Chindo News

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China.

Chindonews.blogspot.com

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China. .

China-Indonesian Information

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China..

Pameran Mobile

Pameran Mobil Internasional.

Pertukaran Budaya

Kebudayaan adalah sesuatu hal yang baru yang menghasilkan nilai budaya.

Showing posts with label Budaya Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Budaya Indonesia. Show all posts

Saturday, November 4, 2017

Modernisasi DDG 136 Hangzhou

Kapal perusak Hangzhou dengan no Hull 136 telah bertugas selama 17 tahun di angkatan laut China, kapal ini telah dipuji sebagai "pembunuh kapal induk" dan upgrade sistem senjata pada kapal Hangzhou sudah berlangsung selama lebih dari satu tahun.





Saturday, December 26, 2015

Jet tempur generasi tua J-7 PLAAF

Angkatan Udara China masih memiliki banyak pesawat generasi tua dalam pelayanan, Meskipun dalam beberapa tahun terakhir Angkatan Udara banyak mendapat jet tempur baru, seperti J-10, J-11.




Wednesday, November 4, 2015

Citra Tentara China di depan tamu asing

Pengunjung militer asing tidak hanya melihat kemampuan pelatihan militer China yang ketat, standar teknologi militer yang luar biasa, tetapi juga melihat tentara China yang kuat, gigih, serta melihat tentara China yang cinta damai, menjaga perdamaian dan tekad kuat untuk menunjukkan kepada dunia citra militer China yang kuat dan beradad.







Thursday, August 13, 2015

Helikopter AEW (airborne early warning) J-18J mendarat di atas geladak kapal Induk Liaoning

Helikopter AEW (Airborne Early Warning) J-18J  mendarat di atas geladak kapal Induk Liaoning.



Monday, March 2, 2015

Tentara China harus jaga berat badan atau kehilangan promosi


Anggota Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) telah diingatkan untuk tetap bugar atau akan gagal dalam promosi kenaikan pangkat.

PLA telah menetapkan standar kompulsif untuk berat badan tentara dan bersumpah untuk lebih memperhatikan latihan fisik militer, menurut "reformasi dan pengembangan pelatihan fisik militer (2015-2020)".

"Latihan fisik harus dikaitkan dengan manajemen personalia," kata pedoman, mengacu pada promosi atau penurunan pangkat.

Pelatihan fisik militer adalah "cara dasar untuk meningkatkan tentara dalam kualitas fisik dan mental petugas" dan membantu menumbuhkan kekuatan tempur, katanya.

Ini disebut metode pelatihan yang inovatif dan diuraikan sistem pelatihan militer yang khas.

Friday, December 26, 2014

Kapal perusak Jinan bergabung ke Armada timur China

Sebuah upacara sederhana menandai commissioning kapal perusak dipandu rudal Ji'nan dengan no lambung 152. bergabung ke armada Timur China diadakan di pelabuhan angkatan laut di Zhoushan dari provinsi Zhejiang China timur

Kapal yang baru-ditugaskan kapal perusak Ji'nan, bersama-sama dengan kapal perusak Changchun dan Zhengzhou, semua generasi baru kapal perusak dipandu rudal dikembangkan sendiri oleh China.

Kapal perusak Ji'nan (nomor lambung 152), dilengkapi dengan beberapa set senjata type baru, Hal ini dapat menyerang kapal perang permukaan dan kapal selam secara mandiri atau bekerjasama dengan kekuatan lain dari angkatan laut tersebut. Kapal juga memiliki kemampuan yang kuat melakukan peringatan dini dan mendeteksi serta operasi pertahanan udara regional jarak jauh .

Tiga generasi kapal perang yang mewarisi nama Ji'nan menyaksikan perkembangan konstan PLAN tersebut.

Hal ini belajar bahwa metode penamaan kapal perang oleh angkatan laut dari berbagai negara yang berbeda, dan itu adalah praktek umum untuk angkatan laut dari berbagai negara untuk nama kapal perang baru ditugaskan setelah kapal perang dinonaktifkan historis terkenal.
Generasi pertama kapal Ji'nan dengan nomor lambung 223



Kapal perang dengan nama Ji'nan kapal perang pertama PLA dalam kampanye menyeberangi Sungai Yangtze dari 20-21 April 1949, dalam perang saudara antara militer dari Partai Komunis China (CPC) dan partai berkuasa Kuomintang (KMT), adalah kapal perang pertahanan pantai disita oleh angkatan laut KMT dari pasukan invasi Jepang yang menyerah di Shanghai setelah kemenangan China dalam Perang Perlawanan terhadap Agresi Jepang dari tahun 1937 sampai 1945. kapal perang itu bernama Ji'nan Maret 1950 dan ditenggelamkan sebagai kapal sasaran pada bulan Oktober 1975.

Kapal perang kedua Ji'nan dengan nomor lambung 105..


Kapal perang kedua Ji'nan adalah kapal pertama dari kapal perusak generasi pertama yang dirancang dan dibuat oleh China secara mandiri. Ini dimulai layanan di Angkatan Laut China pada bulan Desember 1971 dan telah ditampilkan di Museum Angkatan Laut di Qingdao sebagai pameran sejak dekomisioning pada bulan November 2007. Kapal Ji'nan kedua dilakukan lebih dari 1.400 tes peralatan, yang meletakkan dasar untuk membangun kapal perang permukaan besar China .

Wednesday, August 27, 2014

Xiaoping Building

Foto yang menunjukkan bangunan 2 lantai di mana mantan pemimpin China Deng Xiaoping tinggal dan bekerja selama 3 tahun lebih 4 bulan selama periode."Revolusi Kebudayaan"

Kediaman, yang terletak di Nanchang Institute of Army di provinsi Jiangxi selatan, dibangun pada 1950-an dan kini berganti nama menjadi "Xiaoping Building"...






Tuesday, April 30, 2013

Pernikahan adat Yogya di tampilkan di Beijing

KBRI Beijing bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan kembali menyelenggarakan acara 'Indonesian Cultural Heritage Exhibition 2013', yang digelar di Hotel Legendale, Beijing. Lebih dari 200 tamu yang terdiri atas Duta Besar perempuan, para isteri Duta Besar asing, anggota ASEAN Ladies' Circle, serta kalangan media hadir dalam acara tersebut.

Dalam sambutan singkatnya, Ibu Sri Nuraeni Cotan, isteri Duta Besar RI untuk RRT selaku tuan rumah, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki budaya yang sangat beragam, termasuk tata upacara adat pernikahan. Pernikahan adat Jawa yang ditampilkan kali ini hanyalah salah satu dari tata upacara adat pernikahan yang dimiliki oleh Indonesia. Untuk memandu prosesi pernikahan, KBRI Beijing mengundang pakar pernikahan adat Jawa yang sangat terkenal, yaitu Ibu Tienuk Riefki beserta timnya yang sengaja didatangkan dari Yogyakarta.

Prosesi pernikahan dimulai dengan acara siraman pengantin puteri. Siraman diawali dengan sungkeman sebagai permohonan izin dan wujud bakti anak terhadap orang tua, serta restu orang tua terhadap anak sebelum memasuki masa pernikahan. Orang tua pengantin puteri mencampurkan air yang berasal dari 7 sumur sebagai simbol kesejahteraan. Acara siraman pengantin dimulai dari orang tua pengantin diikuti oleh para tamu kehormatan, yang diawali oleh Ibu Sri Nuraeni Cotan serta diikuti oleh Duta Besar Kamboja, Mme. Khek Caimealy Sysoda, dan isteri Duta Besar Finlandia, Mme. Brigitta Backstrom. Upacara siraman diakhiri dengan pemotongan rambut pengantin dan pemecahan kendi sebagai simbol pecahnya pamor pengantin puteri.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan upacara panggih adat keraton Yogyakarta. Kostum yang dikenakan peraga juga menampilkan kemegahan busana adat keraton Yogyakarta. Para peraga yang bergerak dengan khidmad menuju pelaminan mampu menumbuhkan suasana sakral yang membuat para hadirin terpukau.

Prosesi diawali dengan penyerahan hantaran pisang sanggan dan kembar mayang dari pihak pengantin putera yang diterima oleh kerabat pengantin puteri. Pengantin dipandu menuju pelaminan, kemudian saling melempar sirih. Pengantin puteri mencuci kaki pengantin putera sebagai simbol penghormatan isteri terhadap suami. Kerabat pengantin puteri memecah telur sebagai simbol do'a dan harapan bagi kebahagiaan kedua mempelai. Prosesi dilanjutkan dengan pondhongan, atau menjunjung pengantin puteri yang dilakukan oleh pengantin putera dan kerabat pengantin puteri, tompo koyo dan dahar walimah sebagai simbol tanggung jawab seorang suami dan diakhiri dengan sungkeman terhadap kedua orang tua.

Selain pagelaran upacara pernikahan adat, dalam acara tersebut juga ditampilkan tari Sekar Pudyastuti dari Yogyakarta, tari Terunajaya dari Bali yang dibawakan oleh Ibu Anti Wisnu, isteri Wakil Kepala Perwakilan, dan salsa yang dibawakan oleh Ibu-ibu anggota Dharma Wanita KBRI Beijing. Para tamu terlihat pula antusias turut menari, meramaikan suasana.

KBRI Beijing

Friday, March 15, 2013

Festival Ciuman di Bali


Masyarakat Bali membuang air dengan ember dalam acara "omedan OMED" festival mencium di kota Denpasar provinsi Bali-Indonesia, Rabu, 13 Maret 2013, Penduduk setempat percaya bahwa festival ini diadakan setiap tahun di sebuah desa kecil di pulau wisata Indonesia, untuk memastikan kesehatan yang baik dari mereka yang mengambil bagian dan mencegah nasib buruk menimpa desa. Selama festival, imam desa membuang air dengan ember di atas pasangan untuk memadamkan gairah mereka.

Monday, September 19, 2011

Makam Toraja-Indonesia


Makam Toraja memiliki keunikan dibanding makam-makam orang mati di seluruh dunia. Masyarakat Toraja, mengubur mayat atau orang meninggal di tebing, di dalam gua, atau di pohon. Mereka membuat ramuan dari berbagai akar pohon dan daun-daunan tertentu sehingga mayat tidak berbau dan awet seperti mumi. Keunikan juga menarik wisatawan dari berbagai negara datang ke Tanah Toraja.

Sunday, September 18, 2011

Ilagaligo adat etnis Bugis


Ilagaligo adalah cerita adat Etnis Bugis, mengenai manusia pertama yang ada Pulau Sulawesi. Cerita yang ditulis di daun lontar ini kemudian pertama kali dipentaskan di seluruh dunia, mulai dari Singapura, negara-negara Eropa, Amerika, dan pentas terakhir justru di Jakarta. Cerita Ilagaligo, telah diterjemahkan dan dikenal sebagai cerita yang lebih panjang dari cerita Ramayana dari India.

Saturday, September 17, 2011

Prajurit Keraton Mataram



Keterangan Foto: Tentara atau lebih tepatnya disebut prajurit dari Keraton Mataram, yang ada di Kota Yogyakarta-Indonesia. sedang mengadakan kirab atau devile dalam memperingati upacara ritual yang digaler tiga kali dalam setahun sesuai kalender Jawa.

Friday, September 16, 2011

Rumah adat Tongkonan


Tongkonan adalah rumah adat Suku Toraja di Provinsi Sulawesi Selatan-Indonesia. Tongkonan ini berada di daerah Ke'te Kesu, yang dipercaya arkeolog, rumah-rumah itu berusia hampir 800 tahun. Keunikan rumah adat ini membuat wisatawan dari berbagai dunia datang ke Tana Toraja

Thursday, September 8, 2011

Ritual Metatah Potong Gigi


Dua perempuan Bali mendapat pahatan di giginya saat upacara "Metatah" atau potong gigi massal di Lapangan Monumen Bajra Sandhi, Denpasar, Bali.

Ritual yang dalam agama Hindu itu bermakna untuk menghilangkan enam sifat buruk manusia dan hanya orang dewasa yang diperbolehkan ikut dalam ritual tersebut.

Saturday, June 4, 2011

Surabaya

Surabaya secara resmi berdiri pada tahun 1293. Tanggal peristiwa yang diarnbil adalah kemenangan Raden Wijaya, Raja Pertama Mojopahit melawan pasukan Cina.

Peranan Surabaya sebagai kota pelabuhan sangat penting sejak lama. Saat Itu sungai Kalimas merupakan sungai yang dipenuhi perahu-perahu yang berlayar menuju pelosok Surabaya.

Kota Surabaya juga sangat berkaitan dengan revolusi kemerdekaan Republik Indonesia. Sejak penjajahan Belanda maupun Jepang, rakyat Surabaya (Arek Suroboyo) bertempur habis-habisan untuk merebut kernerdekaan. Puncaknya pada tanggal l0 Nopember 1945, Arek Suroboyo berhasil menduduki Hotel Oranye (sekarang Hotel Mojopahit) yang saat itu rnenjadi sirnbol kolonialisme. Karena kegigihannya itu, maka setiap Tanggal 10 Nopember, Indonesia memperingatinya sebagai Hari Pahlawan.

Hingga saat ini bekas-bekas masa penjajahan terlihat dengan masih cukup banyaknya bangunan kuno bersejarah di sini.

Asal kata “SURABAYA” dan Simbol “SURA” dan “BAYA”
Bukti sejarah menunjukkan bahwa Surabaya sudah ada jauh sebelum zaman kolonial, seperti yang tercantum dalam prasasti Trowulan I, berangka 1358 M. Dalam prasati tersebut terungkap bahwa Surabaya (churabhaya) masih berupa desa ditepian sungai Brantas sebagai salah satu tempat penyeberangan penting sepanjang sungai Brantas.

Surabaya (Surabhaya) juga tercantum dalam pujasastra Negara Kertagama yang ditulis oleh Prapanca tentang perjalanan pesiar baginda Hayam Wuruk pada tahun 1365 dalam pupuh XVII (bait ke-5, baris terakhir).

Walaupun bukti tertulis tertua mencantumkan nama Surabaya berangka tahun 1358 M (prasasti Trowulan) & 1365 M (Negara Kertagama), para ahli menduga bahwa Surabaya sudah ada sebelum tahun-tahun tsb.

Menurut hipotesis Von Faber, Surabaya didirikan tahun 1275 M oleh Raja Kertanegara sebagai tempat pemukiman baru bagi prajuritnya yang berhasil menumpas pemberontakan Kemuruhan tahun 1270 M. Hipotesis yang lain mengatakan bahwa Surabaya dulu bernama Ujung Galuh.

Versi lain mengatakan bahwa nama Surabaya berasal dari cerita tentang perkelahian hidup dan mati Adipati Jayengrono dan Sawunggaling. Konon setelah mengalahkan tentara Tartar, Raden Wijaya mendirikan sebuah kraton di Ujunggaluh, dan menempatkan Adipati Jayengrono untuk memimpin daerah itu. Lama-lama karena menguasai ilmu Buaya, Jayengrono makin kuat dan mandiri sehingga mengancam kedaulatan Majapahit. Untuk menaklukkan Jayengrono diutuslah Sawunggaling yang menguasai ilmu Sura. Adu kesaktian dilakukan di pinggir Sungai Kalimas dekat Paneleh. Perkelahian adu kesaktian itu berlangsung selama tujuh hari tujuh malam dan berakhir dengan tragis, karena keduanya meninggal kehabisan tenaga.

Kata “Surabaya” juga sering diartikan secara filosofis sebagai lambang perjuangan antara darat dan air, antara tanah dan air. Selain itu, dari kata Surabaya juga muncul mitos pertempuran antara ikan Suro (Sura) dan Boyo (Baya atau Buaya), yang menimbulkan dugaan bahwa nama Surabaya muncul setelah terjadinya peperangan antara ikan Sura dan Buaya (Baya).

Supaya tidak menimbulkan kesimpang-siuran dalam masyarakat maka Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Surabaya, dijabat oleh Bapak Soeparno, mengeluarkan Surat Keputusan No. 64/WK/75 tentang penetapan hari jadi kota Surabaya. Surat Keputusan tersebut menetapkan tanggal 31 Mei 1293 sebagai tanggal hari jadi kota Surabaya. Tanggal tersebut ditetapkan atas kesepakatan sekelompok sejarawan yang dibentuk oleh pemerintah kota bahwa nama Surabaya berasal dari kata “sura ing bhaya” yang berarti “keberanian menghadapi bahaya” diambil dari babak dikalahkannya pasukan Mongol oleh pasukan Jawa pimpinan Raden Wijaya pada tanggal 31 Mei 1293.

Tentang simbol kota Surabaya yang berupa ikan sura dan buaya terdapat banyak sekali cerita. Salah satu yang terkenal tentang pertarungan ikan sura dan buaya diceritakan oleh LCR. Breeman, seorang pimpinan Nutspaarbank di Surabaya pada tahun 1918.

Masih banyak cerita lain tentang makna dan semangat Surabaya. Semuanya mengilhami pembuatan lambang-lambang Kota Surabaya. Lambang Kota Surabaya yang berlaku sampai saat ini ditetapkan oleh DPRS Kota Besar Surabaya dengan Putusan no. 34/DPRDS tanggal 19 Juni 1955, diperkuat dengan Keputusan Presiden R.I. No. 193 tahun 1956 tanggal 14 Desember 1956 yang isinya :

1. Lambang berbentuk perisai segi enam yang distilir (gesty leerd), yang maksudnya melindungi Kota Besar Surabaya.
2. Lukisan Tugu Pahlawan melambangkan kepahlawanan putera-puteri Surabaya dalam mempertahankan Kemerdekaan melawan kaum penjajah.
3. Lukisan ikan Sura dan Baya yang berarti Sura Ing Baya melambangkan sifat keberanian putera-puteri Surabaya yang tidak gentar menghadapi sesuatu bahaya.
4. Warna-warna biru, hitam, perak (putih) dan emas (kuning) dibuat sejernih dan secermelang mungkin, agar dengan demikian dihasilkan suatu lambang yang memuaskan.

Sumber :Handinoto, Perkembangan Kota dan Arsitektur Kolonial Belanda di Surabaya 1870-1940, Andi, Yogyakarta, 1996

Thursday, February 10, 2011

Tarian Liquirae dari NTT - Indonesia

Tarian Liquirae adalah tarian masyarakat Belu Nusa Tenggara Timur untuk menyambut tamu yang datang ke daerahnya. Tarian ini menunjukkan keramahtamahan penduduknya yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Pada awalnya Tarian Liquirae adalah tarian untuk menyambut pasukan kerajaan yang baru pulang dari medan perang.


Tapi pada perkembangannya tarian ini diadakan untuk menyambut tamu, upacara adat perkawinan dan panen hasil bumi masyarakat belu Nusa Tenggara Timur.

Yosep Seran selaku tokoh adat masyarakat belu, menjelaskan tarian Liquirae ini adalah bentuk keramahtamahan masyarakat belu.

Kabupaten belu mempunyai beragam budaya yang disukai masyarakat sampai luar negeri seperti pakaian adat, tarian, nyanyian, dan motif-motif kain tenun.

Wednesday, February 9, 2011

Musik Tradisional Oli dari Sangihe

Bangsa Indonesia yang mempunyai beragam seni dan budaya, dari Sabang sampai Merauke. Bahkan hampir diseluruh pelosok daerah Nusantara memiliki kekhasan budaya. Tak terkecuali Kepulauan Sangihe yang terletak di bagian utara Kepulauan Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Filipina.

Musik Oli merupakan musik tradisional Sangihe dan saat ini masih dimainkan oleh masyarakat di Desa Manumpitaeng Kecamatan Manganitu. Musik ini sering dipakai untuk mengiringi Tari Lide.
Musik Oli terdiri dari 5 jenis alat musik, yaitu Sasaheng, Oli, Arababu, dan Band.

Musik Oli dikategorikan musik purba, yang diperkirakan berkembang pesat dimasa etnis Sangihe masih menganut Kepercayaan agama Sundeng. Agama tua yang tersebar diwilayah Kepulauan Sangihe.

Tuesday, August 31, 2010

Kota Angin Mamiri

Awal Kota Makassar

Dalam sejarah kelahirannya, awal kota dan Bandar Makassar berada di muara sungai Tallo dengan pelabuhan niaga kecil diwilayah itu pada penghujung abad XV. Bandar Tallo itu awalnya berada dibawah Kerajaan Siang di sekitar Pangkajene, tetapi pada pertengahan abad XVI, Tallo bersatu dengan sebuah kerajajaan bernama Gowa dan mulai melepaskan diri dari kerajaan Siang. Semakin intensifnya kegiatan pertanian di hulu sungai Tallo, mengakibatkan pendangkalan sungai Tallo, sehingga bandarnya dipindahkan ke muara sungai jeneberang, disinilah terjadi pembangunan kekuasaan kawasan istana oleh para ningrat Gowa-Tallo dan membangun pertahanan benteng Somba Opu, kemudian seratus tahun berikutnya menjadi wilayah inti Kota Makassar.

Fort Rotterdam ( Benteng Rotterdam )

Benteng Rotterdam juga dikenal dengan nama Benteng Ujung Pandang ( Jum Pandang ), dibangun di tahun 1545 oleh raja Gowa IX yang bernama I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'rir' Kallonna Karaeng Tunipalangga adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa - Tallo. Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah barat kota Makassar, Sulawesi Selatan. Awalnya benteng ini berbahan dasar tanah liat, namun pada masa pemerintahan Raja Gowa ke 14 Sultan Alauddin, konstruksi benteng ini diganti menjadi batu Pdas yang bersumber dari pegunungan Karst yang ada di daerah Maros. Benteng Ujung Pandang ini berbentuk seperti seekor penyu yang hendak merangkak turun ke lautan. Dari segi bentuknya sangat jelas filosofi kerajaan Gowa, bahwa penyu dapt hidup didarat maupun di laut. Begitupun dengan kerajajaan Gowa yang berjaya di daratan maupun dilautan.

Monumen Mandala

Monumen ini dibangun untuk memperingati dan menjadikan pedoman nilai-nilai kepahlawanan bangsa Indonesia dalam usaha membebaskan Irian Barat dari tangan kolonial pada tahun 1963. Lokasi monumen ini di Jalan Jenderal Sudirman

Makam Pageran Diponegoro

Makam Pangeran Diponegoro terletak di tengah kota Makassar, tepatnya di Jalan Diponegoro. Beliau adalah anak dari Sultan Hamengku Buwono III dari dari Yogyakarta dan merupakan salah seorang raja terakhir dari kerajaan Jawa yang melakukan perlawanan terhadap Belanda, yang dikenal dengan perang Jawa pada tahun 1825 - 1830. Perang terjadi karena perlawanan terhadap ketidakpuasan sistem pajak dan pengaturan hak kepemilikan tanah yang tidak adil.

Masjid Al Markas Al Islami Jenderal M. Yusuf ( Islamic Centre )

Merupakan salah satu masjid termegah di Asia, dan merupakan yang terbesar di bagian timur Indonesia. Bangunan utamanya merupakan sebuah mesjid yang berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan Islamic Center, berdiri diatas area seluas 10 hektar.

Friday, August 27, 2010

Candi Borobudur INDONESIA

Sekitar tahun 800 M atau abad ke-9 Candi Borobudur dibangun. Candi Borobudur ini dibangun oleh para penganut agama Budha Mahayana pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Candi ini dibangun sekitar tahun 824 Masehi dan selesai sekitar menjelang tahun 900- an Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang adalah puteri dari Samaratungga. Sedangan arsitek yang berjasa membangun candi ini menurut kisah turun temurun bernama Gunadharma.

Candi Borobudur terletak di magelang, jawa Tengah, sekitar 40 km dari Yogyakarta. Candi Borobudur memiliki 10 tingkat yang terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar, 3 tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya.

Kata Borobudur sendiri berdasarkan bukti tertulis pertama yang ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur jenderal Britania Raya di Jawa, yang memberi nama Candi ini. Satu-satunya dokumen tertua yang menunjukkan keberadaan Candi ini adalah Kitab Nagarakertagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365. Di kitab tersebut ditulis bahwa candi ini digunakan sebagai tempat meditasi penganut agama Budha.

Arti kata Borobudur yaitu "Biara di Perbukitan", yang berasal dari kata "bara" ( candi atau biara ) dan "beduhur" ( perbukitan atau tempat tinggi ) dalam bahasa sansekerta. Karena itu, sesuai dengan arti nama Borobudur.

Keseluruhan relief yang ada di candi Borobudur mencerminkan ajaran Sang Budha, dan seorang Budhis asal India bernama Atisha, pada abad ke-10, pernah berkunjung ke candi yang dibangun 3 abad sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 4 abad sebelum Ketedral Agung di eropa. Berkat mengunjungi Borobudur dan berbekal naskah ajaran Budha dari Serlingpa ( saah satu raja kerajaan Sriwijaya ), Atisha mampu mengembangkan ajaran Budha. Ia menjadi kepala Biara Vikramasila dan mengajari orang Tibet tentang cara mempraktekkan Dharma. Enam naskah dari Serlingpa pun diringkas menjadi sebuah inti ajaran disebut "the Lamp for the path to enlightenment atau yang lebih dikenal dengan nama Bodhipathapradipa.

Candi ini selama berabad abad tidak digunakan. kemudia karena letusan gunung berapi, sebagian besar bangunan candi Borobudur tertutup tanah vulkanik. Selain itu, bangunan yang tertutup berbagai pepohonan dan semak belukar selama berabad abad. Kemudian bangunan candi ini mulai terlupakan pada zaman islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke - 15.

Pada Tahun 1814, saat Inggris menduduki Indonesia, Sir Thomas Stamford Raffles mendengarkan adanya penemuan benda purbakala berukuran raksasa di desa Bumisegoro daerah Magelang. Karena minatnya yang besar terhadap sejarah jawa, maka Raffles segera memerintahkan H.C Cornelis, seorang insinyur Belanda untuk menyelidiki loasi penemuan yang saat itu berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.

Cornelis dibantu oleh sekitar 200 pria menebang pepohonan dan menyingkirkan semak belukar yang menutupi bangunan raksasa tersebut. Karena mempertimbangkan bangunan yang rapuh dan bisa runtuh, maka cornelis melaporkan kepada Raffles penemuan tersebut, termasuk beberapa gambar, karena penemuan tersebut Raffles mendapat penghargaan sebagai orang yang memulai pemugaran candi Borobudur dan mendapat perhatian dunia pada tahun 1835, seluruh area candi sudah berhasil di gali, candi ini terus dipugar pada masa penjajahan Belanda.

Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1956, pemerintah Indonesia meminta bantuan Unesco untuk meneliti kerusakan Borobudur. Lalu pada tahun 1963, keluar keputusan resmi pemerintah Indonesia untuk melakukan pemugaran candi borobudur dengan bantuan Unesco. namun pemugaran ini baru benar benar mulai dilakukan pada tanggal 10 Agustus 1973. Proses pemugaran baru selesai pada tahun 1984. Sejak tahun 1991, candi Borobudur ditetapkan sebagai WORLD Heritage Site atau Warisan Dunia oleh Unesco.

Tuesday, April 27, 2010

Batik

Batik berasal dari bahasa Jawa " amba" yang berarti menulis dan "titik". kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan "malam" yang diaplikasikan ke atas kain untuk menahan masuknya bahan pewarna. Dari zaman kerajaan Mataram Hindu sampai masuknya agama demi agama ke Pulau Jawa, sejak datangnya para pedagang India, Cina, Arab, yang kemudian disusul oleh para pedagang dari Eropa, sejak berdirinya kerajaan Mataram Islam yang dalam perjalanananannya memunculkan Kraton Yogyakarta dan Surakarta, batik telah hadir dengan corak dan warna yang dapat menggambarkan zaman dan lingkungan yang melahirkan.

Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Nalam dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak c

Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari pohon mengkudu, tinggi, soga, nila dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.

Kerajinan Batik ini, di Indonesia telah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke XVIII atrau awal abad ke XiX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke XX dan batik cap dikenal baru setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920.

orak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motik abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya.

Kesenian batik merupakan kesenian gambar diatas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.

SEJARAH MOTIF BATIK KERATON

Keberadaan batik Yogyakarta tentu saja tidak terlepas dari sejarah berdirinya kerajaan Mataram Islam oleh Panembahan Senopati. Setelah memindahkan pusat kerajaan dari Demak ke Mataram, ia sering bertapa di sepanjang pesisir Pulau Jawa, antara lain Parangkusuma menuju Dlepih Parang Gupito, menelusuri tebing Pegunungan Seribu yang tampak seperti "pereng" atau tebing berbaris. Sebagai raja Jawa yang tentu saja menguasai seni, maka keadaan termpat tersebut mengilhaminya menciptakan pola batik lereng atau parang , yang merupakan ciri ageman Mataram yang berbeda dengan pola batik sebelumnya. Karena penciptanya adalah raja pendiri kerajaan Mataram, maka oleh keturunannya, pola-pola parang tersebut hanya boleh dikenakan oleh raja dan keturunannya di lingkungan istana. Motif larangan tersebut dicanangkan oleh Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1785. Pola batik yang termasuk larangan antara lain : Parang RUsak Barong, Parang Rusak Gendreh, Parang Klithik, Semen Gedhe Sawat Gurdha, Semen Gedhe Sawat lar, Udan liris, Rujak Senthe, serta motif parang-parangan yang ukurannya sama dengan parang rusak.

Semenjak perjanjian Giyanti tahun 1755 yang melahirkan Kasunan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta, segala macam tata adibusana termasuk di dalamnya adalah batik, diserahkan sepenuhnya oleh Kraton Surakarta kepada Kraton Yogyakarta. Hal inilah yang kemudian menjadikan kraton Yogyakarta menjadi kiblat perkembangan budaya, termasuk pula khazanah batik. Kalaupun batik di kraton Surakarta mengalami beragam inovasi, namun sebenarnya motif pakemnya tetap bersumber pada motif batik Kraton Yogyakarta.

Batik tradisional di lingkungan Kasultanan Yogyakarta mempunyai ciri khas dalam tampilan warna dasar putih yang mencolok bersih. Pola geometri kraton Kasultanan Yogyakarta sangat khas, besar-besar dan sebagian diantaranya diperkaya dengan parang dan nitik. Sementara itu, batik di Puro Pakualaman merupakan perpaduan atara pola batik Kraton Kasultanan Yogyakarta dan warna batik Keraton Surakarta. Perpaduan ini dimulai sejak adanya hubungan keluarga yang erat antara Puro Pakualaman dengan Kraton Surakarta ketika Sri Paku Alam VII mempersunting putri Sri Susuhunan Pakubuwono X. Putri Kraton Surakarta inilah yang memberi warna dan nuansa Surakarta pada batik Pakualaman, hingga akhirnya terjadi perpaduan keduanya. Dua pola batik yang terkenal dari Puro Pakulaman yakni Pola candi Baruna yang terkenal sejak sebelum tahun 1920 dan Peksi Manyuro yang merupakan ciptaan RM Notoadisuryo. Sedangkan pola batik Kasultanan yang terkenal antara lain Ceplok Blah Kedaton, Kawung, Tambal Nitik, Parang Barang Bintang Leider dan sebagainya.