Friday, April 17, 2015
Home »
Adat Istiadat
» Sejarah Tarian Gajah di China
Sejarah Tarian Gajah di China
Gan Xiang yang juga dikenal dengan nama "tarian gajah" merupakan seni rakyat dalam bentuk bernyanyi dan menari. Menurut catatan sejarah Pekan Yicheng, pada akhir Dinasti Qing, tarian ini sangat populer di daerah yang berbukit-bukit di timur Yicheng. Namun menurut legenda, tarian tersebut dimulai pada akhir zaman Chunqiu (770-476 Sebelum Masehi).
Konon, pada akhir zaman Chunqiu, raja dari sebuah negeri kecil di bagian selatan telah mengirim beberapa utusan untuk mengiringi gajah yang membawa batu karang, mutiara dan batu permata ke negara Chu untuk disembahkan kepada Raja Zhao. Ketika mereka tiba di Shiliping, di timur Hanjiang, sungai yang mengalir di negeri Chu, hari sudah malam. Mereka pun beristirahat di situ. Ketika para utusan bangun pada keesokan harinya, gajah dan semua barang sudah hilang. Mereka mencari selama beberapa hari, namun masih gagal menemukan gajah dan semua barang tersebut.
kerisauan yang berlebihan menyebabkan para utusan tampaknya gila sampai mereka mulai belajar gerak-gerik gajah dalam perjalanan untuk mencarinya. Tapi mereka masih gagal juga menemukan gajah yang dicari. Pada suatu pagi, setelah bangun tidur, para utusan merasa Shiliping, tempat mereka berada, sudah berubah menjadi sebuah gunung yang bentuknya menyerupai gajah. Mereka berpendapat gunung itu diubah dari gajah mereka yang hilang. Mereka sangat gembira dan memanggil semua warga datang melihat. Sejak itu, Shiliping berubah nama ke Gunung Xiangbi.
Namun begitu, tugas utusan masih belum selesai. Maka, mereka pun membuat tubuh gajah menggunakan bambu dan kain untuk dipakaikan pada dua orang utusan. Ketika menghadap Raja Zhao, dua orang yang berpakaian seperti gajah itu telah menceritakan pengalaman mereka, dan mempersembahkan tarian gajah. Raja Zhao tidak menyalahkan mereka, sebaliknya memuji mereka dan mengeluarkan perintah semua rakyat negeri Chu diinginkan belajar tarian gajah. Sejak itu, tarian gajah semakin populer di Yicheng.










0 komentar:
Post a Comment
Terima Kasih atas Komentar anda.
Thanks for your Comments.