Chindo News

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China.

Chindonews.blogspot.com

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China. .

China-Indonesian Information

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China..

Pameran Mobile

Pameran Mobil Internasional.

Pertukaran Budaya

Kebudayaan adalah sesuatu hal yang baru yang menghasilkan nilai budaya.

Monday, November 29, 2010

Pakaian Etnik Salar


Orang etnis Salar kebanyakan tinggal di Kabupaten Otonom Salar Xunhua, Propinsi Qinghai.
China bagian barat.

Pria etnis Salar memakai kopiah yang bulat atau bersegi enam yang berwarna hitam atau putih. Baju mereka pendek dan berwarna putih, dipakai dengan ikat pinggang yang berwarna merah. Di luar baju pendek ini, mereka memakai weskot atau jubah yang agak longgar. Pada musim dingin, mereka memakai sejenis sepatu yang dibuat dengan kulit sapi dan diisi dengan rumput. Wanita etnis Salar suka memakai gaun yang berwarna-warni dan memakai weskot berwarna hitam di luar gaun itu. Sebagai muslim, wanita etnis Salar biasanya memakai jilbab.

Thursday, November 25, 2010

Pakaian Etnik Tajik



Orang etnis Tajik kebanyakan tinggal di bagian barat daya, di Daerah Otonom Uigur Xinjiang.

Pria etnis Tajik biasanya memakai baju kemeja putih dan jubah tanpa kerah. Mereka juga menggantung sebuah pisau kecil pada ikat pinggang, dan memakai but juga topi yang dibuat dengan kulit kambing. Wanita etnis Tajik suka memakai gaun yang berwarna-warni, weskot yang berwarna hitam dan celana. Untuk menghindari angin yang kencang di dataran tinggi, mereka juga memakai topi yang menutup telinga dan leher.

Tuesday, November 23, 2010

Perkembangan Etnik HUI di China



Berdasarkan sensus pada tahun 1990, etnis Hui berjumlah lebih dari 8.6 juta orang, dan menempati urutan ke-4 terbesar antara etnis minoritas di Tiongkok. Penduduk etnis Hui tersebar di area yang sangat luas, hingga hampir semua area di Tiongkok terdapat etnis ini. Mereka hidup secara berkelompok di Daerah Otonom Hui Ningxia, Provinsi Gansu, Qinghai, Daerah Otonom Vygur Xinjiang, Provinsi Henan, Hebei, Shangdong dan Yunnan. Biasanya mereka tinggal berkelompok di area yang ada masjid.

Daerah Otonom Hui Ningxia memiliki etnis Hui yang paling banyak jumlahnya. Wilayah ini dikenal sebagai kampung kediaman etnis Hui. Pemandangan di wilayah itu sangat indah, ada hutan hijau dan padang pasir yang luas. Sungai Kuning yang didikenali sebagai sungai ibunda di Tiongkok dalam wilayah itu. Orang etnis Hui ini bersama-sama dengan etnis lain rajin bekerja dan mereka membuat wilayah itu sangat makmur.

Direktur Komisi Urusan Etnis, yang juga Direktur Departemen Agama Daerah Otonom Hui Ningxia, Wang Jian menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Daerah Otonom ini telah berhasil dengan baik, sedangkan pembangunan kota dan desa juga mengalami perubahan yang besar sejak reformasi dan pembangunan dilaksanakan 30 tahun yang lalu, lebih-lebih lagi dalam 5 tahun terakhir ini. Jumlah pengeluaran kas Tiongkok setiap tahun meningkat rata-rata 12% untuk Wilayah Ningxia, sedangkan jumlah pendapatan penduduk kota dan desa meningkat 10%.

Saturday, November 20, 2010

Sungai Changdu - China

Changdu terletak di hulu Sungai Lancang, bagian timur Daerah Otonom Tibet, Tiongkok. Karena tempat ini terletak di area pertemuan Sungai Angqu, Zhaqu, Sequ dan Lancang, ia diberi nama "Changdu" yang berarti "tempat pertemuan air" dalam bahasa Tibet.

Pemandangan air sungai di Changdu ini indah sekali di keempat musim yang berbeda.
Gambar :



Friday, November 19, 2010

Rumah dan Makam Konfusius


Konfusius merupakan pendiri Filsafat Konfusius yang juga disebut Filsafat Ru Tiongkok. Selain itu, ia juga merupakan salah seorang filsuf yang paling terkenal di dunia. Rumah Konfusius, Rumah Konfusius dan Makam Konfusius merupakan manifestasi penyanjungan kaisar-kaisar berbagai dinasti di Tiongkok selama lebih 2 ribu tahun ke Konfusius dan Filsafat Konfusius. Kedua tempat itu menjadi tempat yang sangat penting dalam sejarah Tiongkok dan kebudayaan timur bahkan dunia.

Rumah Berhala Konfusius, Rumah Konfusius dan Makam Konfusius terletak di kampung halaman Konfusius di kota Qufu Provinsi Shandong di timur China.





Rumah Berhala Konfusius merupakan tempat pemujaan Konfusius yang paling besar di China. Konfusius wafat tahun 478 sebelum Masehi. Kemudian Filsafat Konfusius dijadikan sebagai kebudayaan ortodoks Tiongkok. Kaisar berbagai dinasti Tiongkok memperluas secara berkelanjutan pembangunan Rumah Berhala Konfusius. Pada awal abad ke-18, Kaisar Yongzheng Dinasti Qing mengarahkan pembangunan dan konservasi besar-besaran Rumah Berhala Konfusius sehingga Rumah Berhala Konfusius menjadi kompleks bangunan yang megah.

Pekarangan Rumah Berhala Konfusius sepanjang lebih satu kilometer dan seluas sekitar 100 ribu meter persegi. Ia merupakan kompleks bangunan kuno yang terbesar di Tiongkok, selain Kota Terlarang di Beijing.

Rumah Berhala Konfusius dibangun berdasarkan susunan Kota Terlarang di Beijing. Bangunan-bangunan utamanya dibangun sesuai menurut garis tengah dari selatan ke utara, sedangkan bangunan lain dibangun secara simetris di kedua sisi garis tengahnya. Rumah Berhala Konfusius memiliki 9 buah pekarangan yang sambung-menyambung, 9 buah dewan besar dibangun sejajar dari selatan ke utara dalam pekarangan-pekarangan tersebut. Dewan Dacheng merupakan dewan utama Rumah Berhala Konfusius. Dalam masyarakat feodal Tiongkok ketika segala hal dilakukan secara ketat oleh sistem hieraki tingkat, angka 9 merupakan simbol angka maha agung yang hanya dapat digunakan oleh kaisar dan istana kerajaan. Orang lain yang menggunakan angka 9 akan dibunuh. 9 buah pekarangan dan 9 buah dewan yang dibangun di Rumah Berhala Konfusius ini adalah dikonfirmasi secara khusus oleh kaisar. Ini telah memperlihatkan posisi luar biasa tingginya Rumah Berhala Konfusius.