Chindo News

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China.

Chindonews.blogspot.com

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China. .

China-Indonesian Information

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China..

Pameran Mobile

Pameran Mobil Internasional.

Pertukaran Budaya

Kebudayaan adalah sesuatu hal yang baru yang menghasilkan nilai budaya.

Sunday, January 16, 2011

Kuil Kumbum di Qinghai


Kuil Kumbum ini dibangun pada tahun 1379 dan memiliki sejarah lebih 600 tahun. Ia terletak di lembah gunung Bunga Teratai ke arah barat daya kota Lushaer, kabupaten Huangzhong, Provinsi Qinghai dan jauhnya 26 kilometer dari Xining, ibu kota Provinsi Qinghai.

Kuil Kumbum ini merupakan tempat lahir Sami Besar Tsongkhapa, pendiri kelompok Gulug Agama Buddha Tibet. Ia juga adalah dari enam buah kuil terbesar di area rumah etnis Tibet.

Saturday, January 15, 2011

Pakaian Etnik Jinuo

Orang etnis Jinuo kebanyakan tinggal di Xishuangbanna, Provinsi Yunnan Tiongkok. "Jinuo" dalam bahasa mereka berarti "menurut pak long". Jadi, etnis Jinuo adalah etnis yang sangat menghormati "pak long".

Pria dan perempuan etnis Jinuo semuanya suka memakai subang yang besar. Jadi, lubang yang ditindik pada telinga mereka bertahap menjadi semakin besar ketika umur mereka meningkat. Menurut tradisi mereka, orang yang lubang telinganya besar itu sangat rajin dan berani.

Pria etnis ini suka memakai celana yang longgar dan baju tanpa kerah. Wanitanya pula suka memakai topi berbentuk segitiga, baju tanpa kerah dan juga skirt yang berwarna hitam.

Friday, January 14, 2011

Pakaian Etnik Kazak

Orang etnis Kazak kebanyakan tinggal di Daerah Otonom Uigur Xinjiang, Provinsi Gansu dan Qinghai.

Pakaian etnis Kazak biasanya dibuat dari kulit kambing, rubah, rusa dan serigala. Pria etnis Kazak suka memakai jubah dan celana yang memudahkan menunggang kuda. Wanita etnis Kazak suka memakai gaun, dan hiasan kepala mereka agak istimewa. Gadis yang belum kawin memakai topi yang dilengkapi dengan bunga yang disulam dengan benang berwarna keemas-emasan. Di atas topi ini juga dilengkapi dengan bulu burung hantu yang menandakan keberanian. Setelah menikah, mereka akan memakai sejenis topi yang agak tinggi, dan satu tahun kemudian, topi ini berubah lagi menjadi tudung yang berwarna warni. Namun, tudung kepala mereka yang belum beranak dan yang sudah beranak dan warga emas pula agak berbeda.

Thursday, January 13, 2011

Taman Raja Bishushanzhuang



Taman Peranginan Diraja Bishushanzhuang dan kuil-kuil di sekitarnya di kota Chengde, provinsi Hebei di bagian utara Tiongkok telah terdaftar UNESCO PBB sebagai Warisan Dunia pada tahun 1994.

Taman Peranginan Diraja Bishushanzhuang di kota Chengde yang terletak sejauh lebih 200 kilometer di sebelah timur laut Beijing merupakan taman peranginan kaisar Dinasti Qing pada musim panas. Taman itu mulai dibangun pada tahun 1703 dan membutuhkan waktu 90 tahun untuk siap dibangun. Taman Peranginan Diraja Bishushanzhuang Chengde menggabungkan keistimewaan arsitektur bagian utara dan bagian selatan Tiongkok, yaitu kemegahan dari bagian utara Tiongkok dan kecantikan dari bagian selatan Tiongkok.

Tuesday, January 4, 2011

1 Tahun CAFTA (China-ASEAN Free Trade)

Pemberlakuan Zona Perdagangan Bebas Tiongkok-ASEAN atau CAFTA genap berusia setahun pada tanggal 1 Januari 2011. CAFTA merupakan kawasan perdagangan bebas tunggal pertama, baik bagi Tiongkok maupun ASEAN. Selama setahun ini, CAFTA telah mencatat permulaan yang cukup baik dengan hasil luar biasa, telah mendatangkan keuntungan kepada Tiongkok maupun ASEAN. Hal ini disepakati sejumlah pakar yang berbicara kepada CRI.

Setelah kerja keras selama sepuluh tahun, CAFTA diresmikan pada 1 Januari 2010. Zona perdagangan bebas ini melibatkan populasi sebanyak 1,9 miliar, Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar US$ 6 triliun dan nilai perdagangan sebesar US$ 4,5 triliun. Menurut pengamat, sebagai kawasan perdagangan bebas terbesar di dunia antar-negara berkembang bakal berpengaruh besar terhadap perekonomian maupun politik dunia pada paruh pertama abad ke-21.

Wakil Sekjen Pihak Tiongkok dari Dewan Pengurus Perdagangan Tiongkok-ASEAN Xu Ningning menjelaskan, nilai perdagangan Tiongkok dengan ASEAN tetap bertumbuh pesat walaupun ada krisis moneter global. Peningkatan nilai perdagangan ini adalah berkat penurunan bea masuk yang sejalan dengan pembentukan CAFTA. Antara Januari hingga November 2010, nilai perdagangan antara Tiongkok dengan ASEAN tercatat sebesar US$ 263 miliar, naik 41 persen dibanding periode yang sama satu tahun lalu.

Pembebasan bea masuk semakin menarik perusahaan Tiongkok untuk berinvestasi ke negara-negara ASEAN. Direktur Seksi Eskpor Perusahaan Automotif Liuzhou Dongfeng, Feng Jie menjelaskan, berkat CAFTA dan rehabilitasi ekonomi dunia, jumlah maupun nilai penjualan perusahaan mereka pada enam bulan pertama 2010 di Vietnam saja telah melebihi angka yang dicapai sepanjang tahun 2009.

CAFTA tentu saja juga mendatangkan "peluang Tiongkok" kepada negara-negara ASEAN. Pakar Thailand mengatakan, selama beberapa tahun terakhir ini, seiring dengan lonjakan pendapatan per kapita warga negara Tiongkok, maka permintaan dari warga Tiongkok terhadap produk berkualitas tinggi juga ikut meningkat. Pasar Tiongkok yang berkembang pesat merupakan kesempatan besar bagi produk luar negeri. Di sisi lain, produk-produk ASEAN tentu saja memiliki keunggulan kompetitif dibanding produk negara lain karena terbentuknya CAFTA.

Wakil Sekjen Pihak Tiongkok dari Dewan Pengurus Perdagangan Tiongkok-ASEAN Xu Ningning menjelaskan, sejalan dengan terbukanya pasar investasi, perbaikan lingkungan investasi, dan pengurangan rintangan investasi antara Tiongkok dan ASEAN, maka ruang pertumbuhan kerja sama dan investasi kedua pihak akan semakin besar.

Selain itu, karena negara-negara Barat menerapkan terlalu banyak rintangan perdagangan terhadap produk ekspor Tiongkok, maka perusahaan Tiongkok lebih berminat berinvestasi ke negara-negara ASEAN, sehingga secara tidak langsung merintis pasar di Jepang, Korea Selatan, Eropa maupun Amerika, karena ASEAN telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan Jepang dan Korea Selatan. Selain itu, semakin banyak perusahaan di luar kawasan ASEAN dan Tiongkok yang ingin berinvestasi di ASEAN, dengan tujuan merintis pasar Tiongkok, yang memanfaatkan fasilitas pembebasan bea masuk antara Tiongkok dengan ASEAN.

Meskipun awal yang dirintis CAFTA cukup baik, tetapi ada pula pakar yang berpendapat, sejumlah problem tetap perlu dipecahkan dalam proses pengintegrasian ekonomi Tiongkok-ASEAN, misalnya masalah ketidakseimbangan perdagangan serta kekurangan logistik dalam internal CAFTA.

"Kepentingan bersama" merupakan dasar demi meningkatkan kerja sama strategis Tiongkok-ASEAN. Meskipun menghadapi tantangan, CAFTA adalah satu mekanisme yang mendatangkan keuntungan bagi semua. Dengan mempertimbangkan tingkat pembangunan ekonomi dan kondisi pasar negara masing-masing, semua negara yang terlibat hendaknya memperluas akses pasar, menghilangkan rintangan perdagangan dan investasi, demi mengembangkan potensi CAFTA.