Pada zaman Dinasti Han Barat (tahun 206-220 Sebelum Masehi), di negeri Yan, ada seorang pejabat pemerintah bernama Han Yanshou yang menjabat sebagai Kepala Pengawas Daerah Zuopingyi. Pada suatu hari, ketika mengadakan inspeksi ke Kabupaten Gaoling, dia melihat dua orang suster yang sedang berperang. Salah seorang dari mereka berkata dengan marah, "Ladang milik saya telah dirampas oleh adik saya. Tolonglah tuan buat keputusan yang adil bagi saya."
Seorang lagi berkata dengan sedih, "Ladang itu sebenarnya diwariskan oleh orang tua kepada saya. Abang saya bersikap tidak wajar. Dia bersikeras mengatakan peternakan itu diwariskan kepadanya."
Peristiwa tersebut sangat menyentuh hati Han Yanshou. Dia berkata dengan malu, "Sebagai Ketua Pengawas daerah ini, saya kurang efisien dalam mendidik massa sehingga menyebabkan terjadi perkelahian antara dua saudara kandung. Ini bukan saja melanggar adat dan kesantunan, bahkan akan membawa aib kepada orang yang berakhlak mulia. Semuanya disebabkan kesalahan dan kecerobohan saya. saya tidak layak lagi menjabat yang begitu penting ini. "
Pada hari itu, Han Yanshou tidak ingin bertemu dengan siapa pun dengan alasan sakit. Dia mengurung dirinya di dalam sebuah kamar untuk merenung kesalahannya. Setelah mengetahui hal tersebut, dua beradik yang berselisih dan mengadu kepada Han Yanshou itu merasa sangat sesal. Mereka berdua segera menuju ke rumah Han Yanshou untuk meminta maaf darinya.
Ketika melihat keduanya sudah insaf akan kesalahan mereka, barulah tampak sedikit kelegaan dan kegembiraan pada wajah Han Yanshou.
Catatan Keterangan:
Peribahasa "Bi Men Si Guo" ini berarti, merenung kesalahan dalam ruang yang ditutup pintunya atau dalam ruang yang tertutup. Peribahasa ini membawa arti, seseorang yang benar-benar insaf akan kesalahan dan kesalahan dirinya.









0 komentar:
Post a Comment
Terima Kasih atas Komentar anda.
Thanks for your Comments.