekutu militer. Komunikasi dan kontak antara angkatan bersenjata kedua negara adalah untuk meningkatkan persahabatan, serta demi perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Pasifik.

Sjafrie mengatakan, kedua pihak telah meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan berdasar Deklarasi Hubungan Kemitraan Strategis 2005 dan Program Aksi 2010. Dalam beberapa tahun terakhir, kedua negara telah mencapai hasil signifikan di bidang pertahanan. Pasukan komando khusus kedua negara telah dua kali menggelar latihan antiteror bersama. Selain itu, kedua negara juga melakukan kerja sama di bidang pengembangan dan produksi serta alih teknologi di bidang industri pertahanan.

Sjafrie menyatakan, adalah wajar bagi China yang meningkatkan anggaran belanja untuk membela kedaulatan dan keutuhan wilayah. Sjafrie mengatakan, China yang tumbuh dengan laju dua digit adalah motor penggerak ekonomi dan perdagangan, sekaligus pusat ekonomi regional. Indonesia mengapresiasi hasil yang dicapai China, dan memandang pertumbuhan China telah membawa peluang bagi Indonesia, yang patut belajar dari pengalaman China dalam pembangunan negara.

Sjafrie Sjamsoeddin juga mengatakan, dilihat dari jumlah populasi dan GDP, adalah wajar bagi China untuk meningkatkan anggaran belanja militer demi membela kedaulatan dan keutuhan wilayah. Sjafrie menegaskan, "China memiliki hak untuk mengembangkan pertahanan diri, sedangkan Indonesia memiliki pendirian yang sama dengan China dalam hal ini."

Kunjungan Sjafrie Sjamsoeddin ke China adalah untuk menghadiri Pertemuan Keamanan Pertahanan China-Indonesia yang kelima. Pertemuan dipimpin oleh Sjafrie Sjamsoeddin selaku Wakil Menteri Pertahanan Indonesia dan Qi Jianguo selaku Wakil Kepala Staf Umum Tentara Pembebasan Rakyat China pada hari Kamis lalu (10/1). Sjafrie menyatakan, dalam pertemuan ini telah tercapai banyak kesepakatan tentang peningkatan kerja sama antara angkatan bersenjata kedua negara, termasuk peningkatan komunikasi pejabat militer, khususnya kunjungan timbal balik tingkat tinggi; peningkatan latihan bersama; pembinaan mekanisme dialog antara Angkatan Laut kedua negara, dan lain sebagainya. Angkatan bersenjata kedua negara perlu meningkatkan mekanisme dialog yang ada saat ini untuk menghadapi ancaman keamanan yang bersifat tradisional maupun non tradisional. Kedua negara perlu meningkatkan kerja sama pragmatis untuk memelihara perdamaian dan stabilitas kawasan.

Wakil Ketua Komisi Militer Komite Sentral Partai Komunis China Fan Changlong Jumat lalu (11/1) menggelar pertemuan dengan Sjafrie di Beijing. Fan Changlong menyatakan, China memandang penting hubungan angkatan bersenjata dengan Indonesia. China mengharapkan peningkatan kepercayaan strategis dan kerja sama pragmatis dengan Indonesia.

Sjafrie mengatakan, kelancaran pertemuan tidak terpisahkan dari dukungan tentara China. Indonesia dan China telah mencapai kemajuan pesat dalam kerja sama dan komunikasi di berbagi bidang. Indonesia berupaya meningkatkan kerja sama militer demi meningkatkan hubungan kemitraan strategis bilateral dengan China.

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih atas Komentar anda.
Thanks for your Comments.