Chindo News

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China.

Chindonews.blogspot.com

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China. .

China-Indonesian Information

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China..

Pameran Mobile

Pameran Mobil Internasional.

Pertukaran Budaya

Kebudayaan adalah sesuatu hal yang baru yang menghasilkan nilai budaya.

Saturday, June 20, 2020

Keindahan desa Taiyuan di timur China

Desa Taiyuan di provinsi Jiangxi di timur China, yang berpenduduk etnis minoritas She memiliki pemandangan indah, dengan gaya latar belakang etnis dan pemandangan air terjun dari sebuah gunung.








Friday, June 19, 2020

Duttar, alat musik tradisional Uygur


Rouzi Bawudong sering bermain Duttar, alat musik tradisional Uygur sambil menyanyikan lagu di Kampung Jiayi daerah Aksu, Daerah Otonom Uigur Xinjiang, China.

Ia menjadi pewaris budaya tingkat daerah. Desa Jiayi adalah pusat pembuatan alat musik Uygur.

Ada lebih dari 200 alat musik dari 299 keluarga yang tinggal di desa ini.

Keluarga Rouzi mewarisi keterampilan membuat alat musik dari kakeknya dan sekarang keterampilan membuat alat musik sudah berumur lebih dari 200 tahun.

Selama 30 tahun terakhir, Rouzi telah membuat banyak alat musik. Rouzi Bawudong, lahir pada tahun 1970, suka memainkan alat musik.

Sejak kecil ia telah menunjukkan minat dalam pembuatan alat musik tradisional Uygur.

Pada usia 16 tahun, Rouzi mulai belajar cara membuat alat musik dari ayahnya. Menurut Rouzi, untuk membuat Duttar berkualitas tinggi membutuhkan lima proses dan memakan waktu sekitar dua tahun.

Thursday, June 18, 2020

Keindahan bunga Pir

Bunga pir bermekaran di daerah Jinchuan, provinsi Sichuan. di barat daya China.





Wednesday, June 17, 2020

Sepatu khas Xinjiang



Chunuk adalah bahasa Tujue, salah satu etnis di China pada zaman dahulu. Menurut Kamus Bahasa Tujue, Chunuk berarti sepatu yang terbuat dari kulit. sepatu But Chunuk sudah bersejarah sekitar 3.200 tahun. Pada tahun 2006, but Chunuk terdaftar sebagai warisan budaya bukan benda Daerah Otonom Uigur Xinjiang.

But chunuk terbuat dari kulit yang berkualitas. Bagian luar sepatu terbuat dari kulit sapi atau unta, sedangkan dasarnya terbuat dari kulit yak. sepatu ini tahan lama, lembut dan tidak licin ketika berjalan. Penduduk nomaden yang tinggal di daerah pegunungan yang sangat dingin memakai but Chunuk sepanjang tahun. Namun, sejak tahun 1980-an, sepatu kulit semakin populer di area Kashgar, Xinjiang.

Generasi muda menganggap but Chunuk sebagai "barang antik". Pada zaman sekarang, hanya orang tua etnis Uigur saja yang masih memakai sepatu Chunuk. But chunuk  kini dijadikan sebagai kerajinan tangan yang disimpan di rumah penduduk etnis Uigur. Seiring dengan perkembangan sektor pariwisata di Xinjiang, semakin banyak wisatawan membeli but Chunuk untuk kenang-kenangan.

Tuesday, June 16, 2020

Kerajinan tanah liat etnis Uygurs



Kota Kashgar yang terletak di ujung paling barat China, tepatnya di Daerah Otonomi Xinjiang Uygur, memiliki tradisi yang unik. Di antara seni kerajinan etnik Uygur yang unik di daerah ini termasuk tengkorak, peralatan kuningan, alat musik dan karpet yang telah menarik pelanggan dari dalam dan luar negeri.

Di daerah tenggara Kashgar, ada daerah pemukiman yang disebut "tanah liat di lereng". Daerah ini juga dikenal sebagai "jalan tanah liat". Area pemukiman telah ada selama lebih dari dua ribu tahun yang lalu.

Ketika penduduk Uygur menggali tanah untuk membangun bangunan di daerah tersebut pada zaman kuno, mereka menemukan tanah yang sangat halus dan mudah menempel.

Sekitar 800 tahun yang lalu, seorang tukang tanah liat membuka pusat keramik pertama di daerah tersebut. Sejak itu, kehidupan penduduk Uygur menjadi tak terpisahkan dengan seni tanah liat.