Chindo News

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China.

Chindonews.blogspot.com

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China. .

China-Indonesian Information

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China..

Pameran Mobile

Pameran Mobil Internasional.

Pertukaran Budaya

Kebudayaan adalah sesuatu hal yang baru yang menghasilkan nilai budaya.

Tuesday, August 31, 2010

Kota Angin Mamiri

Awal Kota Makassar

Dalam sejarah kelahirannya, awal kota dan Bandar Makassar berada di muara sungai Tallo dengan pelabuhan niaga kecil diwilayah itu pada penghujung abad XV. Bandar Tallo itu awalnya berada dibawah Kerajaan Siang di sekitar Pangkajene, tetapi pada pertengahan abad XVI, Tallo bersatu dengan sebuah kerajajaan bernama Gowa dan mulai melepaskan diri dari kerajaan Siang. Semakin intensifnya kegiatan pertanian di hulu sungai Tallo, mengakibatkan pendangkalan sungai Tallo, sehingga bandarnya dipindahkan ke muara sungai jeneberang, disinilah terjadi pembangunan kekuasaan kawasan istana oleh para ningrat Gowa-Tallo dan membangun pertahanan benteng Somba Opu, kemudian seratus tahun berikutnya menjadi wilayah inti Kota Makassar.

Fort Rotterdam ( Benteng Rotterdam )

Benteng Rotterdam juga dikenal dengan nama Benteng Ujung Pandang ( Jum Pandang ), dibangun di tahun 1545 oleh raja Gowa IX yang bernama I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa'rir' Kallonna Karaeng Tunipalangga adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa - Tallo. Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah barat kota Makassar, Sulawesi Selatan. Awalnya benteng ini berbahan dasar tanah liat, namun pada masa pemerintahan Raja Gowa ke 14 Sultan Alauddin, konstruksi benteng ini diganti menjadi batu Pdas yang bersumber dari pegunungan Karst yang ada di daerah Maros. Benteng Ujung Pandang ini berbentuk seperti seekor penyu yang hendak merangkak turun ke lautan. Dari segi bentuknya sangat jelas filosofi kerajaan Gowa, bahwa penyu dapt hidup didarat maupun di laut. Begitupun dengan kerajajaan Gowa yang berjaya di daratan maupun dilautan.

Monumen Mandala

Monumen ini dibangun untuk memperingati dan menjadikan pedoman nilai-nilai kepahlawanan bangsa Indonesia dalam usaha membebaskan Irian Barat dari tangan kolonial pada tahun 1963. Lokasi monumen ini di Jalan Jenderal Sudirman

Makam Pageran Diponegoro

Makam Pangeran Diponegoro terletak di tengah kota Makassar, tepatnya di Jalan Diponegoro. Beliau adalah anak dari Sultan Hamengku Buwono III dari dari Yogyakarta dan merupakan salah seorang raja terakhir dari kerajaan Jawa yang melakukan perlawanan terhadap Belanda, yang dikenal dengan perang Jawa pada tahun 1825 - 1830. Perang terjadi karena perlawanan terhadap ketidakpuasan sistem pajak dan pengaturan hak kepemilikan tanah yang tidak adil.

Masjid Al Markas Al Islami Jenderal M. Yusuf ( Islamic Centre )

Merupakan salah satu masjid termegah di Asia, dan merupakan yang terbesar di bagian timur Indonesia. Bangunan utamanya merupakan sebuah mesjid yang berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan Islamic Center, berdiri diatas area seluas 10 hektar.

Mendengar Nyanyian/Balada di Qinghai





Xining, ibu kota Provinsi Qinghai terletak di bagian timur laut Dataran Tinggi Qinghai Tibet, area paling tinggi dari permukaan laut di dunia. Di sini, langit terlihat berwarna begitu biru dan sinar matahari sangat terang. Anda dapat menikmati balada lokal, yaitu "Hua Er" (bunga) yang begitu merdu dan indah.

"Hua Er" adalah balada yang populer di bagian barat laut Cina. Kebanyakan "Hua Er" ini merupakan lagu cinta yang menggambarkan kebahagiaan hidup bercinta dan pernikahan.
Bulan Juni dan Juli merupakan musim yang paling indah pemandangannya di kawasan dataran tinggi ini. Pria dan wanita, anak-anak dan orang tua, semuanya berpakaian tradisi etnis yang berwarna-warni untuk bergabung "Pesta Hua Er" dengan riang. Penyanyi-penyanyi dari berbagai tempat akan menyanyi "Hua Er" dan membuat persembahan nyanyian secara spontan dalam pesta ini. Ketika itu, suara yang merdu diiringi gelak ketawa dan tepukan akan bergema seluruh kota ini.

Jenderal Keturunan Etnik Kazak Tiongkok





Mayor Jenderal Jalieken Biekexi menjabat sebagai Wakil Komandan Wilayah Militer Xinjiang China saat ini. Sebagai Panglima tentara etnis Kazak yang pertama di China, ia berusaha meningkatkan daya pertahanan di perbatasan dan memelihara perpaduan antara berbagai etnis di kawasan tersebut. Usaha beliau disanjung tinggi oleh penduduk berbagai etnis di Xinjiang.
Ketika menjalankan kunjungan kerja ke daerah Tuosite kabupaten Jimunai di perbatasan pada 2004, ia menemukan bahwa sekolah penduduk nomadik di daerah itu mengalami kekurangan kelengkapan seperti meja, kursi dan ranjang. Murid-murid di sekolah tersebut terpaksa tidur di lantai ruang kelas. Ia bersedia untuk menyediakan suasana Belajar dan kehidupan yang lebih nyaman untuk murid-murid di daerah tersebut.
Setelah balik ke Urumqi, ibu kota Xinjiang, Jialieken Biekexi mencari pihak-pihak terkait untuk mengumpulkan dana sejumlah 500 ribu yuan RMB untuk membangun sebuah bangunan baru bagi sekolah tersebut. Kini, murid-murid di sekolah itu hidup lebih nyaman berkat usaha beliau.

Sebagai Anggota Komite Nasional Majelis Pertemuan Politik Rakyat dan wakil Kongres Rakyat Daerah Otonomi Uygur Xinjiang, Jenderal Jialieken Biekexi telah berusaha bersama-sama dengan badan-badan pemerintah terkait untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur seperti jalan raya, fasilitas ternak dan irigasi di perbatasan Xinjiang.

Monday, August 30, 2010

Pakaian Etnik Pumi di Tiongkok

Orang etnis Pumi kebanyakan tinggal di provinsi Yunnan, bagian selatan Tiongkok.

Menurut tradisi etnis Pumi, anak-anak dalam masyarakat etnis ini hanya dapat memakai jubah yang longgar. Setelah berumur 13 tahun, barulah mereka bisa memakai baju dan skirt yang pendek serta celana yang longgar. Semua remaja etnis Pumi juga memakai weskot atau sebai yang dibuat dari kulit kambing dan memakai tali pinggang.

Friday, August 27, 2010

Candi Borobudur INDONESIA

Sekitar tahun 800 M atau abad ke-9 Candi Borobudur dibangun. Candi Borobudur ini dibangun oleh para penganut agama Budha Mahayana pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Candi ini dibangun sekitar tahun 824 Masehi dan selesai sekitar menjelang tahun 900- an Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang adalah puteri dari Samaratungga. Sedangan arsitek yang berjasa membangun candi ini menurut kisah turun temurun bernama Gunadharma.

Candi Borobudur terletak di magelang, jawa Tengah, sekitar 40 km dari Yogyakarta. Candi Borobudur memiliki 10 tingkat yang terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar, 3 tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya.

Kata Borobudur sendiri berdasarkan bukti tertulis pertama yang ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur jenderal Britania Raya di Jawa, yang memberi nama Candi ini. Satu-satunya dokumen tertua yang menunjukkan keberadaan Candi ini adalah Kitab Nagarakertagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365. Di kitab tersebut ditulis bahwa candi ini digunakan sebagai tempat meditasi penganut agama Budha.

Arti kata Borobudur yaitu "Biara di Perbukitan", yang berasal dari kata "bara" ( candi atau biara ) dan "beduhur" ( perbukitan atau tempat tinggi ) dalam bahasa sansekerta. Karena itu, sesuai dengan arti nama Borobudur.

Keseluruhan relief yang ada di candi Borobudur mencerminkan ajaran Sang Budha, dan seorang Budhis asal India bernama Atisha, pada abad ke-10, pernah berkunjung ke candi yang dibangun 3 abad sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 4 abad sebelum Ketedral Agung di eropa. Berkat mengunjungi Borobudur dan berbekal naskah ajaran Budha dari Serlingpa ( saah satu raja kerajaan Sriwijaya ), Atisha mampu mengembangkan ajaran Budha. Ia menjadi kepala Biara Vikramasila dan mengajari orang Tibet tentang cara mempraktekkan Dharma. Enam naskah dari Serlingpa pun diringkas menjadi sebuah inti ajaran disebut "the Lamp for the path to enlightenment atau yang lebih dikenal dengan nama Bodhipathapradipa.

Candi ini selama berabad abad tidak digunakan. kemudia karena letusan gunung berapi, sebagian besar bangunan candi Borobudur tertutup tanah vulkanik. Selain itu, bangunan yang tertutup berbagai pepohonan dan semak belukar selama berabad abad. Kemudian bangunan candi ini mulai terlupakan pada zaman islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke - 15.

Pada Tahun 1814, saat Inggris menduduki Indonesia, Sir Thomas Stamford Raffles mendengarkan adanya penemuan benda purbakala berukuran raksasa di desa Bumisegoro daerah Magelang. Karena minatnya yang besar terhadap sejarah jawa, maka Raffles segera memerintahkan H.C Cornelis, seorang insinyur Belanda untuk menyelidiki loasi penemuan yang saat itu berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.

Cornelis dibantu oleh sekitar 200 pria menebang pepohonan dan menyingkirkan semak belukar yang menutupi bangunan raksasa tersebut. Karena mempertimbangkan bangunan yang rapuh dan bisa runtuh, maka cornelis melaporkan kepada Raffles penemuan tersebut, termasuk beberapa gambar, karena penemuan tersebut Raffles mendapat penghargaan sebagai orang yang memulai pemugaran candi Borobudur dan mendapat perhatian dunia pada tahun 1835, seluruh area candi sudah berhasil di gali, candi ini terus dipugar pada masa penjajahan Belanda.

Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1956, pemerintah Indonesia meminta bantuan Unesco untuk meneliti kerusakan Borobudur. Lalu pada tahun 1963, keluar keputusan resmi pemerintah Indonesia untuk melakukan pemugaran candi borobudur dengan bantuan Unesco. namun pemugaran ini baru benar benar mulai dilakukan pada tanggal 10 Agustus 1973. Proses pemugaran baru selesai pada tahun 1984. Sejak tahun 1991, candi Borobudur ditetapkan sebagai WORLD Heritage Site atau Warisan Dunia oleh Unesco.