Wednesday, May 31, 2017

Industri domba mengangkat desa Ningxia keluar dari kemiskinan




Pada makan malam menyambut KTT G20 Hangzhou di tahun lalu, hidangan yang terbuat dari daging domba dihargai oleh para pemimpin dunia karena rasanya yang lezat dan teksturnya yang lembut.

Bahan utama hidangan berasal dari sebuah desa yang sebelumnya miskin di Daerah Otonomi Ningxia Hui, China barat laut.

Desa Ma'erzhuang di Kabupaten Yanchi sekarang telah mendapatkan reputasi untuk industri domba Tan.

Terletak di padang gurun dan zona transisi Loess Plateau, desa tersebut telah lama terancam oleh angin dan badai pasir.

Di bawah kondisi lingkungan yang buruk tersebut, meningkatkan peternakan domba Tan menjadi pilar ekonomi penting bagi masyarakat setempat.

Standar hidup warga desa sulit dijamin, ketika harga daging kambing berfluktuasi, biaya makan meningkat, atau saat wabah epidemi kadang terjadi.

Dengan dukungan kebijakan pengentasan kemiskinan pemerintah dan daerah, pada tahun 2002, Desa Ma'erzhuang mulai menutupi bukit dengan program penghijauan.

"Di masa lalu, pasir bisa terakumulasi setinggi atap rumah, pemulihan lahan pertanian ke hutan telah diimplementasikan.Hanya dalam waktu tiga tahun, sistem ekologi hampir kembali normal," Kata seorang warga bernama Lu Wentao.

Pada saat yang sama, desa tersebut juga membentuk koperasi pengembangbiakan domba untuk mendorong penduduk desa untuk bersama-sama mengumpulkan bibit domba Tan.

Melalui bantuan timbal balik dan manajemen terpusat, koperasi telah mengurangi biaya dan risiko finansial.

Dengan meningkatnya dana dan kebijakan preferensial, desa tersebut telah mengembangkan sebuah mode pengembangan yang menghubungkan perusahaan, taman bisnis, famers, brand dan standardisasi.

Daging kambing pada perjamuan negara G20 tahun lalu disediakan oleh Perusahaan Xinhai, yang bekerja sama dengan Desa Ma'erzhuang.

Perusahaan membangun sebuah padang rumput di kabupaten itu pada tahun 2015, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas benih domba Tan melalui sarana ilmiah dan teknologi.

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih atas Komentar anda.
Thanks for your Comments.