Chindo News

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China.

Chindonews.blogspot.com

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China. .

China-Indonesian Information

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China..

Pameran Mobile

Pameran Mobil Internasional.

Pertukaran Budaya

Kebudayaan adalah sesuatu hal yang baru yang menghasilkan nilai budaya.

Wednesday, May 30, 2012

Ahli sejarah Gu Yanwu

Gu Yanwu (tahun 1613 - 1682), seorang ahli pemikir, ahli sejarah, ahli linguistik China di ujung zaman Dinasti Ming (tahun 1368 - 1644) dan awal zaman Dinasti Qing (tahun 1616 - 1911). Ketika masih muda, ia pernah bergabung gerakan melawan invasi tentara Qing saat pemerintahan Dinasti Ming digulingkan. beliau tidak pernah melayani pemerintah Qing, sebaliknya mengembara ke seluruh negara dan mengabdikan diri dalam bidang penelitian. Slogan yang agungkannya adalah  "Semua orang bertanggung jawab terhadap nasib negaranya" menyemarakkan semangat nasional China sehingga sekarang. Rumah Gu Yanwu juga menjadi tujuan wisata di kota kuno Qiandeng

Kota Kuno Qiandeng yang berusia 2500 tahun

Kota kuno Qiandeng terletak di propinsi Jiangsu, Kota kuno Qiandeng di daerah Delta Sungai Yangtze terletak di bawah administrasi kota Kunshan. Kota yang sudah berusia 2500 tahun ini memiliki banyak peninggalan sejarah, dan merupakan kampung halaman bagi banyak tokoh terkemuka di China. Kota ini juga merupakan tempat asal perkembangan Opera Kunqu yang mengungkapkan sensasi halus dengan lagu dan musik yang merdu, sesuai dengan keindahan panorama di kota kuno ini. Di kota ini ada jembatan yang kecil, sungai yang mengalir jauh dan rumah kediaman penduduk lokal yang sudah lama dibangun.

Menhan China bertemu Menhan Kamboja

Menteri Pertahanan China, Liang Guanglie menemui rekan sejawatnya dari Kamboja, Tea Banh di Phnom Penh hari ini. Kedua pihak bertukar pendapat mengenai isu yang menjadi perhatian bersama.

Menurut Liang, hubungan kedua negara belakangan ini membuka lembaran baru. Hal ini menyusul hubungan saling percaya dari segi politik dan strategis bertambah kokoh, perluasan kerjasama pragmatis serta peningkatan koordinasi yang melibatkan kepentingan bersama. Selain itu, kedua pihak juga mencapai hasil yang cukup memuaskan dalam proyek pembangunan sekolah, pelatihan SDM, dan logistik medis. Liang berharap untuk terus meningkatkan interaksi dalam kerjasama keamanan multilateral dan memberikan dukungan kepada Kamboja selaku ketua bergilir ASEAN.

Kebijakan luar negeri Indonesia dalam hubungan ASEAN-Tiongkok

Pidato Kebijakan Luar Negeri Indonesia dan Hubungan Tiongkok- ASEAN atau Indonesia's Foreign Policy and China-ASEAN Relations yang pertama telah diadakan di Beijing kemarin (29/5). Duta Besar RI untuk Tiongkok, Imron Cotan menjadi pembicara utama dalam acara itu. Pidato itu diadakan di Beijing Foreign Studies University (BFSU) dengan dihadiri oleh perwakilan KBRI Beijing, profesor-profesor dan mahasiswa-mahasiswi BFSU.

Sebelum pidato itu berlangsung, Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok serta perwakilan KBRI Beijing mengadakan rapat singkat dengan profesor Bahasa Indonesia di BFSU, Ibu Wu Wenxia. Rapat singkat itu diadakan di Indonesia Center yang terletak di gedung utama BFSU. Imron Cotan bangga atas diadakannya pidato yang akan mempererat hubungan Tiongkok dan Indonesia dalam berbagai bidang, seperti bidang pendidikan dan kemajuan yang dicapai ASEAN dalam kerjasamanya dengan Tiongkok. Profesor BFSU dari jurusan Bahasa Indonesia, Ibu Wu Wenxia juga berbesar hati karena diadakannya pidato yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa-mahasiswa di Tiongkok. Rapat singkat itu diakhiri dengan sesi tanya jawab antara mahasiswa dan Bapak Imron Cotan serta pertunjukkan angklung yang dimainkan oleh mahasiswa BFSU.

Dalam acara pidato yang diadakan setelah rapat singkat itu, Dubes RI untuk Tiongkok, Imron Cotan menyatakan bahwa peningkatan hubungan Tiongkok dan Indonesia sangat penting bagi perkembangannya dengan ASEAN. Ia juga menyatakan bahwa hubungan Tiongkok dan ASEAN telah maju menjadi mitra strategis yang berpotensi untuk berkembang di berbagai bidang.

Dalam pidatonya, Imron Cotan juga mengatakan bahwa dengan dukungan ASEAN+1 dan ASEAN+3, ekonomi negara-negara ASEAN akan terus stabil. Sementara itu, ia menyatakan bahwa Tiongkok adalah mitra strategis bagi ASEAN yang dapat diandalkan.

Ia juga menyatakan peran yang dimainkan oleh Indonesia dalam membantu memajukan perkembangan hubungan Tiongkok dan ASEAN.

ASEAN adalah pasar terbesar bagi Tiongkok. Imron Cotan yakin Tiongkok dapat mendobrak ekonomi dan finansial dunia yang akan menguntungkan negara-negara ASEAN. Indonesia berharap, dengan eratnya hubungan Tiongkok dan ASEAN dapat mewujudkan hubungan yang saling menguntungkan dan menang bersama.

Tuesday, May 29, 2012

Pameran aneka bentuk Robot di Univ China