Saturday, December 29, 2012

Budaya Minum teh etnis Tibet

Favorit minum teh dalam kalangan etnis Tibet melahirkan banyak karya sastra dan dongeng. diantaranya "Pari-Pari Teh dan Arak" dan "Cerita tentang Teh dan Garam".

"Pari-Pari Teh dan Arak" menceritakan tentang kaisar di sebuah kota memerintahkan agar arak digantikan dengah teh dalam jamuan. Oleh sebab itu, Pari-pari Arak datang ke kota itu untuk memuji arak dan memfitnah teh di hadapan kaisar. Peri Teh juga datang menghadap kaisar dan membahas dengan Pari-pari Arak. Akhirnya, kaisar menghentikan perdebatan antara kedua peri, dan secara adil menilai peran teh dan arak.

"Cerita tentang Teh dan Garam" pun mengisahkan tentang sepasang kekasih yang tidak bisa hidup sama-sama, menjadi garam dan teh setelah mereka mati. Karena etnis Tibet minum teh dengan garam, maka sepasang kekasih tersebut bisa hidup sama-sama. Karena cerita tersebut, adat minum teh dengan garam etnis Tibet diliputi warna yang romantis.

Bagi masyarakat etnis Tibet, mereka juga berpendapat bahwa teh dapat meningkatkan kekuatan tubuh bagi ternak. Maka, peternak etnis Tibet sering menggunakan sisa-sisa teh sebagai makanan sapi dan kuda.

Gaya hidup etnis Tibet sangat tergantung pada teh. Maka kebutuhan penduduk Tibet terhadap teh besar, dan perdagangan teh juga berkembang pesat. Beberapa pasar teh yang terkenal juga ada di Provinsi Gansu, Qinghai, Sichuan dan Yunnan yang mengelilingi Tibet. Seiring dengan perkembangan perdagangan, lingkup bisnis tidak hanya dalam bidang teh, tetapi juga termasuk tekstil, perangkat keras, barang-barang penggunaan harian, medis Tibet, bulu domba, dan emas. Perdagangan etnis Tibet dengan berbagai etnis di seluruh China semakin menjamur dan makmur.

Sejak teh memasuki kehidupan masyarakat etnis Tibet lebih seribu tahun yang lalu, hingga kini, minum teh menjadi satu kebudayaan yang khusus dan berwarna-warni dalam kalangan etnis Tibet, dan juga merupakan penghubung untuk meningkatkan pertukaran kebudayaan antara etnis Tibet dengan etnis Han dan etnis-etnis minoritas yang lain.

Related Posts:

  • "Hari Alirkan Air" dan "Hari Tanam Benih" Petani dan Penggembala mengadakan upacara menyambut "Hari Alirkan Air" dan "Hari Tanam Benih" di daerah pemukiman Tizinafu, Kabupaten Otonom Tashekuergan yang berpenduduk Tajik, Xinjiang, Kedua hari besar itu biasanya dilihat… Read More
  • Tarian Sumpit khas etnis MongolTarian Sumpit / Chopsticks populer di kawasan Erdos, Inner Mongolia. Hal ini awalnya tarian pria lajang untuk menikah atau festival upacara menikah, biasanya disertai dengan alat musik gesek dan bernyanyi.Penari memegang seke… Read More
  • Karpet UygursDaerah Otonom Xinjiang Ugyhur adalah tempat lahirnya karpet di China. Jauh sebelum 2.000 tahun lalu, di daerah Hetian sudah mulai tumbuh adat menenun karpet. Karena karpet Xinjiang sangat berkarakter etnik, maka dijual di leb… Read More
  • Hari bersihkan kuburan Kuburan yang sering dikaitkan dengan cerita-cerita perpisahan dan kesedihan, mungkin tidak langsung dibayangi perasaan sebegitu setiap kali kedatangan Hari Qingming.Pada hari tersebut, anggota keluarga akan mengunjungi dan … Read More
  • Panwang Festival bagi etnis YaoMasyarakat etnis Yao yang tinggal di kabupaten Jinxiu di wilayah otonomi Guangxi Zhuang, pakaian tradisional adalah lebih dari sekedar fashion itu pernyataan identitas dan bagian penting dari perayaan. Setiap orang berpakaia… Read More

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih atas Komentar anda.
Thanks for your Comments.