Chindo News

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China.

Chindonews.blogspot.com

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China. .

China-Indonesian Information

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China..

Pameran Mobile

Pameran Mobil Internasional.

Pertukaran Budaya

Kebudayaan adalah sesuatu hal yang baru yang menghasilkan nilai budaya.

Showing posts with label Indonesia Wisata. Show all posts
Showing posts with label Indonesia Wisata. Show all posts

Thursday, August 17, 2017

Kampung pelangi di Indonesia

Kampung ini terletak di Semarang, provinsi Jawa Tengah Indonesia dulunya adalah sebuah desa yang sangat miskin. Pemerintah daerah mengalokasikan IDR 300 juta untuk mengubah wajah desa itu. Selama lebih sebulan, 232 buah rumah telah diwarnai dengan warna yang macam-macam seperti merah, kuning, ungu, dan biru sehingga sekarang terlihat seperti 'kampung pelangi'.




Friday, February 27, 2015

Charming landscape of Bali

Bali, sebuah tujuan wisata yang terkenal di Indonesia, terletak di sebelah timur Jawa. Ada sekitar 2.800.000 orang yang bermukim di pulau dengan luas lebih dari 5, 560 meter persegi. Bali terkenal karena memiliki berbagai macam keindahan alam, bunga dan pohon karena memiliki iklim tropis dan hujan dan memiliki tanah yang subur serta budaya nya yang unik.

.






Sunday, November 30, 2014

Kementerian Pariwisata RI mempromosikan paket peninggalan bersejarah Cheng Ho.

Menurut China News Service, Menteri Pariwisata Indonesia Arief Yahya belum lama ini menemui Duta Besar China untuk Indonesia Xie Feng. Pada kesempatan ini, Yahya menyatakan bahwa dalam rangka menarik lebih banyak wisatawan China ke Indonesia, Kementerian Pariwisata Indonesia akan mengambil sejumlah terobosan, diantaranya setelah rencana bebas visa bagi wisatawan China yang berkunjung ke Indonesia, Kementerian Pariwisata juga akan mempromosikan paket kunjungan peninggalan bersejarah Cheng Ho.

Kepada media, Arief mengatakan bahwa Cheng Ho menyebarkan agama Islam dari China ke Indonesia pada sekitar tahun 1465. Kementerian Pariwisata Indonesia berencana membuat rute perjalanan Cheng Ho menjadi rute perjalanan wisata dengan menggunakan kapal. Dengan demikian, wisatawan China akan naik kapal dari Pulau Sumatera sampai Pulau Jawa, mengunjungi berbagai pulau yang pernah disinggahi Chong He. Ia mengharapkan paket wisata ini bisa dimulai tahun depan.

Wednesday, April 16, 2014

Kuil Sam Po Kong di Semarang-Indonesia

Pahatan dinding yang menceritakan kisah petualangan angkatan laut China di bawah pimpinan Zheng He di depan Kuil Sam Poo Kong, di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, Explorer angkatan laut China 600 tahun yang lalu, dibangun sebuah masjid dan mendirikan sebuah komunitas Muslim China di kota itu. Masjid ini kemudian berubah menjadi sebuah kuil oleh warga Semarang, yang sekarang dikenal sebagai Sam Poo Kong dengan Zheng He patung besar di depan.




Thursday, September 5, 2013

Yogyakarta berusaha tarik wisatawan asal China


Pengunjung China-ASEAN Expo (CAEXPO) mendapat kesempatan untuk mengenal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) lebih jauh, termasuk keindahan dan kekayaan budayanya. Itu karena Yogyakarta telah terpilih sebagai salah satu Kota Pesona atau City of Charm dalam CAEXPO yang tengah digelar di Kota Nanning, Provinsi Guangxi, China. Pengunjung dapat melihat replika bangunan rumah Joglo, produk-produk khas Yogyakarta dan menikmati fashion show, tarian dan nyanyian khas daerah istimewa itu.

Ketua Asosiasi Travel dan Biro Perjalanan DIY Edwin Ismedi Himna mengatakan even ini merupakan sebuah kesempatan bagi Yogyakarta untuk melakukan promosi, baik di sektor pariwisata maupun perdagangan.

"Yogyakarta sebagai kota pariwisata yang berbasis budaya dan heritage, inilah yang menjadi nilai jual kita. Di sini kami lihat juga ada beberapa dari negara-negara ASEAN dan ini memang kesempatan yang sangat bagus sekali," ujar Edwin.

CAEXPO adalah even tahunan di mana para pengusaha dari China dan 10 negara ASEAN berkumpul dan memamperkan produk mereka. Setiap tahun, masing-masing negara berkesempatan untuk menampilkan salah satu wilayah di negaranya untuk menempati paviliun kehormatan.

Tahun ini Yogyakarta lah yang terpilih dan dengan begitu, pemerintah DYI berharap dapat meningkatkan daya saing Yogyakarta sebagai kota wisata yang digemari wisatawan mancanegara (wisman).

Industri pariwisata Yogyakarta dinilai memiliki prospek yang cerah tetapi masih belum digarap dan dipromosikan secara optimal. Edwin mengatakan saat ini jumlah wisatawan asing ke Yogyakarta hanya 180 ribuan per tahun. Padahal sebelum krisis moneter tahun 1998, Yogyakarta dikunjungi setidaknya 350 ribu wisman per tahun. Edwin mengatakan saat itu, China dan Thailand adalah salah satu sumber wisatawan terbesar.

"Kalau (daya tarik) menurun sebenarnya tidak. Hanya karena hampir semua provinsi di Indonesia berkompetisi dalam menjual sumber daya alamnya. Kalau Yoygakarta tidak kontinu dan tidak intens melakukan (promosi), kami akan tertinggal dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia," tambahnya.

Selain Borobudur, kota gudeg juga memiliki beberapa obyek wisata yang terkenal lainnya seperti Pantai Parantritis, Candi Prambanan, dan Kraton Yogyakarta. Ada juga beberapa obyek wisata yang belum begitu dikenal seperti beberapa hamparan pantai di wilayah Gunung Kidul dan desa wisata di wilayah Bantul dan Sleman. Berbagai destinasi itu lah yang ditawarkan Edwin kepada calon wisatawan China.

"China merupakan target kami," tutur Edwin. "Kami tahu besarnya jumlah masyarakat China yang bepergian, tapi baru sampai ke Bali. Nah, ini tantangan kami untuk menarik mereka kembali ke Yogyakarta."

Ia Juga menambahkan bahwa mayoritas wisman yang datang ke Yogyakarta saat ini berasal dari Eropa dan Jepang.

Walaupun jumlah wisman tidak sebanyak 15 tahun yang lalu, Edwin tetap menyatakan optimis karena semakin banyak investor yang mendirikan hotel-hotel berbintang di Yogyakarta dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam dua tahun ke depan, jumlah kamar hotel diperkirakan akan bertambah dari 20,000 menjadi sekitar 30,000 kamar. Pembangunan bandara baru di Kabupaten Kulonprogo juga tengah dirampungkan dan diperkirakan akan mulai beroperasi pada 2017.

Thursday, April 8, 2010

Tips Wisata ke Baduy

Tips Wisata ke Baduy
SELAIN
mempersiapkan fisik jika ingin menginap di Kampung Baduy, kita juga harus siap untuk menghormati dan mematuhi peraturan adat yang berlaku di kawasan ulayat masyarakat Baduy. Paling tidak mematuhi peraturan yang dibuat Jaro (Kepala Desa) Kanekes, Dainah, bagi pendatang yang akan memasuki wilayahnya.

Aturan bagi pendatang antara lain larangan membawa tape atau radio, tidak membawa gitar, tidak membawa senapan angin, tidak menangkap atau membunuh binatang, tidak membuang sampah sembarangan, tidak menebang pohon, tidak meninggalkan api di hutan, tidak mengonsumsi minuman memabukkan, dan tidak melanggar norma susila.

Khusus untuk warga asing, diharamkan untuk masuk ke wilayah Baduy Dalam yang warganya selalu berpakaian putih, yakni wilayah Kampung Cibep-Cikartawana-Cikeusik. Orang asing hanya diizinkan masuk hingga ke wilayah Baduy Luar yang warganya selalu berpakaian hitam.

Sementara itu, pada bulan Kawalu (masa panen tiga bulan berturut-turut pada bulan Februari hingga April), Baduy Dalam ditutup sama sekali untuk semua orang luar. Namun, bagi pengunjung pada bulan Kawalu tetap bisa bertemu dengan warga Baduy Dalam saat keluar dari kampung mereka.

Adat Baduy yang sangat membatasi sentuhan dengan dunia modern, terutama pada listrik, dan peralatan elektronik lainnya juga memaksa pengunjung yang akan menginap harus melengkapi peralatan yang relatif banyak, terutama membawa senter untuk memudahkan saat ke kamar kecil pada malam hari.

Jaket cukup membantu untuk mengusir hawa dingin di perkampungan Baduy yang memiliki ketinggian di atas 500 meter di atas permukaan laut ini. Kantong tidur pun tidak ada salahnya dibawa untuk membantu menghangatkan badan ketika tidur pada malam hari.

Malam di Baduy sangat dingin. Rasa dingin itu sangat menusuk tulang karena warga Baduy tidurnya di lantai panggung, bukan di atas dipan. Angin tidak hanya dirasakan dari embusan di atas, tetapi juga dari bawah rumah panggung. yang masuk dari sela dinding bilik bambu.

Apabila datang ke Baduy di musim hujan, pengunjung sebaiknya menggunakan alas kaki yang cocok dipakai di tanah licin dan berlumpur. Sepatu atau sandal gunung direkomendasikan untuk dipakai karena solnya telah didesain mampu ”mencengkeram” ketika berpijak sehingga tidak mudah tergelincir, apalagi di jalan menanjak.

Jangan lupakan pula jaket atau jas hujan dan tudung tas yang kedap air untuk melindungi barang bawaan agar tidak basah. Minyak antinyamuk silakan pula dibawa untuk menghalau serangga tersebut, terutama ketika kita hendak berjalan-jalan ke hutan atau perladangan Baduy.

Apabila kita menginap di perkampungan Baduy Luar, kita bisa menggunakan sabun atau sampo ketika mandi. Di Baduy Dalam kedua benda itu pantang dipakai. Obat-obatan pribadi harus dibawa, terlebih karena di dalam perkampungan Baduy tidak ada puskesmas atau apotek. Jadi, kalau sudah siap masuk ke kawasan Baduy, jangan lupa menyelesaikan segala urusan di kota terlebih dahulu karena akan sulit mendapatkan sinyal telepon seluler.

Wednesday, November 18, 2009

Kawah Putih Jawa barat


Kawah Putih adalah sebuah danau kawah dari Gunung Patuha dengan ketinggian 2.434 meter di atas permukaan laut dengan suhu antara 8-22°C. Di puncak Gunung Patuha itulah terdapat Kawah Saat, saat berarti surut dalam Bahasa Sunda, yang berada di bagian barat dan di bawahnya Kawah Putih dengan ketinggian 2.194 meter di atas permukaan laut. Kedua kawah itu terbentuk akibat letusan yang terjadi pada sekitar abad X dan XII silam. Kawah Putih ini terletak sekitar 46 km dari Kota Bandung atau 35 km dari ibukota Kabupaten Bandung, Soreang, menuju Ciwidey.

Legenda Kawah Putih

Gunung Patuha konon berasal dari nama Pak Tua atau ”Patua”. Masyarakat setempat sering menyebutnya dengan Gunung Sepuh. Dahulu masyarakat setempat menganggap kawasan Gunung Patuha dan Kawah Putih ini sebagai daerah yang menyeramkan, tidak seorang pun yang berani menjamah atau menuju ke sana. Konon karena angkernya, burung pun yang terbang melintas di atas kawah akan mati.

Misteri keindahan danau Kawah Putih baru terungkap pada tahun 1837 oleh seorang peneliti botanis Belanda kelahiran Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghuhn (1809-1864) yang melakukan penelitian di kawasan ini. Sebagai seorang ilmuwan, Junghuhn tidak mempercayai begitu saja cerita masyarakat setempat. Saat ia melakukan perjalanan penelitiannya menembus hutan belantara Gunung Patuha, akhirnya ia menemukan sebuah danau kawah yang indah. Sebagaimana halnya sebuah kawah gunung, dari dalam danau keluar semburan aliran lava belerang beserta gas dan baunya yang menusuk hidung. Dari hal tersebut terungkap bahwa kandungan belerang yang sangat tinggi itulah yang menyebabkan burung enggan untuk terbang melintas di atas permukaan danau Kawah Putih.

Karena kandungan belerang di danau kawah tersebut sangat tinggi, pada zaman pemerintahan Belanda sempat dibangun pabrik belerang dengan nama Zwavel OntginingKawah Putih’. Kemudian pada zaman Jepang, usaha tersebut dilanjutkan dengan nama Kawah Putih Kenzanka Gokoya Ciwidey yang langsung berada di bawah penguasaan militer Jepang.

Di sekitar kawasan Kawah Putih terdapat beberapa makam leluhur, antara lain makam Eyang Jaga Satru, Eyang Rongga Sadena, Eyang Camat, Eyang Ngabai, Eyang Barabak, Eyang Baskom, dan Eyang Jambrong. Salah satu puncak Gunung Patuha yakni Puncak Kapuk, konon merupakan tempat pertemuan para leluhur yang dipimpin oleh Eyang Jaga Satru. Konon, di tempat ini terkadang secara gaib terlihat sekumpulan domba berbulu putih yang oleh masyarakat disebut domba lukutan.

Danau Kawah Putih memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Air di danau kawahnya kadang berubah warna, berwarna hijau apel kebiru-biruan bila terik matahari dan cuaca terang, terkadang pula berwarna coklat susu. Paling sering terlihat airnya berwarna putih disertai kabut tebal di atas permukaan kawah. Selain permukaan kawah yang berwarna putih, pasir dan bebatuan di sekitarnya pun didominasi warna putih, oleh karena itu kawah tersebut dinamakan Kawah Putih.