Wednesday, August 12, 2015

Pidato Shinzo Abe?

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan menyampaikan "Pidato Shinzo Abe" dalam rangka peringatan 70 tahun berakhirnya Perang Dunia II. Pidato tersebut akan disampaikan dalam bentuk resolusi Kabinet pada tanggal 14 Agustus mendatang. Dilihat dari sikapnya terhadap masalah sejarah, perbaikan UUD dan penerapan hak bela diri kolektif, maka masyarakat dapat menarik kesimpulan bahwa Shinzo Abe kemungkinan besar menyampaikan pidato yang kontroversial. Negara-negara Asia yang mengalami agresi Jepang pada masa Perang Dunia II menaruh perhatian besar bahkan menunjukkan kekhawatiran terhadap isi pidato yang akan disampaikan Shinzo Abe pada 14 Agustus mendatang.

Harian Asia Thailand berpendapat, masyarakat internasional menaruh perhatian pada isi pidato yang akan disampaikan oleh Shinzo Abe, itu tidak berarti Shinzo Abe bisa dibilang sebagai sosok politikus yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Masyarakat internasional hanya tertarik mengetahui apakah Jepang akan terus menempuh jalan perdamaian atau mengulangi jalan militerisme. Masalah ini tidak hanya berkaitan dengan China dan Asia, tapi juga berkaitan dengan seluruh dunia.

Komentator Indonesia berpendapat, masyarakat Singapura, Indonesia dan Malaysia sebagai tiga negara yang pernah diagresi Jepang pada masa lalu telah menulis surat terbuka kepada Abe, mengimbau Abe meminta maaf kepada para korban perang agresi Jepang pada masa lalu, memberikan ganti rugi kepada wanita penghibur atau Ianfu dan menghentikan aksi militerisme termasuk perbaikan UUD.

Sarjana Korea Selatan mengatakan, tidak hanya China yang menaruh perhatian besar pada pidato yang akan disampaikan Shinzo Abe, Korea Selatan juga menanti sikap Jepang terhadap sejarah. Walaupun Shinzo Abe telah berulang kali menyatakan akan mewarisi isi Pidato Kono Yohei dan Pidato Murayama, namun masyarakat internasional tetap meragukan apakah ia benar-benar akan mewarisi isi pidato yang berintrospeksi terhadap sejarah tersebut.

Mengapa Asia menaruh perhatian besar pada isi pidato Shinzo Abe? Sarjana Indonesia berpendapat bahwa pertama, Shinzo Abe telah berkali-kali memberikan keterangan yang mengundang kritik dalam masalah sejarah. Kedua, pidato yang akan disampaikan Shinzo kali ini akan mewakili sikap kabinet Jepang. Apakah Shinzo Abe akan mewarisi isi pidato Murayama untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf atas kejahatan Jepang dalam perang agresi. Hal ini berkaitan langsung dengan masalah apakah Jepang dapat mewujudkan hubungan baik dengan negara-negara Asia.

Pemimpin redaktur Harian Asia Thailand berpendapat bahwa Jepang adalah negara yang kalah dalam Perang Dunia II sekaligus negara yang tidak mau melakukan introspeksi. Penerimaan Undang-Undang Keamanan yang baru telah memuluskan jalan bagi Jepang untuk menghidupkan kembali militerisme. Ia berharap Shinzo Abe dapat bersikap bijak dan bertolak dari masa depan bangsa Jepang agar tidak mengulangi kesalahan dalam Perang Dunia II.

Sarjana Singapura berpendapat, menanti Abe mengubah sikapnya dalam sejarah terkesan kurang realistis, namun bagaimana pun Shinzo Abe harus menghentikan perkataan provokatif dalam masalah Ianfu.

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih atas Komentar anda.
Thanks for your Comments.