Chindo News

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China.

Chindonews.blogspot.com

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China. .

China-Indonesian Information

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China..

Pameran Mobile

Pameran Mobil Internasional.

Pertukaran Budaya

Kebudayaan adalah sesuatu hal yang baru yang menghasilkan nilai budaya.

Wednesday, December 16, 2009

Jembatan Lintas Laut Terpanjang di Dunia Mulai Dibangun

Menurut Kantor Berita Xinhua, Jembatan Hongkong-Zhuhai-Makau yang menghubungkan ketiga kota itu pagi hari ini (15/12) dimulai pembangunannya. Setelah selesai dibangun, jembatan sepanjang 49,968 kilometer itu akan menjadi jembatan lintas laut yang terpanjang di dunia.

Upacara peresmian pembangunan jembatan di kota Zhuhai pagi tadi dihadiri Wakil Perdana Menteri Tiongkok, Li Keqiang.

Tuesday, December 15, 2009

PetroChina Tandatangani Kontrak Logging Sumur di Indonesia

rup Minyak dan Gas Tiongkok (Petrochina) hari ini (14/12) mengumumkan, pihaknya telah menandatangani proyek logging sumur di Jabung, Propinsi Jambi Indonesia pada akhir November lalu , dengan masa kontrak 2 tahun dan nilai kontrak lebih dari 100 juta Yuan RMB atau 14,6 juta dolar AS.

Ini merupakan kontrak logging sumur terbesar nilainya yang ditandatangani Petrochina di Indonesia sejauh ini. Petrochina kini menempati urutan kelima dalam jajaran 50 besar perusahaan minyak dunia. Menurut keterangan, sejak tahun 2004, Petrochina berturut-turut memenangkan tender untuk 15 kontrak logging sumur di Indonesia, dengan nilai produksi secara akumulasi mencapai 200 juta Yuan RMB atau 29,4 juta dolar AS.

Thursday, December 10, 2009

Taufiq Kiemas: Demokrasi Khas Tiongkok Bawa Kemakmuran Bagi Rakyatnya.


Taufiq Kiemas: Demokrasi Khas Tiongkok Bawa Kemakmuran Bagi Rakyatnya.

"Saya rasa maksud berdemokrasi itu adalah untuk kemajuan. Saya rasa RRT dengan demokrasinya sudah membuat kemakmuran bagi rakyatnya dan demokrasi itu tentu baik untuk rakyatnya," demikian ujar Ketua MPR RI periode 2009-2014, Taufiq Kiemas dalam wawancara eksklusif dengan CRI kemarin (8/12) malam di Wisma Duta, KBRI Beijing, Tiongkok.

Taufiq Kiemas menilai, Tiongkok telah sukses menjalani demokrasi menurut karakteristiknya sehingga kini Tiongkok sudah melangkah maju ke depan dan membawa kesejahteraan bagi rakyatnya. Karakteristik sistem demokrasi yang dianut Tiongkok di antaranya adalah demokrasi rakyat berada di bawah kepemimpinan Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan demokrasi dijamin oleh pemerintahan otoriter yang demokratis yang dijalankan oleh rakyat.

Hari sebelumnya (7/12), Ketua MPR RI Taufiq Kiemas yang didampingi oleh dua Wakil Ketua MPR RI, Melani Leimena Suharli dan Ahmad Farhan Hamid, serta Kepala Fungsi Politik KBRI Beijing, Gudadi B.Sasongko mengadakan pertemuan dengan Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (KRN) Tiongkok Wu Bangguo dan Ketua Komite Nasional Majelis Permusyawaratan Politik Rakyat (MPPR) Tiongkok, Jia Qinglin di Balai Agung Rakyat, Beijing.

Dalam pertemuan itu, Taufiq Kiemas menyampaikan bahwa RRT memiliki arti penting bagi Indonesia dan menekankan pentingnya peningkatan kerjasama bagi pembangunan kedua negara. Taufiq Kiemas juga menyampaikan harapannya agar RRT dapat meningkatkan kontribusi bagi pembangunan di Indonesia, salah satunya di bidang infrastruktur yang memang menjadi masalah sekaligus kebutuhan mendesak di Indonesia. Dalam kesempatan itu Taufiq Kiemas juga menegaskan bahwa Indonesia tetap memegang teguh kebijakan satu Tiongkok.

Taufiq Kiemas menilai pertemuannya dengan Wu Bangguo dan Jia Qinglin berlangsung secara terbuka dan kekeluargaan. "Dalam pembicaraan tersebut, kedua-duanya menunjukkan bahwa sama-sama ada kekurangan, tapi juga sama-sama ada kemajuan. Tapi pada prinsipnya, kedua negara ini sebaiknya maju bersama-sama," ujar Taufiq Kiemas yang memilih RRT sebagai lawatan pertamanya ke luar negeri sebagai Ketua MPR RI baru.



Wakil Ketua MPR RI, Melani Leimena Suharli


Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Farhan Hamid



Acara Temu Wicara Ketua dan Anggota MPR RI dengan puluhan WNI di Wisma Duta KBRI Beijing


Acara Temu Wicara Dipandu oleh Wakil Dubes RI untuk Tiongkok, Mayerfas

Wednesday, December 9, 2009

Wu Bangguo Temui Taufiq Kiemas

CRI melaporkan, Ketua Komite Tetap Kongres Nasional Rakyat (KRN) Tiongkok Wu Bangguo kemarin (7/12) sore menemui Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Indonesia Taufiq Kiemas di Beijing.

Wu Bangguo mengatakan, perkembangan hubungan Tiongkok-Indonesia cenderung baik. Politik kedua negara di atas sikap saling percaya semakin meningkat, hasil kerja sama di berbagai bidang sangat berlimpah, pertukaran di bidang ilmu sosial semakin diperluaskan, serta kerja sama di kawasan dan organisasi internasional termasuk ASEAN dan PBB terjalin erat. Pihak Tiongkok memberi pujian tinggi terhadap pemerintah Indonesia dan MPR yang memegang teguh prinsip satu Tiongkok dalam jangka panjang, serta menyampaikan terima kasih kepada Indonesia yang memberikan dukungan terhadap masalah yang bersangkutan dengan Tibet, Xinjiang, Taiwan dan masalah lainnya.

Taufiq Kiemas mengatakan, rakyat Indonesia menaruh perasaan mendalam terhadap rakyat Tiongkok, dan memandang Tiongkok sebagai sahabat karib. Dia berharap melalui kunjungannya kali ini, dapat lebih mempererat hubungan MPR Indonesia dengan KRN Tiongkok, serta mendorong kerja sama kedua negara di bidang pembangunan fasilitas umum, pemanfaatan dan pengekploitasi sumber daya, serta kerja sama di bidang lainnya.

Tuesday, December 8, 2009

Wu Bangguo dan Jia Qinglin Temui Tamu Indonesia

Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (KRN) Tiongkok, Wu Bangguo dan Ketua Dewan Nasional Majelis Permusyawaratan Polik Rakyat (MPPR) Tiongkok, Jia Qinglin sore hari ini (7/12) mengadakan pertemuan dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Indonesia, Taufiq Kiemas yang datang berkunjung.

Wu Bangguo mengatakan, KRN bersedia mengadakan pertukaran dan kerjasama bersahabat dengan lembaga parlemen Indonesia termasuk MPR untuk meningkatkan pertukaran pengalaman penyelenggaraan pemerintah, serta memperpadat isi perkembangan hubungan kedua negara.

Taufiq mengatakan, ia memilih Tiongkok sebagai negara pertama yang dikunjungi setelah terpilih Ketua MPR, ini sekali lagi memanifestasikan perhatian Indonesia untuk mengembangkan hubungan dengan Tiongkok. Ia berharap melalui kunjungan kali ini mendorong lebih lanjut kerjasama pragmatis kedua negara di bidang pembangunan prasarana, dan eksploitasi sumber daya. Ditandaskannya bahwa Indonesia selalu berpegang teguh pada prinsip satu Tiongkok.