Thursday, December 28, 2017

Makanan Tradisonal Tionghoa



China dikenal sebagai negara yang memiliki aneka makanan lezat dan enak. Setiap provinsi memiliki makanan khusus atau tradisional yang harus dicoba karena rasa makanan di masing-masing provinsi sangat berbeda karena letak geografis dan budayanya.

Makanan tradisional China seperti Cakoi, tau fu fah, pau dan sup wantan. Makanan yang dimaksud biasanya disajikan di pagi hari. Cakoi atau dalam bahasa Mandarin disebut sebagai Youtiao, juga dikenal di utara dan selatan China sebagai guozi. Cakoi biasanya dimakan dengan bubur di pagi hari.

Tau fu fah adalah sejenis makanan penutup yang dibuat dari tahu sangat lembut. Tau fu fah dimulai di zaman kuno, Dinasti Han. Tau fu fah bisa dimakan dingin atau panas.

Di China, Tau fu fah dimakan di pagi hari, dan dibuat dengan selera sendiri.

Kue Pau juga dikenal sebagai bāozi yang sangat populer di negara-negara ASEAN. Pau adalah sejenis kue yang terbuat dari tepung dan ragi, dan memiliki isi pada bagian dalam. Di Indonesia, isi pau adalah daging, ayam, kari, kacang hijau dan hitam. Pau di Indonesia bisa dimasak dengan dikukus, digoreng dan dipanggang. Pau selalu disajikan panas dan selalu disajikan di sore hari dengan kopi.

Di China, ada berbagai varietas pau di antara nya, xiâolòngbāo, puding kecil dengan pola pangsit seperti daging. Shēngjiān mántaó juga puding kecil yang dipanggang dan berasal dari Shanghai.

Sementara itu, tāngbāo adalah puding besar dengan sup kental. Ada juga genangan air dengan pasta kacang merah, pasta biji teratai, custard kuning, dan pau dengan bumbu, daging, ayam dan sayuran.

Dalam budaya masyarakat TiongHoa, bōozi ini adalah makanan yang populer dan mudah ditemukan. Bisa juga dimakan kapan saja dan dijadikan camilan.

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih atas Komentar anda.
Thanks for your Comments.