Friday, July 6, 2012

Teroris pembajak pesawat yang berhasil digagalkan

Sepekan sudah berlalu sejak terjadinya kasus pembajakan pesawat di Xinjiang pada 29 Juni lalu. Hasil penyelidikan mengungkapkan bahwa pembajakan yang berhasil digagalkan itu ternyata dilakukan sejumlah teroris yang ingin membajak pesawat ke luar China atas nama perang jihad "Yijilate".

Pesawat itu seharusnya terbang dari Hotan menuju Urumqi, Xinjiang. Enam teroris melakukan aksinya tidak lama setelah pesawat tinggal landas pada pukul 12:25. Para teroris mencoba memaksa masuk kabin pilot, tetapi berhasil digagalkan awak pesawat dan penumpang. Pesawat kembali ke bandara Hotan dengan selamat. Polisi langsung meringkus keenam teroris. Dalam pembajakan itu, sejumlah awak pesawat dan penumpang mengalami cedera ringan.

Liu Huijun, salah satu penumpang pesawat itu, mengatakan telah melihat tiga teroris dengan tongkat besi di tangan memaksa masuk pintu kabin setelah sepuluh menit pesawat tinggal landas dari bandara Hotan. Bersamaan itu, seorang teroris yang kebetulan di sebelahnya juga menyalakan api.

Saat tiga teroris memaksa masuk kabin pilot, tiga teroris lainnya mulai memukuli penumpang dengan alat yang dibawa. Seorang penumpang lainnya, Lu Maopeng, adalah seorang polisi dari dinas keamanan umum Hotan. Ia segera berdiri dan melawan tiga teroris. Lu Maopeng segera dibantu empat polisi lainnya yang juga kebetulan menumpang pesawat itu. Salang seorang polisi bernama Turhon mengatakan:

"Saat insiden terjadi, saya berkata dengan teman di sebelah bahwa mereka adalah teroris, jadi ayo kita lawan mereka. Saya langsung menerjang penjahat itu dan menahan mereka di lantai."

Penumpang lainnya kemudian juga ikut berupaya melawan para penjahat. Salah seorang penumpang bernama Fu Huacheng mengatakan:

"Mari kita bersama melawan mereka. Kalau tidak, kita semuanya akan mati." Begitu dia selesai bicara, banyak penumpang termasuk perempuan yang bangkit dan ikut melawan teroris. Ada juga orang yang berteriak: "Mari kita bersama, tidak peduli dari etnis apa, gagalkan pembajakan ini!"

Melalui perlawanan selama belasan menit, percobaan pembajakan para penjahat akhirnya berhasil digagalkan. Berdasar penyelidikan tahap awal, badan keamanan umum Hotan telah mengkonfirmasi identitas keenam teroris.

Rekaman video yang diambil polisi dari bandara Hotan memperlihatkan, salah seorang tersangka bernama Musha menyamar menjadi penyandang cacat yang menggunakan sepasang tongkat dan naik pesawat setelah melewati pemeriksaan keamanan di bandara. Menurut informasi para penumpang, alat yang digunakan para penjahat di pesawat adalah batang metal yang diambil dari tongkat itu. Para tersangka mengakui, mereka ingin membajak pesawat ke luar negeri untuk melakukan perang jihad Yijilate.

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih atas Komentar anda.
Thanks for your Comments.