Chindo News

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China.

Chindonews.blogspot.com

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China. .

China-Indonesian Information

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China..

Pameran Mobile

Pameran Mobil Internasional.

Pertukaran Budaya

Kebudayaan adalah sesuatu hal yang baru yang menghasilkan nilai budaya.

Friday, May 7, 2010

Shenyang in Chindonews

Shenyang dan Dalian, kota-kota penting di Tiongkok Timur Laut

Shenyang, ibukota Provinsi Liaoning dengan jumlah penduduk lebih 5.000.000 jiwa adalah kota industri terbesar sekaligus pusat perhubungan dan ekonomi di daerah Tiongkok Timur Laut. Dalam sejarah, Kota Shenyang pernah menjadi ibukota pendamping Dinasti Qing (1644-1911), dinasti terakhir di Tiongkok. Istana Kuno yang terletak di pusat kota masih terpelihara baik sampai sekarang. Musoleum Timur dan Musoleum Utara yang merupakan makam Nurhachi, pendiri Dinasti Qing dan Huang Taiji juga patilasan sejarah yang terkenal di Kota Shenyang.





Kota Shenyang bertetangga dengan Anshan dan Benxi yang kaya akan besi dan baja, dan tidak jauh pula dari Fushun yang kaya akan batu bara. Antara Shenyang dan Dalian di sebelah selatannya yang merupakan kota pelabuhan terdapat jalan kereta api dan jalan bebas hambatan. Shenyang dengan hasil bumi yang melimpah dan perhubungan yang leluasa memiliki syarat yang menguntungkan untuk dikembangkan menjadi kota industri berat. Shenyang adalah pangkalan produsen mesin perkakas yang terbesar di seluruh negeri, juga tempat produksi penting pompa air dan transformator ukuran besar.








Hari Peh Cun dalam artikel Chindonews



Hari Peh Cun yang di Tiongkok disebut hari Duanwu jatuh pada setiap tanggal 5 bulan ke-5 Imlek. Bersama dengan Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek dan Festival Tiongciu atau Festival Pertengahan Musim Rontok, merupakan tiga hari raya tradisional yang paling besar di Tiongkok.

Tentang asal usul Festival Peh Cun, penjelasannya bermacam-macam. Ada yang menganggap bahwa hari raya ini berasal dari kebiasaan rakyat merayakan Festival Xiazhi (Pada hari itu, siang hari di belahan utara bumi paling panjang dan malam paling pendek karena sinar matahari pada hari Xiazhi justru tepat di atas garis balik utara.)

Tapi ada juga orang yang menganggap bahwa hari raya Peh Cun berasal dari kebiasaan pemujaan totem rakyat yang bermukim di daerah aliran Sungai Yangtze. Namun umumnya orang Tionghoa menganggap bahwa Hari Peh Cun adalah satu festival yang diadakan untuk memperingati Qu Yuan, seorang pujangga Tiongkok yang patriotik. Qu Yuan pernah menjadi pejabat tinggi Negara Chu pada Zaman Negara-negara Berperang dari tahun 475 sampai 221 Sebelum Masehi. Pada zaman itu, Tiongkok terpecah belah menjadi 7 negara yang saling berperang. Berangsur-angsur, Negara Qin di bagian barat laut Tiongkok, kira-kira di Propinsi Shaanxi sekarang semakin kuat dan mengancam keamanan ke-6 negara yang lain. Qu Yuan yang patriotik mengusulkan kepada Raja Negara Chu, yang kira-kira terletak di Propinsi Hunan Tiongkok Selatan sekarang, agar bersekutu dengan Negara Qi dan bersama-sama melawan Negara Qin, namun gara-gara adu domba beberapa pejabat lain yang memihak Negara Qin, Qu Yuan dipecat dari jabatannya oleh Raja Negara Chu dan hidup dalam pembuangan. Pada tahun 278 Sebelum Masehi, Negara Chu ditaklukkan oleh Negara Qin. Pada tanggal 5 bulan ke-5 Imlek tahun itu, Qu Yuan bunuh diri dengan menceburkan diri ke Sungai Mi Luo. Konon setelah Qu Yuan bunuh diri, penduduk setempat berdatangan ke sungai itu untuk mencari jenazahnya seraya membuang bacang ke sungai itu agar ikan di sungai itu tidak menggerogoti jenazahnya. Lama-kelamaan kegiatan itu menjadi suatu tradisi dan setiap tanggal 5 bulan ke-5 Imlek penduduk setempat pasti mengadakan lomba dayung untuk memperingati Qu Yuan. Kegiatan ini sekarang juga diikuti oleh para peserta dari negara-negara lain. Pada hari Pehcun pasti disajikan bacang.

Selain bacang, pada hari Peh Cun disajikan pula telur bebek asin dan arak. Kedua makanan itu dianggap rakyat berperan sebagai penangkal malapetaka.


Selain makanan, pada hari Peh Cun rakyat Tiongkok mempunyai kebiasaan untuk mendekorasi rumahnya secara khusus. Misalnya setiap rumah akan memasang rumput Aicao dan rumput Caopu, dua tumbuhan obat yang dipercaya bisa berfungsi menangkal malapetaka, dan juga dapat menghalau gangguan nyamuk dan serangga berbisa lainnya yang banyak muncul pada awal musim panas ketika sering turun hujan. Selain itu, pada hari Peh Cun, orangtua akan membuat bungkus bumbu harum yang berbentuk harimau, labu kendi dan sebagainya untuk diberikan kepada anak-anak, dengan harapan anaknya dapat hidup tenteram dan bahagia.

Lomba perahu naga adalah salah satu kebiasaan penting pada hari Peh Cun di daerah sebelah selatan Sungai Yangtze. Konon kebiasaan itu juga berkatian dengan Qu Yuan. Menurut cerita, setelah Qu Yuan terjun ke dalam Sungai Miluo, rakyat setempat dengan mendayung perahu berusaha menolongnya. Lama-kelamaan mendayung perahu menjadi adat istiadat pada hari Peh Cun.

Thursday, May 6, 2010

Serba-serbi tentang Anjing pada Tahun Anjing



Tanggal 29 Januari adalah Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek, hari raya tradisional yang paling meriah di Tiongkok. Menurut kebiasaan rakyat Tiongkok untuk menandai tahun dengan nama binatang dengan 12 tahun sebagai satu siklus, mulai hari itu Tiongkok memasuki tahun anjing. Anak yang dilahirkan pada tahun anjing akan menjadikan anjing sebagai Shio atau lambang tahun kelahirannya. Berikut kami sampaikan cerita tentang anjing dan hubungannya dengan shio.

Orang zaman kuno di Tiongkok menggunakan 12 binatang untuk menandai tahun, setiap 12 tahun satu siklus, dan tahun ini adalah tahun anjing. Kebiasaan menandai tahun dengan nama 12 binatang ini sudah berlangsung selama 2.000 tahun lebih di Tiongkok. Ke-12 binatang yang dijadikan lambang untuk menandai tahun dan tahun kelahiran seseorang itu menurut urutannya adalah tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing dan babi. Tentang asal usul shio itu, kini tersebar banyak cerita. Salah satu di antaranya menganggap urutan 12 binatang itu ditetapkan menurut kebiasaan 12 binatang itu, misalnya tikus yang paling aktif kegiatannya pada larut malam ditempatkan pada kedudukan pertama, disusul binatang-binatang lainnya. Di antaranya anjing yang menempati urutan ke-11 karena dianggap bertugas menjaga rumah antara pukul 7 dan 9 malam, yakni waktu yang sudah malam suatu hari. Berkenaan dengan tahun anjing setelah tanggal 29 Januari nanti, marilah kita bicarakan anjing dalam kebudayaan Tiongkok.



Anjing adalah sahabat manusia. Di Tiongkok topik tentang anjing banyak sekali, dan banyak di antaranya berisi hal-hal yang lucu dan menarik.

Anjing dianggap sebagai binatang yang dapat bertukar pikiran dengan manusia. Cerita tentang anjing menyelamatkan tuan atau lebih baik mati daripada hidup setelah tuannya meninggal tersebar di mana-mana, baik di Tiongkok maupun di negeri lainnya, dan baik sekarang maupun pada masa lampau. Rakyat etnis Manchu yang hidup di bagian utara Tiongkok berhubungan erat dengan anjing dan konon itu berkaitan dengan nenek moyangnya yang bernama Nurhach.

Nurhach hidup antara akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17 Masehi, dan merupakan pendiri Dinasti Qing, dinasti feodal terakhir dalam sejarah Tiongkok. Sebelum berdirinya Dinasti Qing, pemerintah yang berkuasa di Tiongkok adalah Dinasti Ming. Konon Nurhach suatu peristiwa dikejar oleh pasukan Dinasti Ming. Pada saat itu, Nurhach melarikan diri dengan menunggang kuda dan didampingi seekor anjing berwarna coklat. Ketika ia sampai ke sebuah ngarai, ia lantas melompat ke dalam ngarai bersama kudanya. Akan tetapi Nurhach terselamatkan karena terbanting di atas tubuh kuda kesayangannya, tapi ia sempat koma. Pasukan Dinasti Ming yang melihat sekawanan gagak di atas tubuh Nurhach masih belum bisa memastikan apakah dia sudah mati, maka menyalakan kayu dan ranting untuk dilemparkan ke ngarai, agar dapat membakarnya menjadi abu. Anjing coklat milik Nurhach setelah melihat pasukan Dinasti Ming mundur, segera menjatuhkan diri ke dalam sungai untuk menyiram atau merendamkan tubuh dengan air, kemudian anjing berguling-guling di sekitar tubuh Nurhach untuk memadamkan api supaya tuannya tidak dilalap api. Akhirnya Nurhach terselamatkan, namun anjing coklat itu mati karena terlalu capek.



Kemudian Nurhach berhasil mendirikan Negara Jin, yang kemudian berkembang menjadi Dinasti Qing yang berkuasa di seluruh Tiongkok. Berkat peranan penting yang pernah dimainkannya, anjing secara wajar menjadi sahabat akrab rakyat etnis Manchuria. Selama bertahun-tahun, rakyat etnis Manchuria terus memelihara tradisi tidak membunuh anjing, tidak makan daging anjing dan tidak memakai topi kulit anjing. Anjing yang dipelihara oleh etnis Manchuria biarpun sudah terlalu tua untuk menjaga rumah akan diperlakukan dengan baik, setelah mati anjing juga dimakamkan dengan upacara tertentu. Tradisi serupa juga terdapat di masyarakat etnis Pumi, Lagu dan Tibet.

Anjing sangat loyal kepada tuan. Konon pada abad ke-3 Sebelum Masehi ketika Dinasti Han didirikan, Kaisar Hangaozu yaitu Liu Bang memuji para menteri yang berjasa sebagai "anjing yang berjasa".
Jengis Khan, pendiri Dinasti Yuan pada abad ke-13 Masehi bahkan menyebut empat jenderal paling berani di bawah pimpinannya sebagai "empat anjing". Di Tiongkok ada juga pepatah yang berbunyi Quanmazhilao, yang berarti secara sukarela membantu orang lain seperti anjing dan kuda. Ada juga pepatah yang berbunyi: anjing tidak menjauhi rumah karena miskin, yang menunjukkan sifat loyal anjing terhadap tuan yang memeliharanya.

Anjing memberi pesan kepada manusia sebagai binatang yang jinak, loyal dan gagah berani. Apalagi dalam lafal bahasa Tionghoa, gonggong seekor anjing berarti makmur, maka di Tiongkok ada pepatah yang berbunyi ada anjing, ada kemakmuran. Apabila seekor anjing secara mendadak mendatangi rumah, tuan rumah akan merasa sangat senang untuk memeliharanya, karena itu menandakan datangnya kemakmuran dan kekayaan. Banyak kitab kuno mencatat bahwa, anjing juga berperan menangkal malapetaka, dan oleh karena itu anjing sering dipakai sebagai korban dalam upacara ritual. Pada Dinasti Zhou kira-kira 3.000 tahun yang lalu, dalam pemerintah didirikan jabatan khusus untuk menangani urusan anjing. Dalam dongeng Tiongkok, jenderal langit bernama Dewa Erlangshen juga didampingi seekor anjing yang berjasa besar dalam menaklukkan iblis.

Pada pergantian tahun 2005 dan 2006, banyak negara daerah mengedarkan perangko tahun baru untuk memperingati "tahun anjing Tiongkok". Perangko anjing yang diedarkan Tiongkok bergambar seekor anjing hitam yang memakai baju tebal berwarna merah, yang penuh dengan nuansa kerajinan tangan tradisional Tiongkok. Sementara itu, menjelang datangnya tahun baru anjing, barang-barang kerajinan tangan yang aneka ragam juga menjadi sangat laris. Barang-barang itu tidak hanya sangat laku, tapi juga mempunyai nama yang bagus, misalnya "anjing makmur", "anjing jaga rumah" dan sebagainya. Nama-nama itu di samping kedengaran lucu, tapi juga memanifestasikan suasana riang gembira perayaan Tahun Baru Imlek.

Tuesday, May 4, 2010

Upacara Pembukaan Expo Dunia Shanghai 2010

Presiden Tiongkok, Hu Jintao mengumumkan pembukaan Ekspo Dunia Shanghai tahun 2010.

Ucapan selamat Ketua Biro Pameran Internasional, Lan Feng

Wakil Perdana Menteri Tiongkok merangkap Ketua Panitia Penyelenggara Ekspo Shanghai Tiongkok 2010, Wang Qishan menyampaikan Sambutan di Depan Upacara Pembukaan Ekspo Shanghai 2010

Anak Yatim akibat gempa bumi yang terjadi di daerah Yushu, Propinsi Qinghai Bersama Penyanyi.

Penyanyi USA Nyanyi Lagu Better City Better Life.

Kepala Negara dan Pemerintah Berbagai Negara Hadiri Upacara Pembukaan Ekspo Dunia Shanghai.

Lagu <>

Pertunjukan Seni Upacara Pembukaan Ekspo Dunia Shanghai Tahun 2010 Digelar.

Pertunjukan Seni Upacara Pembukaan Ekspo Dunia Shanghai Tahun 2010 Diselenggarkan

Paviliun Tiongkok Menyalakan Lampu Menjelang Pembukaan Ekspo Dunia Shanghai.

Presiden Tiongkok Hu Jintao dan isterinya Liu Yongqing bersama-sama memasuki ruang upacara pembukaan.

Bendara Biro Pameran Internasional

Naikkan Bendara Kebangsaan Republik Rakyat Tiongkok.

Upacara Pembukaan Ekspo Dunia Shanghai Tahun 2010 Dibuka di Pusat Kebudayaan Ekspo Dunia Taman Ekspo Dunia Shanghai Malam Ini.
Pertunjukan seni sebelum Dibukanya Ekspo Dunia Shanghai tahun 2010

Pertunjukan seni sebelum Dibukanya Ekspo Dunia Shanghai tahun 2010

Pertunjukan seni sebelum Dibukanya Ekspo Dunia Shanghai tahun 2010

Saturday, May 1, 2010

Ekspo Dunia Shanghai 2010 Dibuka

Ekspo Dunia Shanghai 2010 Dibuka

Upacara pembukaan Ekspo Dunia Shanghai 2010 malam ini ( 30/04 ) diselenggarakan di Pusat Kebudayaan Ekspo Dunia Shanghai.


Upacara pembukaan berlangsung selama hampir dua jam. Wakil Perdana Menteri Tiongkok selaku Anggota Ketua Komite Penyelenggara Ekspo Dunia Shanghai dan Ketua Biro Pameran Internasional ( BIE ) Jean-Pierre Lanfon menyampaikan ucapan selamat.


Setelah itu, para seniman dari berbagai daerah di dunia mementaskan pertunjukan, di kedua tepi Sungai Huangpu akan dicetuskan kembang api dan diadakan pertunjukan air mancur.
Upacara dihadiri oleh Presiden Tiongkok Hu Jintao, para pemimpin partai dan negara serta 20 kepala negara.


" Kota Yang Lebih Indah, Kehidupan Yang Lebih Indah " adalah tema Ekspo Dunia Shanghai, untuk pertama kali Ekspo Dunia diselenggarakan di negara berkembang. Pameran ekspo dihadiri oleh 246 negara dan organisasi internasional. Ekspo Dunia Shanghai akan dibuka secara resmi pada tanggal 1 Mei besok dan berakhir pada tanggal 31 Oktober, berlangsung selama 184 hari.