Friday, March 3, 2017
Home »
Berita Intl
» Kaisar Jepang Akihito dan Permaisuri Michiko tiba di Vietnam
Kaisar Jepang Akihito dan Permaisuri Michiko tiba di Vietnam
Kaisar Jepang Akihito dan Permaisuri Michiko tiba di Vietnam kemarin untuk kunjungan untuk mempromosikan persahabatan dan menenangkan beberapa luka Perang Dunia II dengan bertemu dengan para istri yang ditinggalkan mantan tentara Jepang.
Akihito 83 tahun, untuk pertama kalinya kaisar Jepang yang mengunjungi Vietnam, diberi karpet merah dan diterima oleh Presiden Vietnam Tran Dai Quang.
Selama kunjungan enam hari, pasangan kekaisaran dijadwalkan bertemu dengan selusin janda yang masih hidup dan anggota keluarga veteran perang Jepang. Para istri dan keluarga mereka digunakan untuk menghadapi diskriminasi karena wanita Vietnam menikah dengan pria Jepang yang sudah menikah.
Pasukan Jepang menginvasi Vietnam pada tahun 1940 dan tinggal di sana sampai Jepang menyerah kepada sekutu pada tahun 1945, tetapi beberapa 700 tentara Jepang, kebanyakan dari mereka menikah dengan wanita Vietnam, tinggal di Vietnam setelah pemimpin revolusioner Ho Chi Minh mendeklarasikan kemerdekaan dari kekuasaan kolonial Perancis.
Tentara Jepang yang tinggal di Ho Chi Minh Viet Minh dengan keahlian militer mereka untuk melawan Perancis. Pada saat Viet Minh mengalahkan pasukan kolonial di tahun 1954, sekitar setengah dari tentara Jepang meninggal akibat pertempuran atau sakit dan kelompok pertama dari 71 harus meninggalkan Vietnam tanpa bisa membawa keluarga mereka pada tahun 1954. Sisanya harus pulang tahun 1960, tapi kali ini dengan keluarga mereka karena Jepang berada di sisi lain dari Perang Dingin.
Meskipun hubungan badai mereka di masa lalu, kedua negara telah terus membaik hubungan mereka sejak Vietnam meluncurkan kebijakan reformasi di pertengahan 1980-an dan membuka diri untuk dunia di awal 1990-an.
Hari ini, Jepang merupakan donor asing terbesar di Vietnam dan salah satu investor dan mitra dagang.
"Kunjungan kenegaraan ke Vietnam oleh kaisar dan permaisuri Jepang merupakan acara dari makna simbolis, sebuah tonggak bersejarah dalam persahabatan dan kerja sama antara kedua negara," kata pemerintah Vietnam dalam sebuah pernyataan di situsnya, "Ini menunjukkan sentimen dan kepentingan Jepang untuk negara dan rakyat Vietnam."
Kunjungan itu akan membantu untuk lebih mempromosikan kemitraan strategis dan pemahaman antara kedua negara, katanya.
kaisar dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin Vietnam lain dan tur ibukota kuno Vietnam Hue sebelum menuju ke Thailand, di mana ia akan memberikan penghormatan kepada Raja Bhumibol Adulyadej, yang meninggal pada bulan Oktober, dan bertemu dengan Raja baru Maha Vajiralongkorn sebelum pulang ke Japan.










0 komentar:
Post a Comment
Terima Kasih atas Komentar anda.
Thanks for your Comments.