Wednesday, October 12, 2016

Festival Hantu Lapar di Hongkong

Menurut kepercayaan tradisional China, bulan ketujuh dalam kalender lunar adalah waktunya roh-roh yang tidak tenang akan berkeliaran di bumi. Banyak orang China berusaha untuk menenangkan hantu-hantu itu sambil memberikan "makanan" kepada nenek moyang mereka sendiri, terutama pada hari ke-15, yaitu Yu Lan atau Festival Hantu Lapar.

Meskipun asal usul perayaan ini tidaklah seperti perayaan Halloween di Barat, namun perayaan tersebut juga terkait erat dengan praktek pemujaan nenek moyang. Bagi pengunjung, inilah kesempatan terbaik untuk melihat budaya nyata kota Hong Kong ketika orang akan keluar ke jalan-jalan raya dan membakar uang palsu serta pemberian lainnya untuk diberikan kepada hantu-hantu dan nenek moyang untuk digunakan di alam setelah mati. Makanan juga dipersembahkan untuk memenuhi selera hantu-hantu yang lapar itu.

Satu dari puncak perayaan ini adalah opera China, yang biasanya dipersembahkan di panggung sementara yang terbuat dari bambu. Opera ini dipersembahkan untuk memuji kebaikan dan kebajikan yang telah dilakukan oleh dewa-dewa tersebut.

Sekitar 1,2 juta orang yang berasal dari Chiu Chow di provinsi Guangdong, kini tinggal di Hong Kong. dengan Festival Hantu Lapar, komunitas itu mengadakan perayaan mereka sendiri, yaitu Festival Hantu Yu Lan, yang berlangsung selama sebulan dimulai pada hari pertama bulan ketujuh kalender lunar. Perayaan ini dirayakan sejak 100 tahun lalu dan kini terdaftar secara resmi sebagai satu dari warisan budaya China.

Pada saat ini di seluruh Hong Kong, Anda akan menyaksikan orang Chiu Chow memenuhi taman-taman dan dataran, atau tempat-tempat lapang yang lain untuk menyerahkan pemberian mereka kepada leluhur dan hantu-hantu yang berkeliaran. Mereka akan membakar kertas sembahyang, mendistribusikan nasi secara gratis dan mempersembahkan opera China serta drama gaya Chiu Chow untuk hantu-hantu yang haus hiburan ini.

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih atas Komentar anda.
Thanks for your Comments.