Monday, February 27, 2017

Nan Roti khas Uigurs


Roti nan merupakan makanan khas etnis Uigur yang unik. Apabila orang Tionghoa menyebut etnis Uigur di Daerah Otonom Uigur Xinjiang, China, pasti teringat akan dua jenis makanan, yaitu roti nan dan sate kambing.

Roti nan sudah ada selama lebih dua ribu tahun. Arkeolog pernah menemukan roti nan di dalam sebuah makam lama. Kata "nan" berasal dari bahasa Persia dan cukup populer di Semenanjung Arab, Turki dan Asia Barat. Etnis Uigur pertama menamakan roti nan sebagai "aimaik". Setelah agama Islam tersebar di wilayah tersebut, mereka mulai menamakan makanan itu sebagai nan.Roti nan mudah dimasak dan bisa tahan lama. Roti nan sangat sesuai untuk para pedagang yang berjalan jauh dan penduduk nomaden yang selalu berpindah-pindah tempat. Tepung terigu merupakan bahan baku utama untuk memasak roti nan. Selain itu, wijen, bawang, telur, minyak, susu sapi, gula dan garam juga antara ramuan yang penting.

Kebanyakan roti nan berbentuk bulat. Roti nan memiliki banyak ukuran. Yang besar, garis tengahnya adalah sepanjang 40 sampai 50 cm dan menggunakan dua kilogram tepung terigu. Sementara, yang kecil, ukurannya sebesar tutup cangkir dan tebalnya hanya beberapa sentimeter saja.

Hampir semua warga Uigur pandai membuat roti nan. Makanan tersebut sangat penting bagi warga Uigur, khususnya ketika menjamu tamu.

Ada beberapa pantangan berkenaan dengan roti nan. Diantaranya termasuk roti nan tidak dapat dihitung dan tidak bisa dibuang atau terbuang. Selain itu, sisa roti nan harus dikumpulkan dan diberikan kepada burung. sehingga menurut pandangan etnis Uigur, roti nan sama seperti nyawa etnis Uigurs.

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih atas Komentar anda.
Thanks for your Comments.