Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang terletak di pantai utara pulau Bali merupakan salah satu proyek kerja sama tenaga listrik China dan Indonesia.
Menurut keterangan Direktur Proyek PLTU Bali, Wang Zhihao, investasi total perusahaan listrik China yaitu China Huadian Engineering Co., LTD (CHEC) terhadap proyek tersebut sebesar US$ 630 juta. Proyek tahap pertama mulai dikerjakan pada 1 Mei tahun 2012. Saat ini 2 dari 3 generator pembangkit listrik telah resmi beroperasi. Generator ketiga akan selesai dipasang dalam waktu dekat. Diperkirakan proyek tahap pertama akan mensuplai lebih dari 40 persen tenaga listrik di pulau Bali.
Wang Zhihao mengatakan, perampungan PLTU Bali oleh CHEC telah mengubah konsumsi minyak solar dalam pembangkitan listrik setempat. PLTU Bali yang dibangun CHEC menggunakan batu bara sebagai bahan bakarnya sehingga sangat menghemat ongkos pembangkitan listrik, dan juga mengurangi emisi gas beracun. Ini tentunya akan memperbaiki ekosistem setempat. Ke depannya, CHEC berencana menambah proporsi tenaga kerja lokal dalam proyek tersebut melalui kursus latihan terkait teknologi operasi PLTU.
PLTU Bali hanyalah salah satu contoh perkembangan perusahaan listrik China di Indonesia. Sejak lama tenaga listrik selalu menjadi salah satu bidang utama dalam kerja sama China dan Indonesia.
Perusahaan listrik sudah lama memasuki pasar tenaga listrik Indonesia sejak tahun 1980-an. PT. PLN (Perusahaan Listrik Negara) Indonesia pernah mengeluarkan Proyek Percepatan Pembangunan Pembangkit 10.000 MW pada tahun 2007, diantaranya 85 persen kapasitas listrik terpasang akan disediakan oleh perusahaan China.
Presiden Indonesia Jokowi bulan lalu meluncurkan "Program 35.000 MW untuk Indonesia". Program itu dipercaya akan memberikan lebih banyak peluang bagi perusahaan China.









0 komentar:
Post a Comment
Terima Kasih atas Komentar anda.
Thanks for your Comments.