Chindo News

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China.

Chindonews.blogspot.com

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China. .

China-Indonesian Information

Informasi berita, sosial, budaya, etnik, militer, teknologi, dari negara China..

Pameran Mobile

Pameran Mobil Internasional.

Pertukaran Budaya

Kebudayaan adalah sesuatu hal yang baru yang menghasilkan nilai budaya.

Saturday, May 1, 2010

Ekspo Dunia Shanghai 2010 Dibuka

Ekspo Dunia Shanghai 2010 Dibuka

Upacara pembukaan Ekspo Dunia Shanghai 2010 malam ini ( 30/04 ) diselenggarakan di Pusat Kebudayaan Ekspo Dunia Shanghai.


Upacara pembukaan berlangsung selama hampir dua jam. Wakil Perdana Menteri Tiongkok selaku Anggota Ketua Komite Penyelenggara Ekspo Dunia Shanghai dan Ketua Biro Pameran Internasional ( BIE ) Jean-Pierre Lanfon menyampaikan ucapan selamat.


Setelah itu, para seniman dari berbagai daerah di dunia mementaskan pertunjukan, di kedua tepi Sungai Huangpu akan dicetuskan kembang api dan diadakan pertunjukan air mancur.
Upacara dihadiri oleh Presiden Tiongkok Hu Jintao, para pemimpin partai dan negara serta 20 kepala negara.


" Kota Yang Lebih Indah, Kehidupan Yang Lebih Indah " adalah tema Ekspo Dunia Shanghai, untuk pertama kali Ekspo Dunia diselenggarakan di negara berkembang. Pameran ekspo dihadiri oleh 246 negara dan organisasi internasional. Ekspo Dunia Shanghai akan dibuka secara resmi pada tanggal 1 Mei besok dan berakhir pada tanggal 31 Oktober, berlangsung selama 184 hari.

Thursday, April 29, 2010

Paviliun China Petroleum


Dewan Pameran Petroleum Tiongkok yang seluas 3600 meter persegi terletak di Kawasan Taman Ekspo Dunia di sebelah barat Sungai Huangpu, Kota Shanghai.

Dewan Pameran Petroleum Tiongkok dinamakan "Kubus Minyak" oleh pihak penyelenggara dewan pameran ini. Ini bukan saja disebabkan bentuknya mudah dikaitkan dengan "Kubus Air", yang juga dikenal sebagai Pusat Akuatik Nasional, di Olimpiade 2008 di Beijing, tetapi juga karena bahan lapisan luarnya, papan PC yang berwarna hijau muda, mirip struktur lapisan bumi yang mengandung minyak bumi. Papan PC, bahan bangunan baru juga dikeluarkan dari minyak bumi.





Tema Dewan Pameran Petroleum China adalah "Petroleum, melanjutkan mimpi kota".

Dengan menggunakan metode penglihatan, pendengaran dan lampu yang ajaib kesannya serta teknologi visual tiga dimensi dan panggung film 3D yang maju, dewan pameran ini memperkenalkan kontribusi besar minyak bumi ke kemajuan peradaban manusia dan pembangunan kota dan hubungan erat antara minyak bumi dengan kehidupan bahagia di kota di masa depan .

Wednesday, April 28, 2010

KBRI Beijing dan PERMIT Sampaikan Dana 150.000 RMB Lebih Untuk Korban Gempa Yushu.

KBRI Beijing dan PERMIT Sampaikan Dana 150.000 RMB Lebih Untuk Korban Gempa Yushu.





KBRI Beijing dan Persatuan Mahasiswa Indonesia di Tiongkok (PERMIT) hari ini (27/4) menyampaikan dana sumbangan sebesar 150.000 RMB lebih yang berhasil dihimpun KBRI Beijing dan masyarakat Indonesia di Tiongkok. Dana sumbangan disalurkan kepada korban gempa Yushu melalui China Radio International (CRI).

Selama hampir dua pekan, PT Indonesian Street yang berbasis di Shanghai berhasil menggalang dana sebesar 125.500 RMB, dan dana yang berhasil dihimpun PERMIT dari hampir semua universitas di Beijing adalah sebesar 20.157,05 RMB. Sementara itu, dari para staf KBRI Beijing berhasil terhimpun dana sebesar 7.050 RMB dan 150 dolar AS. Sehingga total dana yang berhasil dihimpun adalah sebesar 152.707,05 RMB.

Dana sumbangan itu disampaikan langsung oleh Duta Besar RI untuk Tiongkok, Imron Cotan kepada Wakil Direktur CRI Bahasa Indonesia, Liuli. Dalam kesempatan itu, Dubes Imron Cotan menyampaikan ucapan belasungkawa kepada para korban gempa Yushu.


"Saya atas nama pemerintah RI, rakyat Indonesia, dan tentu saja KBRI, sekali lagi menyampaikan rasa belasungakawa yang sangat mendalam atas korban dari gempa bumi di Qinghai,"

Dubes Imron Cotan lebih lanjut mengatakan, sumbangan ini merupakan cerminan keprihatinan rakyat Indonesia kepada penderitaan penduduk Provinsi Qinghai, dan sudah sepatutnya Indonesia dan Tiongkok yang merupakan negara sahabat saling berbagi suka dan duka.

"Yang namanya berteman itu adalah, baik dalam kesenangan maupun kesusahan. Kita bersahabat tidak hanya saat kita bergembira saja tapi juga saat kita bersedih,"

Saat menerima dana sumbangan itu, Liuli mengucapkan terima kasih atas perhatian dan sumbangan rakyat Indonesia kepada rakyat Tiongkok dan menjamin bahwa dana sumbangan itu akan sampai kepada para korban gempa Yushu.

Tuesday, April 27, 2010

Batik

Batik berasal dari bahasa Jawa " amba" yang berarti menulis dan "titik". kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan "malam" yang diaplikasikan ke atas kain untuk menahan masuknya bahan pewarna. Dari zaman kerajaan Mataram Hindu sampai masuknya agama demi agama ke Pulau Jawa, sejak datangnya para pedagang India, Cina, Arab, yang kemudian disusul oleh para pedagang dari Eropa, sejak berdirinya kerajaan Mataram Islam yang dalam perjalanananannya memunculkan Kraton Yogyakarta dan Surakarta, batik telah hadir dengan corak dan warna yang dapat menggambarkan zaman dan lingkungan yang melahirkan.

Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad XVII yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk binatang dan tanaman. Nalam dalam sejarah perkembangannya batik mengalami perkembangan, yaitu dari corak c

Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri. Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari pohon mengkudu, tinggi, soga, nila dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.

Kerajinan Batik ini, di Indonesia telah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke XVIII atrau awal abad ke XiX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke XX dan batik cap dikenal baru setelah usai perang dunia kesatu atau sekitar tahun 1920.

orak lukisan binatang dan tanaman lambat laun beralih pada motik abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang beber dan sebagainya.

Kesenian batik merupakan kesenian gambar diatas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.

SEJARAH MOTIF BATIK KERATON

Keberadaan batik Yogyakarta tentu saja tidak terlepas dari sejarah berdirinya kerajaan Mataram Islam oleh Panembahan Senopati. Setelah memindahkan pusat kerajaan dari Demak ke Mataram, ia sering bertapa di sepanjang pesisir Pulau Jawa, antara lain Parangkusuma menuju Dlepih Parang Gupito, menelusuri tebing Pegunungan Seribu yang tampak seperti "pereng" atau tebing berbaris. Sebagai raja Jawa yang tentu saja menguasai seni, maka keadaan termpat tersebut mengilhaminya menciptakan pola batik lereng atau parang , yang merupakan ciri ageman Mataram yang berbeda dengan pola batik sebelumnya. Karena penciptanya adalah raja pendiri kerajaan Mataram, maka oleh keturunannya, pola-pola parang tersebut hanya boleh dikenakan oleh raja dan keturunannya di lingkungan istana. Motif larangan tersebut dicanangkan oleh Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1785. Pola batik yang termasuk larangan antara lain : Parang RUsak Barong, Parang Rusak Gendreh, Parang Klithik, Semen Gedhe Sawat Gurdha, Semen Gedhe Sawat lar, Udan liris, Rujak Senthe, serta motif parang-parangan yang ukurannya sama dengan parang rusak.

Semenjak perjanjian Giyanti tahun 1755 yang melahirkan Kasunan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta, segala macam tata adibusana termasuk di dalamnya adalah batik, diserahkan sepenuhnya oleh Kraton Surakarta kepada Kraton Yogyakarta. Hal inilah yang kemudian menjadikan kraton Yogyakarta menjadi kiblat perkembangan budaya, termasuk pula khazanah batik. Kalaupun batik di kraton Surakarta mengalami beragam inovasi, namun sebenarnya motif pakemnya tetap bersumber pada motif batik Kraton Yogyakarta.

Batik tradisional di lingkungan Kasultanan Yogyakarta mempunyai ciri khas dalam tampilan warna dasar putih yang mencolok bersih. Pola geometri kraton Kasultanan Yogyakarta sangat khas, besar-besar dan sebagian diantaranya diperkaya dengan parang dan nitik. Sementara itu, batik di Puro Pakualaman merupakan perpaduan atara pola batik Kraton Kasultanan Yogyakarta dan warna batik Keraton Surakarta. Perpaduan ini dimulai sejak adanya hubungan keluarga yang erat antara Puro Pakualaman dengan Kraton Surakarta ketika Sri Paku Alam VII mempersunting putri Sri Susuhunan Pakubuwono X. Putri Kraton Surakarta inilah yang memberi warna dan nuansa Surakarta pada batik Pakualaman, hingga akhirnya terjadi perpaduan keduanya. Dua pola batik yang terkenal dari Puro Pakulaman yakni Pola candi Baruna yang terkenal sejak sebelum tahun 1920 dan Peksi Manyuro yang merupakan ciptaan RM Notoadisuryo. Sedangkan pola batik Kasultanan yang terkenal antara lain Ceplok Blah Kedaton, Kawung, Tambal Nitik, Parang Barang Bintang Leider dan sebagainya.

Thursday, April 22, 2010

Benda-Benda Budaya Kuno Islam di Tiongkok

Di Tiongkok kini masih terdapat banyak mesjid dan makam mualim yang masih terpelihara sempurna walaupun telah diterpa angin dan hujan selama ribuab tahun.

Agama Islam masuk ke Tiongkok pada abad ke-17 Masehi. Agama Islam kini dianut 14 juta orang di kalangan 10 bangsa minoritas Tiongkok antara lain bangsa-bangsa Hui, Uigur, dan Khazak. Mesjid-mesjid dan makam-makam kuno mualim Islam yang terdapat di banyak tempat di Tiongkok merupakan catatan tentang kontak persahabatan rakyat Tiongkok dengan rakyat negeri-negeri Islam. Pemerintah Tiongkok selalu memandang mesjid-mesjid dan makam-makam kuno itu sebagai benda-benda yang berharga, dan menjadikannya sebagai benda-benda yang mendapat perlindungan khusus oleh negara.

Mesjid-mesjid yang bersejarah lama dan berskala agak besar di Tiongkok kebanyakan terbesar di kota dagang besar dan pelabuhan di pantai tenggara Tiongkok serta di daerah otonom bangsa Uigur Xinjiang, di antaranya Mesjid Huai Sheng terbilang mesjid yang paling kuno.

Mesjid Huai Sheng terletak di pusat kota Huangcou, dibangun untuk memperingati Nabi Mohammad. Konon kabarnya mesjid itu pada abad ke-7 di bawah pimpinan seorang Arab. Tahun dibangunnya mesjid itu masih belum dapat dipastikan karena berbeda-bedanya penilaian sarjana-sarjana di dalam dan luar negeri.

Mesjid Niu Jie di kota Beijing adalah salah satu mesjid kuno yang agak besar. Mesjid itu terletak di bagian barat-timur distrik kota Beijing yang merupakan tempat permukiman penduduk bangsa Hui. Menurut Wakil Ketua Persatuan Agama Islam kota Beijing, Haji Daud Seh Kun Pin, Mesjid Niu Jie dibangun pada masa dinasti Song Utara antara tahun 960 dan 1127 Masehi. Pada waktu itu seorang Arab datang berdagang ke Tiongkok dengan membawa 3 anak laki-laki. Pemerintah setempat ingin memberi jabatan kepada anaknya yang ke-2 dan ke-3, tapi ditolak mereka, sebaliknya mereka menyatakan keinginannya menyebarkan agama Islam sebagai baktinya permintaan. Pemerintah setempat memperkenankan mereka membangun Mesjid di tempat itu.

Di suatu pekarangan kecil yang sunyi-sepi, tidak jauh dari Balai besar sembahyang Mesjid Niu Jie Beijing dimakamkan dua orang Sheikh yang datang menyebarkan agama Islam di Tiongkok pada abad ke-13. salah seorang di antaranya meninggal tahun 1280 Masehi. Ia orang Ghazni yang kini bermukim di dalam wilayah Iran, dan seorang lainnya, orang Buhara. Ia meninggal pada tahun 1283. di depan kedua makam tersebut di depan kedua makam itu juga ditegakkan 2 batu prasasti. Satu berhuruf bahasa Arab, yang ditegakkan sejumlah muslim pada 1323 Masehi. Di atas batu prasasti itu tercatat kebajikan dan moral kedua mualim itu. Yang satu lagi mencatat bahwa ketika ahli pelayaran Tiongkok Zheng Ho 5 kali berlayar ke kawasan Asia barat pada tahun 1417 Masehi, ia khusus datang berjiarah ke makam itu dan mendidikan batu prasasti itu. Zheng Ho sendiri juga seorang muslim, ia pernah berlayar 7 kali ke luar negeri.

Di dalam mesjid kota Yang Zhou Tiongkok Timur dimakamkan Bahau Aldin keturunan ke-16 Nabi Mohammad. Bahau Aldin menyebarkan agama Islam di kota Yang Zhou antara tahun 1265 dan 1275, kemudian ia berkeliling ke Tiongkok utara. Pada Juli tahun 1275, ia meninggal dunia diperahu dalam pelayaran kembali ke Yang Zhou. Sesuai dengan wasiatnya, sahabatnya memakamkan jenazahnya di bukti tinggi di tepi timur Terusan Kuno Yang Zhou, yakni di dalam mesjid sekarang ini. Setelah didirikannya Tiongkok baru pada tahun 1949, pemerintah rakyat telah menyediakan biaya untuk pemugaran makam kuno itu.