Wakil Dubes Kedutaan Besar Republic Rakyat China (RRC), Mr. Liu Quan (Kiri) dan Ketua Program Studi Bahasa Mandarin Unas, Titi Rahardjanti (Kanan)
China merupakan salah satu negara berkembang dimana setiap negara di dunia sudah tentu tidak meragukan lagi kesuseksesan negara tersebut. Oleh karena itu, sebagai negara yang sedang berkembang, Indonesia perlu menjalin dan memperkuat kerjasama serta memetik berbagai pelajaran dari negara - negara tersebut.
Dalam rangka merealisasikan hal ini, Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Nasional, Program Studi Bahasa Mandarin menggelar kuliah umum bertema "Memperkuat Kemitraan Strategis Indonesia-China" pada Selasa (26/6). Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh civitas akademika Unas itu mengundang Wakil Dubes Kedutaan Besar Republic Rakyat China (RRC), Mr. Liu Quan sebagai pembicara.
"China dalam kurun waktu 30 tahun belakangan ini telah menjadi raksasa Asia, dengan kuliah umum ini barangkali kita dapat belajar dari langkah - langkah sukses negara ini," ungkap Wakil Rektor Universitas Nasional Bidang Hubungan Kerjasama dan Kemahasiswaan, Drs. Faldy Rasyidie dalam pembukaan acara yang diselenggarakan di Aula Utama Unas, Blok I Lantai 4, Selasa (26/6).
Dalam kegiatan tersebut Mr. Liu Quan membagikan pengalaman - pengalaman China dengan menampilkan foto - foto kegiatan dan warga negara disana. "China, seperti yang saat ini dapat dilihat bersama telah menjadi negara yang semakin kuat dari waktu ke waktu, salah satunya adalah dalam sektor ekonominya," papar Mr. Quan. Tidak dapat dipungkiri, pertumbuhan perekonomian di negara tirai bambu kini mencapai lebih dari 50 persen.
Tidak hanya menjelaskan berbagai perkembangan yang kini dialami oleh negara tersebut, dalam kuliah umum yang dimeriahkan dengan pertunjukkan tarian China dan tarian tradisional Indonesia yaitu tari ngarojeng, Mr. Quan juga yakin bahwa negara Indonesia dan China kelak akan menjadi negara yang besar di dunia dengan masa depan yang cemerlang.
Thursday, July 5, 2012
Perkuat Kerjasama Budaya Indonesia-China
Related Posts:
Mahasiswa China membuat sendiri Mobil ListrikSeorang mahasiswa senior jurusan desain manufaktur di sebuah perguruan tinggi di Chengdu China telah mengembangkan mobil listrik, yang hanya membutuhkan biaya 3500 yuan (atau sekitar US $ 550) dan butuh waktu tiga bulan untuk… Read More
Mantra TibetMantra: Masukan sebagai korban di depan gambar Buddha, melambangkan Gunung Meru. juga dihiasi dengan berbagai logam dan mutiara dan digunakan dalam pertemuan-pertemuan doa. … Read More
Pembangunan rumah Soekarno di Shenzhen - China Pusat Kerja Sama Indonesia-China, "Rumah Soekarno" di Shenzhen kemarin resmi dicanangkan oleh Mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri, dengan didampingi oleh Ketua China Institute for Innovation and Reform Study Zheng Bij… Read More
Salah satu Jalan paling rimbun di ChinaFoto yang menunjukkan pemandangan jalan Changchun salah satu jalan yang tertutup oleh rerimbunan pohon-pohon hijau di kota Ningbo, provinsi Zhejiang.di China timur. … Read More
China setiap tahunnya menghasilkan 1,8 miliar ton semenChina adalah baik dalam membuat banyak hal, mulai dari sepatu, pakaian, Smartphone, komputer, mainan dan kapal. Sekarang China memiliki rencana nasional 10 tahun ke depan, Made in China tahun 2025, yang membuat perekonomian t… Read More
0 komentar:
Post a Comment
Terima Kasih atas Komentar anda.
Thanks for your Comments.